Slide Show

Agustus 30, 2011

Hold Me Closer, Necromancer


Penulis : Lish McBride
Tebal : 460 halaman
Penerbit : Atria
Cetakan Pertama : Juni 2011
ISBN : 978-979-024-481-8

Namanya Samhain Corvus Hatfield, biasa dipanggil Sam, terkadang dipanggil Sammy. Sebenarnya dia hanya seorang remaja laki-laki biasa, putus kuliah di tengah jalan, karier pekerjaan sebagai koki gorengan di sebuah restoran siap saji, hidup dikelilingi teman, apartemen yang semrawut. Semuanya tak ada yang special, kecuali kenyataan bahwa dia adalah seorang Necromancer. Ya, Necromancer yang berhubungan dengan mayat, kematian, dan segala yang berhubungan dengan arwah.

Pada awalnya Sam juga tak tahu dirinya adalah seorang necromancer sampai pertemuannya dengan seorang laki-laki di restoran tempat Sam bekerja. Douglas, nama laki-laki itu, adalah seorang Necromancer utama di Seattle. Dia juga seorang Dewan yang bertugas mengatur kehidupan makhluk ”lain” yang hidup bersama manusia di Seattle. Semenjak pertemuannya dengan Douglas, Sam mulai merasa kehidupannya berubah menjadi lebih mengerikan. Kenyataan bahwa ada keluarganya yang menutupi kemampuannya sebagai Necromancer semakin memperburuk keadaan. Douglas mulai mendekati dan mengancam kehidupan Sam dan orang-orang terdekatnya. Brooke, sahabatnya berubah menjadi mayat hidup dan Sam tak mau jatuh korban lagi dari siapapun di antara orang terdekatnya.
Sementara itu, Douglas diam-diam menculik seorang hibrid manusia serigala untuk diteliti, lalu Douglas juga menculik Sam untuk menjadikannya murid. Namun ternyata Douglas mengambil perhitungan yang salah, Sam jauh lebih kuat daripada yang Douglas kira meski Sam tidak menyadari kemampuannya sendiri. Hidup Sam dalam bahaya, juga gadis hibrid yang dipenjara bersamanya oleh Douglas. Dan sepertinya Douglas sedang menyiapkan rencana kotor yang tersembunyi. Bisakah Sam menyelamatkan diri? Atau justru Douglas yang akhirnya memenangkan kekuasaan?
Hold Me Closer, Necromancer adalah novel yang banyak direkomendasikan teman-teman saya. Tadinya ketika mendengar kata necromancer, yang ada di bayangan saya adalah sejenis dengan ceritanya John Dee di Nicholas Flamel atau kaya film Ghost Rider yang bisa berhubungan dengan arwah-arwah. Ternyata novel ini jauh dibandingin sama cerita-cerita yang pernah saya baca tentang ”hal dunia hitam”. Gaya penulis menceritakan hidup Sam penuh dengan humor yang khas Amerika. Meski ceritanya cukup drmatis alias penuh darah-mayat-arwah dan berkesan penuh ilmu hitam, tapi pembawaannya yang ada di jaman modern begini malah jadi seru kalo dibayangin beneran. Sayangnya typo di buku ini masih perlu dibenahi, kesalahan penulisan tokoh (Ramon jadi Sam), dan beberapa kesalahan eja cukup membuat nggak nyaman waktu baca. Tapi overall, buku ini ceritanya keren, seru, ada romantisnya juga meski rada ”vulgar”. Wajib dibaca bagi penggemar YA atau penggemar fiksi fantasi. :)
Agustus 26, 2011

Arsene Lupin



Penulis : Edgar Jepson dan Maurice LeBlanc
Penerbit : Bukune
Tebal : 306 halaman, paperback
Cetakan Pertama : Juli 2011
Desainer Sampul : Gita Mariana
ISBN : 602-220-006-7
ISBN-13 : 978-602-220-006-2
Monsieur Gournay-Martin adalah orang kaya yang terkenal di lingkungan kebangsawanan Perancis. Putrinya, Mademoiselle Germaine akan menikah dengan Duke Charmerace, Bangsawan muda yang kaya raya, eksentrik dan suka petualangan. Setelah sempat dikabarkan hilang dalam perjalanannya ke Kutub Selatan, Duke Charmerace kembali setelah perjalanannya selama 7 tahun. Pernikahan ini akan diselenggarakan secara besar-besaran, Sonia Kritchnoff, pelayan Mademoiselle Germaine bertugas menuliskan undangan yang bertumpuk-tumpuk banyaknya untuk para Tamu yang akan datang ke pesta pernikahan Majikannya. Germaine adalah seorang wanita manja yang tidak menarik, berbeda dengan Sonia, seorang wanita dengan kulit bersih dan terang dan dengan kesabaran luar biasa dalam melayani majikannya yang angkuh dan ketus ketika berbicara.
3 Tahun lalu, Arsene Lupin, seorang pencuri terkenal yang diburu oleh polisi Perancis telah mencuri Lukisan-lukisan berharga, hiasan dinding, lemari dan jam dinding milik Monsieur Gournay-Martin. Kali ini Sang Pencuri itu kembali lagi dengan mengirim surat yang memberitahukan bahwa Lupin akan mencuri harta berharga milik Gournay-Martin yang berada di Rumah Monsieur di Paris besok pagi. Kehebohan terjadi, Gournay-Martin yang trauma akan pencurian 3 tahun lalu kelabakan dan bergegas untuk pergi ke Rumahnya di Paris tersebut, apalagi di antara koleksinya juga terdapat Mahkota Princesse de Lamballe yang sangat berharga.
Tetapi keberuntungan tak berada di pihaknya. Mobilnya hilang, yang tersisa hanya sebuah mobil bertenaga 100 kuda yang kecil. Maka Duke Charmerace diperintahkan oleh Monsieur Gournay-Martin untuk berangkat ke Paris duluan mengendarai mobil itu. Setelah sampai Paris, Duke harus segera mencari Monsieur Guerchard, Detektif yang menjadi musuh bebuyutan Lupin dari dulu. Sementara Monsieur Gournay-Martin, Germaine dan Sonia akan berangkat naik kereta belakangan.
Sesampainya di Paris, Duke Charmerace segera mencari Monsieur Guerchard. Kejutan telah menanti mereka di kediaman Monsieur Gournay-Martin di Paris. Pencurian Lupin masih berlanjut, bahkan kehadirannya menjadi Misteri. Seorang di antara orang kepercayaan Monsieur Gournay-Martin adalah mata-mata Lupin, tapi benarkah begitu? Atau jangan-jangan Lupin sendiri lah yang menyamar menjadi salah satu dari mereka? Berhasilkah Guerchard kelak menangkat Sang Pencuri ulung itu ?
Sebuah novel misteri yang sayang untuk dilewatkan :)
Alur cerita yang cepat membuat saya betah membaca buku ini berlama-lama. Apalagi rasa penasaran yang ditimbulkan kalau sedang membaca novel detektif seperti ini. Akankah berhasil dicuri ? Siapa pencurinya ? Seperti apa Lupin sebenarnya ? Pertanyaan-pertanyaan itu terus menggentayangi saya waktu membaca buku ini. Sayangnya typo di buku ini masih bertebaran dan cukup mengganggu, juga adanya ketidakkonsistenan penulisan judul bab di Daftar isi dengan Judul di halaman sebenarnya. Buku ini terdiri dari 23 bab, tak lupa ada kisah romance yang mewarnai serunya perburuan Sang Lupin. Dan covernya, saya jatuh cinta terhadap covernya yang sederhana namun terkesan misterius ini.
Sekilas tentang Arsene Lupin
Maurice LeBlanc

