Slide Show

Juni 30, 2012

Kalap karena obral?


Karena sedang musim obral buku, saya rasa berbagi cerita tentang ‘kalap’ ini bolehlah saya bagi di blog ini. Ceritanya kemarin sewaktu pulang kuliah, saya duduk di dekat dua ibu-ibu yang sedang bercerita. Dasar sayanya usil, dan memang percakapan mereka juga cukup jelas terdengar, saya ikut menyimak deh..

Ibu I : “kenapa ya Bu, tiap ke Pasar itu kadang malah beli barang-barang yang nggak terlalu penting. Padahal udah bawa daftar, tapi tetep aja belanja yang lain. Apalagi ada diskon, wah kepinginnya itu beli..beli..dan beli…”
Ibu II : “Lhah memangnya dibeli buat apa Bu, kalo nggak ada di daftar?”
Ibu I : “Ya kan mumpung diskon, mumpung murah. Lumayan buat stock. Atau lumayan bajunya bagus, saya belum punya sepatunya, atau apalah. Ada aja pokoknya, Bu.”

Sampai sini saya merasa Si Ibu I itu kok mirip saya ya.. -___-“

Ibu II : “Ya mungkin ibu belum berdoa waktu masuk ke Pasar.”
Ibu I : “Loh, iya ya Bu? Ada doa masuk pasar?”
Ibu II : “Iya Bu.. doanya sederhana kok (lalu Ibu itu membaca doa masuk pasar)”
Ibu I : “Kalau saya berdoa, apa pasti bisa aman dari kalap Bu?”
Ibu II : “Ya nggak ada jaminan nggak kalap, Bu. Tapi kalau Ibu membaca doa itu paling nggak Ibu ingat Allah. Ibu ingat kalau mereka yang ber-mubadzir itu saudaranya syaithan.”

Dan setelah itu senyum saya hilang seketika.

Saya malu karena setiap masuk ke pusat perbelajaan (bukan hanya pasar) saya hampir selalu lupa membaca doa. Mungkin itu sebabnya saya selalu kalap kalau masuk ke Supermarket atau ke toko buku. Sebab itu dana saya di akhir bulan selalu pas-pasan padahal di awal bulan sudah direncanakan betul bagaimana pengeluaran itu seharusnya diatur. Bagaimana seharusnya pas tanpa perlu berhemat-hemat ria di akhir bulan. 

Semuanya tidak hanya karena obral, tapi juga karena buku baru yang tiap bulan selalu muncul. Buku inceran yang membludak, ngalir terus sedangkan rejeki dana yang masuk pas-pasan. Padahal buku pinjeman juga setumpuk. Padahal beberapa buku jg sudah dihibahkan kepada perpustakaan. Tapi tetep saja ada buku yang tertumpuk, tertimbun, yang jika saya amat-amati, saya malah sedih.

Sedih nggak punya waktu cukup buat ngabisin itu buku (padahal bukunya selalu nambah, kerjaan selalu banyak), tapi di lain sisi saya puas. Puas karena saya punya buku inceran saya, dengan harga diskon, menjadi peng-order pertama (padahal kadang buku yg udah berbulan-bulan dibeli juga belum tentu dibaca secepatnya). Puas karena saya punya buku itu. Titik.

Salahkah saya? Duh, kalau begini rasanya mungkin saya perlu mendisiplinkan diri saya sendiri lebih ketat. -___-“

Dan mungkin saran Ibu di perjalanan itu bolehlah dicoba, agar tidak kalap, agar tidak khilaf.
Juni 29, 2012

Bumi Manusia –Terre des Hommes


Judul Buku : Bumi Manusia –Terre des Hommes
Penulis : Antoine De Saint-Exupéry
Penerjemah : Ida Sundari Husen
Editor : Jean-Pascal Elbaz
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan Pertama : Desember 2011
Tebal : 224 halaman
ISBN : 978-979-22-7748-7


Sampai saat ini, saya belum pernah naik pesawat terbang. Jadi saya belum pernah merasakan bagaimana rasanya berada di ketinggian yang hampir sejajar dengan awan. Jauh melawan gaya gravitasi bumi dan melayang menikmati langit sejauh mata memandang. Tapi ketika membaca buku ini, saya bahkan bisa merasakan bagaimana rasanya melakukan penerbangan, terutama ketika malam hari saat bintang menjadi latar perjalanan, saat hidup sebenarnya sedang diadu dengan jarak pandangan dan sinar bulan sebagai penerang.