Maurice Leblanc (1864-1941) adalah pencipta tokoh Arsene Lupin. Seorang pencuri yang mencuri dari orang-orang kaya dan terkadang dikembalikan ke rakyat miskin. Ada 20 seri Kisah Lupin yang Leblanc tulis. Lupin pertama kali muncul di majalah Je Sais Tout, No. 6 tertanggal 15 Juli 1905. Awalnya ia disebut Arsene Lopin, tetapi seorang politisi lokal memprotes kesamaan nama tersebut, hingga akhirnya Tokoh Lopin itu diganti menjadi Lupin.

Di Negara Perancis, Lupin adalah seorang pencuri yang terkenal sepanjang masa, menyaingi kehebatan Sherlock Holmes di Negara Inggris yang keduanya saling berkebalikan. Holmes yang seorang detektif dengan Lupin yang seorang pencuri. Leblanc mengenalkan Holmes kepad aLupin pada cerita berjudul Sherlock Holmes arrives too late yang diterbitkan di Je Sais Tout No. 17, 15 June 1906. Setelah mendapatkan persetujuan Conan Doyle, namanya diubah menjadi "Herlock Sholmes" ketika cerita Lupin mulai dibukukan. Keduanya juga pernah dipertemukan di game buatan studio Frogwares, di mana pada kisah itu Lupin berniat mencuri harta karun Inggris yang berharga.

Di serial Detective Conan, Nama Lupin juga pernah muncul di dalam serial yang berjudul Lupin the 3rd Vs Detective Conan pada Maret 2009 silam. Lupin III disini dikisahkan merupakan cucu dari Arsene Lupin, ia seorang pemuda campuran Jepang-Perancis. Tokoh Lupin III ini sudah muncul sejak lama, tokoh ini diciptakan oleh Monkey Punch di Weekly Manga Action pada Agustus 1967. Meski menurut saya pribadi, penampilan Kaito Kid lebih mirip Arsene Lupin daripada kemiripan Lupin III dengan kakeknya -__-“
Arsene Lupin juga sudah difilmkan lebih dari 20 judul, diantaranya diproduksi di Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Meksiko dan Perancis. Fil Lupin yang baru-baru ini dikeluarkan adalah pada tahun 2004 dengan dibintangi Romain Duris dan pada 2011 oleh Jepang dengan diperankan oleh Koichi Yamadera.
Arsene Lupin, Film Tahun 2004

Agustus 24, 2011

Sang Pahlawan : Heroes of The Valley


Penulis : Jonathan Stroud

Tebal : 488 halaman, paperback

Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama

Cetakan Pertama : April 2011

ISBN : 978-979-22-6959-8


Ini kisah tentang Pahlawan di suatu lembah dimana 12 klan hidup berdampingan. Tersebutlah Halli Sveinsson, keturunan dari Svein sang Pendiri salah satu Klan. Halli lahir di pertengahan musim dingin. Kepercayaan di sana mengatakan bahwa anak-anak yang lahir di pertengahan musim dingin kelak akan menjadi anak yang berkaitan dengan hal-hal gaib dan rahasia.


Di sekeliling Klan-klan, ada deretan makam-makam batu yang memanjang membentuk barisan pertahanan. Tersebutlah Trow, jenis makhluk yang tidak ada satupun orang yang benar-benar pernah melihatnya. Trow adalah makhluk yang paling ditakuti di seluruh penjuru lembah. Cerita akan pertarungan para penguasa Klan dengan Trow di masa lalu terus diceritakan turun-temurun. Pantangan dinyatakan terang terangan, bahwa tidak ada seorang pun yang boleh melewati makam batu setelah matahari terbenam. Trow berkeliaran dan semua yang nekad melanggar peraturan itu telah dikabarkan hilang. Makam-makam batu itu adalah makam orang-orang yang dahulunya hidup di Klan, saat hidup mereka mengabdi pada Klan, dan setelah mati kehormatan besar juga disematkan kepada mereka. Makam mereka akan menjaga Lembah agar Trow tidak bisa memasukinya.


Peta Lembah dan Kediaman 12 Klan


Halli tumbuh menjadi anak yang terkenal sering membuat keonaran. Ia tak bisa diam, nekad dan ceroboh. Ia selalu penasaran akan keberadaan Trow dan kagum akan cerita-cerita kepahlawanan Svein jaman dulu. Ia selalu ingin menjadi pahlawan seperti Svein, bertempur melawan Trow, melebarkan kekuasaan Klan dan menjadi sosok yang disegani semua orang.


Suatu hari terjadi tragedi, ketika Klan Harkon berkunjung ke Kediaman Klan Svein, Olaf adik dari pemimpin Klan Harkon membunuh Brodir, Paman Halli. Halli yang menyaksikan pembunuhan itu menjadi geram, ia berniat menuntut balas terhadap Klan Harkon. Darah dibalas dengan darah, Maka kematian Brodir harus dibalas dengan kematian pembunuhnya. Tetapi orangtuanya melarangnya, ini akan diselesaikan Dewan Hukum, Klan Harkon akan dimintai gantirugi berupa tanah, setelah itu selesai semua perkara.


Bukan Halli namanya kalau ia menerima begitu saja peraturan. Semangatnya untuk berkelana yang sudah lama terpendam akhirnya meluap, ia akan berjalankaki ke Lembah Bawah, ke Klan Harkon di dekat Laut untuk menuntut balas. Sudah saatnya Sang Pahlawan dilahirkan kembali, dan ia lah yang akan menjadi pahlawan tersebut.


Namun sanggupkah Halli bertahan dalam perjalanannya yang kelak melelahkan itu? Sanggupkah ia membunuh Olaf Harkonsson, dan kembali sebagai Sang Pahlawan? Lalu bagaimana dengan para Trow, mungkinkah suatu saat Halli bisa melihat makhluk seperti apa mereka sebenarnya?


Buku yang terdiri dari 4 Bab ini entah mengapa waktu awal membaca, ketertarikan saya sempat berkurang. Baru setelah di Bab 3 mulai terasa petualangannya. Tokoh Halli yang di awal cerita sering mendapat masalah juga diceritakan dengan baik, sampai saya cukup menganggap ia benar-benar Halli yang menyebalkan. Kisah yang berlatarkan suasana kepahlawanan ini menurut saya akan bagus bila dijadikan film. Tidak seperti Karya Stroud sebelumnya, Bartimaeus yang penuh visual efek kalo dijadikan film, Sang Pahlawan ini lebih mudah dibayangkan latar ceritanya. Sayangnya dari awal saya sudah sedikit kecewa, balas dendam bukanlah topik yang saya suka sebenarnya. Tapi saya menuntaskan membaca dan mendapati kecerdikkan Halli di akhir cerita.


Ternyata Ia tak semembosankan yang saya duga. :)


Dan untuk website bukunya, bisa berkunjung ke http://www.heroesofthevalley.co.uk/the_book.html

Agustus 21, 2011

The Necromancer , The Secrets of The Immortal Nicholas Flamel #4


Penulis : Michael Scott
Penerbit : Matahati
Cetakan Kedua : Februari 2011
Tebal : 492 Halaman

Bagi yang belum membaca 3 seri sebelumnya..Awas Spoiler!!

Resensi ini hanya diperuntukkan bagi yang telah membaca seri 1-3 nya.

Akhirnya Josh dan Sophie pulang ke Rumah Bibi Agnes di Sacramento Street. Rasanya sudah lama sekali mereka meninggalkan rumah, meski tepatnya belum ada seminggu sejak kepergian mereka bertualang bersama pasangan Flamel. Saat sampai di rumah, kejutan rupanya tak henti juga mendatangi mereka. Kali ini seorang yang mirip sekali dengan Scathach. Tunggu sebentar, bukankah seharusnya Joan dan Scathach hilang di gerbang Ley? Ah ya, tentu akan lebih seru kalau kalian baca sendiri kisah sebenarnya.
Ternyata Josh dan Sophie masih harus segera mempersiapkan diri setelah pembangkitan aura keduanya, Josh si Emas harus segera menguasai Sihir Api. Kali ini pilihan Tetua yang akan mengajarinya adalah Prometheus, Ayah dari semua Humani. Dari auranya lah para Humani dibangkitkan.
Di tempat lain, Dee telah merencanakan rencana kotor lainnya. Setelah ia dijadikan buronan oleh para Tetua, kehidupannya berada di ujung bahaya. Tapi Bukan Dee namanya kalau tidak memiliki rencana sempurna lainnya. Ia akan membangkitkan Coatlicue, monster yang akan menyerang semua Tetua sementara Dee akan menguasai dunianya sendiri.
Sementara itu rahasia-rahasia mengenai Perenelle dan Nicholas semakin terungkap. Kerumitan dari kebohongan yang dilakukan pasangan Flamel akhirnya mengancam keselamatan Si Kembar. Dan Machiavelli sedang bersiap-siap melepaskan seluruh monster di Alcatraz ke dunia manusia. Masih adakah yang bisa diselamatkan?
Seri keempat ini cukup seru, meski awalnya cenderung membosankan karena munculnya beberapa tokoh baru lagi. Alurnya terasa terlalu cepat, 4 buku terjadi dalam waktu kurang dari seminggu. Padat, bahkan terkesan terlalu kompleks. Tapi pada intinya saya suka sejarah yang dimasukkan ke dalamnya. Ini membuat saya bertanya-tanya, mungkinkah Indonesia suatu saat juga bisa dijadikan latar cerita seperti ini, ya? Negeri kita kan kaya Legenda dan tempat-tempat eksotis.. Tiga/Lima bintang untuk seri empat ini :)

The Last Narco : Memburu El Chapo, Raja Narkoba Paling Dicari di Dunia



Judul Buku : The Last Narco : Memburu El Chapo, Raja Narkoba Paling Dicari di Dunia

Penulis : Malcolm Beith

Penerbit : Serambi

Tebal : 495 halaman

Cetakan I : Juli 2011


Ini adalah kisah tentang El Chapo, raja narkoba yang paling berkuasa di Meksiko. Buronan yang paling dicari oleh Interpol di seluruh dunia. Chapo, atau yang memiliki nama asli Joaquin Archivaldo Guzman Loera lahir pada 4 April 1957 di La Tuna de Badiraguato, Sinaloa. Ia tumbuh di keluarga petani yang miskin tanpa adanya peluang untuk mengenyam pendidikan maupun mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan yang layak.


Tapi hidup telah mengubahnya, setelah berkenalan dengan kartel narkoba dan memiliki sifat yang ingin berkuasa, saat ini ia dianggap sebagai salah satu orang terkaya di dunia. Bahkan majalah finansial terkemuka Forbes menempatkan Chapo ke dalam daftar miliarder tahunan mereka pada tahun 2009.



Kartel Sinaloa, yang dikuasai Chapo, diyakini bertanggungjawab terhadap distribusi kokain dalam jumlah besar di Eropa, Amerika Latin dan Afrika Barat. Anehnya berbagai cobaan penagkapan Chapo seringkali berakhir dengan kegagalan. Hal ini menimbulkan bisik-bisik yang menyebutkan adanya permainan kotor pemerintah, bahkan juga tangan para penegak hukum. Pernah pada 22 November 1995, Chapo dijeboskan ke dalam penjara, tapi dengan kekuatannya ia mampu melarikan diri dari Puente Grande, ia bertransaksi dengan “sistem” di dalam penjara.


Meski Kartel Chapo begitu berkuasa, seringkali ia berseteru dengan kartel lainnya untuk berebut wilayah kekuasaan. Kepala yang bergelindingan, bom-bom dan senjata-senjata laras panjang yang dibunyikan sudah tak asing lagi bagi warga sekitar. Itu adlah pemandangan biasa dalam hidup mereka, hidup yang suram dan pemerintah selalu diam. DEA, Badan Anti Narkoba Amerika Serikat juga memburu Chapo dan kroni-kroninya. Kartel Meksiko diyakini telah menyelundupkan banyak kokain dan heroin ke California, Texas dan pantai timur Amerika Serikat. Sayangnya, seperti yang sudah bisa ditebak, penangkapan Chapo masih sulit dilakukan. Bahkan tak sedikit korban dari DEA jatuh akibat perang dengan kartel-kartel saat melakukan penyelidikan.


Tak hanya lewat kekerasan, Chapo juga mendistribusikan narkobanya dengan cerdas. Ia mendistribusikan Obat-obatan haram itu dengan membuat lorong bawah tanah sepanjang 60 meter dari sebuah gudang ke rumah pengacara Chapo di Sonora. Kali lain dia mendistribusikannya lewat kaleng-kaleng bekas makanan. Ambisinya untuk menjadi yang paling berkuasa dan tidak merasakan pahitnya kemiskinan telah menjadikannya bertangan dingin.

Korban terus berjatuhan, sementara Chapo terus mengembangkan wilayah kekuasaannya. Tapi dapatkah buronan ini bisa ditangkap?


Ini buku Biografi pertama yang saya baca, ketegangan dan konflik yang ada di dalamnya pada awalnya cukup seru untuk dilanjutkan. Fakta-fakta mengenai perang perdagangan Narkoba juga diceritakan dengan lengkap. Bagi pencinta dunia konflik, korupsi dan perseteruan berdarah dan Novel biografi, yg satu ini harus masuk dalam daftar buku yang anda baca. Sayangnya novel ini kurang banyak dialog di dalamnya. Fakta mengenai kartel narkoba juga kurang saya nikmati, tapi bisa jadi buku yang tidak saya suka ternyata malah anda suka kan? :)


Sekilas tentang Malcolm Beith, Sang penulis



Malcolm Beith adalah seorang penulis yang menetap di Meksiko City. Ia menulis tentang perang narkoba untuk Newsweek, Slate, World Politics Review dan Jane’s Intelligence Weekly. Selain itu dia juga menjadi kontributor untuk Foreign Policy dan Soldier of Fortune. Ia pernah menjadi editor The News, harian nasional Meksiko yang berbahasa Inggris. Beith juga pernah menjadi editor Newsweek International, di mana ia mendapatkan pengalaman reportase di Irak, Haiti, Meksiko dan Kolombia. Artikelnya yang mengupas mengenai Irak diganjar Clarion Journalism Award oleh The Assocoation of Women in Communications.

Agustus 18, 2011

Kuantar Ke Gerbang


Penulis : Ramadhan K. H
Cetakan Pertama : Maret 2011
Penerbit : Bentang Pustaka
Tebal : 432 halaman, Soft cover
ISBN : 978-602-8811-32-3

Ini adalah sejarah, kisah cinta Ibu Inggit dengan Bung Karno, kisah perjuangan saat masa penjajahan Belanda, ketika penjajahan Jepang, perjuangan Bangsa Indonesia menuju kemerdekaan.

Sejujurnya, ketika mendengar nama istri Bung Karno, maka yang terlintas di benak saya hanya Ibu Fatmawati, wanita yang menjahit bendera kebangsaan kita untuk dikibarkan pada saat proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 silam. Buku ini memberitahu saya, bahwa tersebutlah Ibu Inggit Garnasih, Istri Bung Karno yang menjadi Ibu, kekasih, dan kawan seperjuangan Bung Karno.
Cerita ini diawali ketika Ibu Inggit dan suaminya, Sanusi, menerima Kusno untuk tinggal di rumah mereka di Bandung. Kusno adalah seorang studen, mahasiswa ITB, yang dititipkan oleh H.O.S Tjokroaminoto untuk belajar di Bandung, sedangkan tempat tinggalnya menumpang pada rumah Ibu Inggit dan suami.

Rumah Ibu Inggit di Bandung, sekarang di Jl. Inggit Ganarsih No. 8
Kusno yang demikian dekat dengan Ibu Inggit, akhirnya menyatakan cinta kepada nyonya rumah itu. Cinta itu disambut juga oleh Ibu Inggit, meski saat itu ia masih berstatus sebagai istri dari Sanusi. Suatu ketika, Kang Uci yang telah berbicara dengan Kusno, menyetujui perceraian antara ia dengan Ibu Inggit, dengan ketentuan Ibu Inggit harus jadi menikah dengan Kusno, segera.
“Akang rido. Kalau Eulis menerima lamaran Kusno itu dan kalian berdua nikah.” – Hal. 38
Maka setelah idah, menikahlah Ibu Inggit dengan Sukarno tak peduli dengan perbedaan umur dimana Ibu Inggit jauh lebih tua. Rumah tangga mereka diliputi kehangatan dan saling menolong. Kusno yang masih studi, menjadikan Ibu Inggit tidak bisa menjadikan Kusno sebagai tulang punggung keluarga. Meskipun begitu, Ibu Inggit ikhlas memenuhi kebutuhan rumah tangga dari usahanya sendiri. Yang ada di pikirannya saat itu hanyalah satu : Kusno harus cepat menyelesaikan sekolahnya. Mesti jadi Insinyur!!
”Aku memberikan cinta, kehangatan, hormat, ketulusan. Aku tenggelamkan diriku pribadi, Aku hilangkan kepentinganku sendiri. ” – Hal. 46

Surat nikah Bung Karno dan Ibu Inggit
Jelas Ibu Inggit mencintai Kusno, mendorong dan memujanya. Ibu Inggit benar menjadi kawan yang menguatkan Kusno, menemani dan mendorongnya dalam politik, dan selalu mengingatkannya untuk benar studi dan menyelesaikan kuliahnya dengan segera.
Suatu hari, Ibu Inggit dan Kusno merawat bayi kemenakan Ibu Inggit. Orang tua bayi itu setuju, dan Kusno terlihat senang sekali. Bayi itu diberi nama Ratna Djuami oleh Kusno, dengan panggilan kesayangan Omi.
Sebagai seorang penggerak politik, Kusno tentu tak lepas dari jeratan bui. Ketika mengadakan perjalanan ke Yogyakarta, ia ditahan bersama beberapa orang lainnya oleh tentara Belanda, lalu dikirim ke penjara di Bandung, di bui Banceuy. Ibu Inggit setiap hari selalu mengunjungi penjara, mencari tahu keadaan suaminya, membawakan makanan kesukaannya, membawakan koran, dan menguatkan diri untuk bertahan hidup di tengah kondisi pelik seperti itu. Sebulan lamanya Ibu Inggit terus berusaha dan akhirnya diberi kesempatan untuk bertatap langsung dengan suaminya yang masih berstatus tahanan itu. Keputusan peradilan yang belum juga dijatuhkan, jauhnya dari kehidupan sehari-hari yang biasanya penuh dengan diskusi, orasi di sana- sini dan keadaan penjara yang tak nyaman membuat Kusno mulai kecil hati. Saat itulah, Ibu Inggit terus menguatkan Kusno, kesayangannya, untuk terus berjuang, pantang luntur semangat.
29 Desember 1931, akhirnya Bung Karno dibebaskan. Setelah proses peradilan yang tak adil, kurungan 2 tahun di bui, dipindahkan ke penjara Sukamiskin yang lebih jauh dari kota, akhirnya Ibu Inggit bisa bernapas sedikit lega karena bisa bersatu lagi dengan kekasihnya.
Hari-hari berikutnya diisi dengan perbincangan politik, rapat di sana-sini dan seringnya Ibu Inggit dan Omi juga ikut menemani Kusno ke mana-mana. Hingga suatu hari, Kusno dijebloskan lagi ke dalam bui. Pemerintah Belanda telah memutuskan bahwa Soekarno akan dibuang ke Ende, Flores.
Rumah Tahanan Bung Karno di Jl. Perwira, Ende.


”Jangankan ke pembuangan, sekalipun ke dasar lautan aku pasti ikut. Kus jangan waswas mengenai itu. Jangan ragu akan kesetiaanku” – Hal. 265
Maka ikutlah Ibu Inggit dan Omi menemani Bapaknya ke Ende, pulau kecil yang terasing dan jauh dari Pulau Jawa. Di sana mereka mengangkat seorang anak lagi yang bernama Kartika. Utamanya sebagai teman main Omi yang jauh dari teman-teman sebayanya. Pemerintah setelah beberap lamanya akhirnya memutuskan pembuangan Bung Karno ke Bengkulu. Maka ikut sertalah mereka semua pindah ke Bengkulu. Kelak di Bengkulu ini perseturuan rumah tangga Ibu Inggit dan Kusno dimulai, dengan hadirnya wanita baru dalam hidup mereka, Fatmah atau yang biasa kita kenal dengan Fatmawati.
Rumah Tahanan Bung Karno di Bengkulu, sekarang di Jl. Soekarno Hatta, Bengkulu
Kesetiaan Ibu Inggit mendampingi Bung Karno di masa awal perjuangannya menjadikan saya salut akan keteguhan dan kesetiaannya. Seorang wanita yang mampu berperan menjadi Ibu, Kekasih dan Kawan di saat kapanpun dibutuhkan. Terlebih ia mandiri secara ekonomi, tidak bergantung kepada pemberian suami. Sebuah buku yang menggugah dan memperingatkan saya sebagai wanita, sebagai suami dan sebagai seorang Ibu...

Untung Surapati


Penulis : Yudhi Herwibowo

Penerbit : Metamind – Tiga Serangkai

Cetakan pertama : Februari 2011

Tebal : 660 halaman

ISBN : 978-602-98549-1-6


Perjalanan ini dimulai dengan dipilihnya dua orang budak anak-anak di pasar Banten oleh Kapitein Van Beber, perwira VOC senior yang sebelumnya bertugas di Makasar. Kepindahannya ke Batavia membuat ia membutuhkan budak untuk membantu mengangkut barang-barang dan keperluan lainnya. Namun setibanya di Batavia, kehadiran dua budak anak-anak itu sudah tidak dibutuhkan lagi, maka ia memberikan budak-budak itu kepada seorang sahabatnya, saudagar dari Belanda yang bernama Mijnheer Moor.


Mijnheer Moor memiliki seorang anak perempuan bernama Suzanne, kedua budak anak-anak yang diketahui bernama Si Pande dan Si Kurus itu dengan cepat menjadi teman bermain bagi Suzanne. Nona kecil itu yang tadinya sakit-sakitan berubah menjadi periang dan semakin sehat, kehidupan si Pande dan Si Kurus pun berubah menjadi jauh lebih layak, karena mereka lebih banyak diperintahkan untuk menemani Juffrouw Suzanne bermain daripada bekerja keras sebagai budak.


Suatu hari, si Pande melarikan diri dari rumah Mijnheer Moor, ia menginginkan kebebasan sepenuhnya, meninggalkan Si Kurus yang memang tidak mau diajak pergi bersamanya. Dari hari-hari itulah, Si Kurus mulai menghabiskan harinya berdua saja dengan Suzanne. Ketika Si Kurus tinggal di rumah Mijnheer Moor, hari-hari penuh keberuntungan selalu memayungi Mijnheer Moor, ini yang membuat Mijnheer Moor memutuskan untuk memberikan nama bagi anak laki-laki itu bukan dengan sebutan Si Kurus lagi, tetapi berubah menjadi Untung.


Persahabatan yang dijalani Suzanne dan Untung berdua saja tak urung menanamkan benih-benih cinta diantara keduanya, meski akibatnya Mijnheer Moor marah besar dan menyiksa Untung dengan menjebloskannya ke dalam penjara bersama tahanan lainnya. Tapi Suzanne demikian besar memperjuangkan cintanya terhadap Kakak sepermainannya itu, maka ia membantu Untung dan seluruh tawanan untuk melarikan diri.


Untung yang kemudian melarikan diri bersama Suzanne, memilih kediaman Ki Tembang Jara Driya yang merupakan guru bela dirinya selama ini sebagai tempat persembunyian. Tetapi akhirnya Untung memilih berpisah dari Suzanne, demi keselamatan mereka berdua yang sudah pasti dikejar oleh pasukan Mijnheer Moor.


Dari pelarian diri inilah, Untung mulai melakukan penyerangan terhadap VOC sedikit demi sedikit. Ia melakukan penyerangan dengan teman-teman yang melarikan diri bersamanya yang telah mengikat janji untuk terus mengikuti Untung kemanapun ia pergi. Peperangan yang satu demi satu terus dilalui Untung dan pasukannya makin meneguhkan namanya sebagai seorang yang ditakuti oleh VOC, disegani para pemberontak lainnya dan dikagumi rakyat jelata. Sementara banyak penguasa daerah yang diam-diam memberikan bantuan kepadanya, tak sedikit pula yang secara terang-terangan menentang Untung dan membela VOC. Mereka menganggap Untung dan gerombolannya hanyalah kelompok kraman (perampok) biasa.


Perjalanan Untung ini berawal dari Batavia, lalu memenuhi janjinya terhadap Pangeran Purbaya untuk mengembalikan istri Pangeran, Raden Ayu Goesik Kusuma ke Kartasura, dan terus melawan VOC dengan bertahan di Pasuruan. Novel sejarah ini alurnya cepat, meski penuh detail kesejarahan, tapi masih bisa membuat kita betah membacanya. Juga terlihat ciri khas tulisan Mas Yudhi yang banyak menyertakan detail tempat atau suasana dan sering menyelipkan keindahan bahasa dalam beberapa bagian cerita,


“Dan bagaimana engkau melukiskan waktu? Mungkin itu bagai walet-walet yang selalu terbang di atas kepala kita, kala senja mulai tiba. Tak pernah benar-benar tersadari. Karena engkau tak akan pernah benar-benr mencoba untuk menghitungnya? “

Sayangnya masih ada beberapa kali ketidak konsistenan penulisan nama, atau kesalahan pengejaan dan beberapa typo yang cukup membuat saya terganggu waktu membacanya. Tapi selain itu, novel ini membuat saya yang tadinya paling ngantuk kalau baca buku sejarah menjadi bersemangat. 4 bintang untuk Untung Surapati!!


Sedikit tentang Untung Surapati dan sastra


Seorang penulis bernama Melati van Java mengangkat kisah Untung Surapati dalam sebuah roman berbahasa Belanda. Roman tersebut berjudul Van Slaaf Tot Vorst, diterbitkan oleh Blom & Olivierse pada tahun 1887 dalam Bahasa Belanda. Melati van Java adalah nama samaran dari Nicolina Maria Sloot, seorang Belanda yang dilahirkan dan pernah menetap selama 18 tahun di Semarang. Selain Melati van Java, Abdoel Moeis juga mengangkat kisah tentang Untung Surapati dalam bentuk roman. Seperti yang telah banyak kita ketahui, Abdoel Moeis adalah pengarang Salah Asuhan, dan pernah menerjemahkan Tom Sawyer Anak Amerika pada tahun 1928.


Karya Melati van Java pada tahun 1898 terbit di tanah Hindia, diterjemahkan oleh FH Wiggers. Wiggers dikenal sebagai jurnalis peranakan Eropa yang memelopori produksi karya-karya sastra di negeri ini. Tapi sayangnya saya belum berhasil menemukan referensi lainnya yang menyebutkan tentang roman sejarah ini.


Ya, seperti kisah manusia pada umumnya, demikian juga dengan kisah pejuang. Selalu ada roman yang mengiringi jejak-jejak mereka yang bersejarah...

Agustus 13, 2011

Cinta Tak Pernah Mati


Penerbit : Serambi
Penerjemah : Atta Verin dan Anton Kurnia
Cetakan I : Juni 2011
ISBN : 978-979-024-357-6
Akhirnya karena rasa penasaran sedemikian besarnya, saya memutuskan membaca buku ini. Seperti para reviewer buku sebelumnya yang mengatakan bahwa buku ini kereen, pada kenyataannya menurut saya buku ini benar-benar kereen. Baiklah, mungkin juga karena penulisnya adalah pengarang-pengarang terkemuka dari berbagai belahan dunia, Jepang, Prancis, Norwegia, Rusia, Inggris, Irlandia, India, Amerika Serikat dan Swedia. Lihat? Anda bisa berkeliling dunia hanya dnegan membaca satu buku kaya warna ini. Kumpulan cerita ini memberi makna baru akan ”cinta” dalam kamus hidup saya. Seperti di pandu oleh para penulisnya, saya menemukan makna cinta yang lain, bukan sekadar kisah pria wanita pada umumnya.
Sebuah cerita dengan judul Cinta Tak Pernah Mati diceritakan dalam buku ini oleh Honore de Balzac, ini kisah cinta istimewa antara seorang tentara dengan seekor macan betina di gurun pasir terasing. Kisah cinta keduanya berawal dari ketakutan si tentara yang akhirnya malah membuatnya mencintai macan betina yang ditemuinya di gurun. Cerita yang menarik juga diceritakan oleh Rudyard Kipling, dengan judul Hantu Mantan Kekasih. Penulis The Jungle Book (1894) ini menceritakan bagaimana kisah cinta masih tetap abadi, bahkan hingga maut memisahkan. Cara penceritaannya cukup membuat saya merinding, saya larut dalam ceritanya.
Kisah lainnya diceritakan Leo Tolstoy, dengan judul Kebahagiaan. Kisahnya tentang sepasang suami isteri yang menemukan kebahagiaan justru ketika seluruh hartanya habis dan mereka menjadi miskin. Bagaimana bisa? Temukan sendiri jawabannya dalam cerita ini.
Cerita cinta antara suami isteri yang tak biasa juga diceritakan dalam buku ini. Dalam judul Perkawinan, August Strindberg mengajak kita menemui pasangan suami isteri yang unik. Mereka menyewa tiga ruangan, di mana satu untuk Sang Suami, Satu untuk Sang Isteri dan satu lagi untuk studio tempat mereka bekerja. Bagaimana bisa mereka bertahan dalam bentuk pernikahan seperti itu? Strindberg menceritakannya dengan akhir yang tidak diduga.
Kalau saya harus memilih yang mana yang menjadi favorit saya, saya rasa sangat sulit. Setiap pengarang menceritakannya dengan gaya mereka masing-masing. Dengan keistimewaan makna cinta yang luas, saya rasa buku ini wajib dibaca, apalagi bagi Anda yang memiliki rasa ”cinta” terhadap karya sastra dan bagi Anda yang mencoba mencari makna ”cinta”. Selamat membaca, dan mohon jangan salahkan saya kalau Anda jadi penasaran sama buku ini, sebab buku ini memang layak membuat Anda penasaran !!
Agustus 11, 2011

The Boy Who Ate Stars

Pengarang : Kochka

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Tebal : 104 halaman, paperback

Agustus, 2008

ISBN – 10 : 979-22-3927-8

ISBN -13 : 978-979-22-3927-0


Ini kisah tentang seorang gadis berusia 12 tahun bernama Lucy dengan temannya bernama Theo, bersama anjing kenalannya bernama Francois dan anak istimewa bernama Matthew. Kisah ini dimulai di Paris, di flat No. 11 di Rue Merlin, rumah Lucy. Ia dan keluarganya baru saja pindah ke flat tersebut, dan ia berencana berkenalan dengan seluruh tetangganya. Sebuah rencana yang fantastik telah disusunnya sampai suatu hari, ia bertemu Matthew.


Lucy memutuskan pergi ke lantai atas flatnya setelah semalam terdengar ada keributan kecil di sana. Di flat di lantai lima, sebuah gambar anak dengan telinga yang besar seperti telinga Gajah dan dua tangan yang besar seperti sayap ditempel di depan pintu. Lucy membunyikan bel dan seorang wanita membukakan pintu sambil tersenyum ramah. Di belakangnya terlihat seorang anak laki-laki tampan tiba tiba melesat melompat naik ke atas tubuhnya. Ia menggerakkan jari-jarinya di atas kepala Lucy, memainkan rambut Lucy. Wanita yang tadi membukakan pintu datang, menarik tubuh anak laki-laki itu dan menggantikan kepalanya untuk dipermainkan bocah itu, sebagai ganti kepala Lucy. Sebentar kemudian, Lucy berpamitan pulang, ia masih tidak paham apa yang terjadi dengan anak laki-laki itu.


Keesokannya Lucy bertemu lagi dengan Marie, wanita yang membukakan pintu di flat atas semalam, dari Marie ia mengetahui anak laki-laki itu adalah putranya yang bernama Matthew. Dia Autistik. Semenjak itu Lucy yang begitu penasaran akan arti autistik mulai mencari makna kata tersebut, sayangnya ia tidak puas dnegan makna dari kamus yang diberitahukan Ayahnya. Maka ia mendekati Matthew, Lucy tahu anak laki-laki itu istimewa sejak pertama kali mereka berjumpa.


Perjalanan Lucy tidak hanya mencoba mengenal dan membantu Matthew bersosialisasi. Seekor anjing milik kenalan orang tuanya, Francois nama anjing itu, juga masuk dalam agenda Lucy. Lucy harus menjadikan anjing itu sebagai anjing sebenarnya, menyalak dan bertingkah laku seperti anjing pada umumnya. Maka Lucy melakukannya bersama sama, ia membantu Matthew, mengajarkan Francois dan mengisi hari-hari dengan catatan catatan pengalamannya. Dari sini ia menemukan pengertian baru mengenai autistik, pengertian yang sama sekali berbeda dengan dalam kamus yang dulu pernah dibacanya.


Buku ini terdiri dari 10 bab, halamannya yang tipis dan huruf yang besar benar-benar memanjakan saya sebagai pembaca. Tidak butuh waktu sehari untuk membacanya. Lucy menceritakan pengalamannya secara sederhana, sehingga mudah mengikuti irama alurnya yang cepat. Banyak pengertian baru yang ditambahkan karena cara melihatnya dari segi pandang anak kecil. Meski begitu, banyak pesan moral yang disampaikan di buku ini, baik tersirat ataupun tersurat.

Salah satu contohnya :


”Kau hanya bisa melihat dengan hatimu, sebab matamu tidak sanggup menangkap apa yang penting”, Hal. 84

Buku yang sederahana namun kaya!! 4 dari 5 bintang untuk buku ini : )

Agustus 10, 2011

Di Antara Kebahagiaan, Cinta dan Perselingkuhan : 25 Cerpen Kahitna



Penulis : Kahitna dan kawan-kawan
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan I : Juli 2011
ISBN : 978-979-22-7287-1

Pertama kali denger buku ini akan diterbetin Gramedia, saya sudah ngincer. Maklum, Lagu-lagu Kahitna selalu ada di playlist "sendu" milik saya. Temanya selalu cinta. Kali ini saya penasaran akan cerita yang ada di dalam kumpulan cerita pendek ini.
Jumlah cerpen yang ada di dalam buku ini ada 25, sama dengan usia Kahitna yang sudah mengakarkan dirinya ke belantara musik Indonesia. 25 cerpen ini ditulis oleh para personil Kahitna, ada juga yang merupakan hasil tulisan dari teman-teman dekat dan fans mereka. Judul yang diambil juga merupakan judul-judul dari berbagai lagu yang telah dirilis mereka sebagai grup musik.

Judul pertama, Aku Dirimu Dirinya menceritakan tentang kisah cinta segitiga. Sama seperti beberapa kisah lain di buku ini, sebagian besar memang menceritakan tentang perselingkuhan atau tentang adanya orang ketiga. Seperti pada cerpen Untukku dan Bila Saya. Tapi tak melulu cinta perselingkuhan yang menjadi tema. Kesetiaan juga menjadi dasar dari beberapa cerita di buku ini, sebut saja kesetiaan seorang suami yang ditinggal pergi istrinya pada Suami Terbaik atau pada cerpen Tak Mampu Mendua.
Tentu saja yang dibahas bukan hanya cinta antara sepasang kekasih, pria dan wanita. Pada cerpen Everybody Need Somebody juga disisipkan tentang pencarian Tuhan dalam diri seorang tokohnya. Pada cerpen Takkan Terganti, menceritakan betapa tidak tergantikannya Ibu dalam hidup kita sebagai seorang manusia.
Sayangnya penulisan kata ganti orang di dalam beberapa ceritanya masih kurang pas. Terkadang penulis menuliskan nama tokoh, tapi kemudian ia menulis kata ganti aku untuk menggantikannya. Tapi keseluruhan isi cerpen dalam buku ini benar-benar puitis. Mungkin nggak sepuitis lagu, tapi pilihan diksi dan penempatan kata yang membentuk rima di tulisan-tulisan mereka, entah mengapa membuat saya betah membacanya lama-lama. Menikmatinya sejenak tidak tergesa gesa melangkah ke halaman selanjutnya.
Favorit saya cerpen Soulmate, milik Dhewi Bayu Larasati. Meski endingnya singkat *namanya juga cerpen*, tapi cerita ini paling bertahan di pikiran saya. Cerpen Tiamo Milik Carlo Saba juga bagus menurut saya. Atau cerpen Permaisuriku yang berakhir tragis juga bagus. Aah, entahlah, baca saja dan tentukan sendiri yang mana favorit anda. Setuju? :)
Agustus 06, 2011

Libri di Luca


Penulis : Mikkael Birkegaard

Penerbit : Penerbit Serambi

Tebal : 588 halaman, soft cover

Cetakan III : April 2010

ISBN : 978-979-024-178-7


Kisah Libri di Luca berawal dari sebuah toko buku di Distrik Vesterbo di Kopenhagen, Denmark. Pemilik toko buku itu, Luca Campelli ditemukan terjatuh dari balkon dan meninggal dengan dugaan karena mengalami serangan jantung. Karena kematiannya, maka Toko Buku yang bernama Libri di Luca itu beralihtangan menjadi milik anaknya, Jon Campelli. Setelah kematian Ayah yang setelah ia dewasa tidak pernah lagi ia temui, warisan sebuah toko buku terasa sangat memberatkannya. Maka semula ia berniat memberikan toko buku itu kepada asisten Ayahnya selama ini, Iversen. Terlebih Jon terlalu sibuk dengan pekerjaannya sebagai pengacara yang harus menyelesaikan sebuah kasus pembajakan perusahaan tingkat tinggi, Otto Remer nama klien barunya tersebut.


Kematian ayahnya ternyata merupakan awal dari berbagai rahasia yang selama ini disembunyikan Ayahnya dari Jon. Luca ternyata mengikuti Perkumpulan Pencinta Buku, para Lector yang saat membaca buku bisa membuat penekanan sesuai keinginan mereka dan mempengaruhi sikap dan pengalaman para pendengarnya. Perkumpulan ini sedang dilanda konflik dimana akhirnya terbagi menjadi dua kelompok besar, yaitu ”penerima” dan kelompok ”pemancar”. Luca adalah jembatan yang mencoba mengakhiri perselisihan kedua kelompok tersebut dan mencoba menciptakan rekonsiliasi damai, tapi setelah kematiannya, perseteruan ini semakin panas. Apalagi adanya dugaan bahwa Luca meninggal karena dibunuh. Pertanyaannya adalah siapa yang membunuh Luca?


Disinilah Jon berperan, ia harus menemukan pembunuh Luca, dan di tengah penyelidikannya ia menemukan adanya pengkhianat dalam Perkumpulan Pencinta Buku. Bersama dengan Katherina, Ivversen dan anggota perkumpulan lainnya, ia mencoba mengungkapkan kebenaran demi kebenaran dari rahasia rahasia yang ia temui. Sementara karir pekerjaannya merosot tajam, ia diancam oleh klien barunya, tapi bukan tentang kasus pengacaranya. Ini tentang Libri di Luca. Mengapa kliennya begitu menginginkan Libri di Luca? Siapa sebenarnya yang membunuh Luca dan mengancam keselamatan para Lector lainnya? Jon harus memecahkan ini semua sebelum terlambat, bahkan ia sendiri tidak sadar, sebuah rencana jahat telah dirancang juga untuk menjebaknya.


Secara keseluruhan, cerita ini cukup unik, adanya perkumpulan pencinta buku dan dapat mempengaruhi orang lain dari buku yang dibacanya mungkin bagi saya terdengar seperti sebuah hipnotis. Namun berhubung saya juga belum pernah dihipnotis, jadi saya tidak bisa benar-benar membandingkannya. Beberapa typo yang cukup banyak sejujurnya mengganggu saat saya membaca. Padatnya informasi yang diberikan di tiap halaman membuat saya membutuhkan waktu cukup lama untuk bisa memahami detail cerita ini. Terjualnya buku ini 10.000 eksemplar dalam tiga hari mungkin faktor utama yang menghasut saya untuk membaca, terlebih karena ceritanya merupakan tentang para pencinta buku. Meski tepatnya para “penguasa keadaan” hanya dengan sebuah buku. Cerita tokoh ketika di Alexandria juga menurut saya masih terlalu singkat, penggambaran suasananya entah mengapa terasa cepat dan terkesan mudah ditebak. Meski begitu, Libri di Luca adlaah sebuah novel yang kaya akan fakta dan hipotesa. Ini membuat saya berpikir, jangan-jangan benar ada para Lector di sekeliling kita, di dunia kita sebenarnya?


Sedikit tentang Perpustakaan Alexandria di Mesir


.


Perpustakaan Alexandria pada awalnya dibangun ketika pemerintahan Ptolemy I, tahun 323–283 BC. Seperti yang sudah dijelaskan dalam buku ini, Perpustakaan ini pernah menjadi surga bagi dunia literatur dan para pencari ilmu pengetahuan. Sayangnya, banyak koleksinya yang telah dijarah, dibakar dan hilang karena perang. Bibliotheca Alexandrina saat ini telah dibangun dan dikembangkan kembali dalam rangka turut melestarikan literatur yang ada di dunia. Di dekatnya juga dibangun sebuah planetarium berupa bangunan yang berbentuk seperti bola. Yah, membuat saya kepingin banget mengunjunginya..

Agustus 01, 2011

City of Ashes, The Mortal Instrumen #2


Penulis : Cassandra Clare

Penerbit : Ufuk PressTebal : 610 halaman, soft cover

Cetakan Kedua : Agustus 2010

ISBN : 978-602-8801-30-0


Maryse dan Robert Lightwood kembali pulang ke Institut setelah terjadi kekacauan di Kunci, pada buku 1. Mereka mengharapkan Jace untuk tidak tinggal lagi di Institut untuk sementara, terutama ketika Sang Inkuisitor melakukan penyelidikan terhadap semua orang yang pernah dekat dengan Valentine. Menanyai semua anggota Lingkaran setelah pemberontakan dan memastikan bahwa Hukum tidak dilanggar oleh Nephilim.


Valentine yang telah berusaha mendapatkan Piala Mortal, kali ini berusaha mendapatkan Mortal Instrumen kedua, Pedang Mortal dengan membangkitkan Agramon, Iblis yang mampu menampilkan rasa takutmu menjadi kenyataan. Valentine ingin mengubah Pedang Malaikat itu menjadi Pedang Iblis, dengan menggunakan persembahan darah dari bocah-bocah Penghuni Dunia Bawah.


Sementara sesuatu terjadi pada Simon, ia …

Eits, baca sendiri aja kali ya.. Hubungan cinta yang rumit makin menjadi di seri City of Ashes ini, sementara Kunci belum turun tangan Valentine masih terus menyebarkan ketakutan..


Sama seperti seri kedua, masih ada beberapa typo dan mungkin pengartian ke bahasa Indonesia yang sedikit tidak cocok. Misalnya kalimat “berpusing di terowongan” mungkin lebih tepat jadi “berputar di terowongan”. Tapi untuk keseluruhan, Clare mampu menceritakan Novel ini dengan alur yang cepat, menarik dan tidak membosankan meski dengan jenis tokoh yang sudah sering muncul seperti Vampir, Werewolf, Peri, Malaikat.


Jadi nggak sabar baca buku ketiganya :D