Penulis menceritakan pengalamannya sebagai pilot penerbangan internasional, yang bertugas mengantarkan pos dari Prancis ke Afrika dan Amerika Selatan. Ia memiliki banyak pengalaman dan kenangan yang terjadi sepanjang Gurun Sahara dan melintasi Pegunungan Andes. Menceritakan makna kehidupan dan memanusiakan manusia lewat sepenggal kisah hidupnya yang inspiratif. Melalui pesawat terbang ia dapat mengupas sisi hidup manusia, mengagungkannya dan memaknai bumi sebagaimana indahnya.

Pada tahun 1926, Ia masuk di perusahaan Latécoère sebagai penerbang muda yang melayani jalur Toulouse-Dakar. Semenjak itu karier penerbangannya dimulai, ia berteman dan mengenal para senior di bidang perintisan jalur penerbangan. Dapatkah Anda bayangkan? Di saat teknologi belum semaju sekarang, mereka adalah pembuka jalur antar Negara, menghadapi resiko terdampar di Pegunungan curam dan kelam, ganasnya angin malam dan tak jarang awan hitam yang menutupi pandangan. Penulis juga bercerita tentang beberapa kecelakaan yang pernah terjadi dalam penerbangannya maupun penerbangan teman seperjuangannya. Seperti kisah Jean Mermoz (1901-1936) dan Henri Guillaumet (1902-1940) yang pernah menjadi tawanan Pegunungan Andes namun mereka berhasil survive dari kecelakaan tersebut.

Ia juga bercerita tentang pengalaman kecelakaan pesawat terbangnya sat melintasi Gurun Sahara bersama navigatornya André Prévot, dehidrasi, kelaparan dan suhu yang berubah drastis kala siang dan malam membuat mereka sulit bertahan hidup, terlebih sudah berhari-hari dan bantuan atau regu penolong sama sekali belum kelihatan. Saat membaca kisah ini, saya bersyukur karena tidak tinggal di daerah yang kekeringan, masih bisa menikmati air putih yang bening dan menyegarkan dan tak kesusahan dalam memperolehnya.

Buku yang terdiri dari 9 bab ini membawa kita ke sudut pandang lain manusia dalam melihat Bumi dan alam semesta ciptaan Tuhan. Membuat pembaca merenungkan kembali apa sebenarnya peranan bumi terhadap kita dan bagaimana kita memperlakukan Bumi. Bahasanya yang penuh filosofi dan indah membuat saya ingin menandai setiap halamannya.

Tapi mungkin satu kalimat yang saya suka dan saya anggap mewakili keseluruhan buku ini,
“Memang bagus sekali terbang mengikuti kompas di Spanyol, di atas lautan awan memang anggun sekali, tetapi ingatlah : di bawah lautan itu…. keabadian.”, Halaman 14.

Buku ini telah mendapatkan beberapa macam penghargaan, antara lain Grand Prix du roman de l'Académie française pada tahun 1939, salah satu penghargaan prestisius di bidang literatur Prancis. Memenangkan US National Book Award pada tahun 1940, dan majalah National Geographic Adventure memilih novel ini sebagai No.3 dari 100 buku petualangan-eksplorasi terbaik.
Empat bintang dari saya untuk buku ini .. :)
Sedikit tentang Antoine de Saint- Exupéry

Antoine de Saint- Exupéry lahir di Lyon, Prancis pada 29 Juni 1900. Meskipun ayahnya meninggal pada tahun 1904, ia menjalani masa kecil penuh idealisme bersama saudara laki-laki dan tiga saudara perempuannya. Meski ditentang keluarganya, ia memilih menjadi pilot selama wajib militer dan melakukan penerbangan di Prancis dan Afrika Utara sampai tugasnya usai pada tahun 1923. Merasa tak cocok menjalani kehidupan sipil dan patah hati akibat kegagalan hubungannya dengan wanita, Antoine de Saint- Exupéry kembali ke cinta pertamanya yaitu terbang. Tahun 1926, ia bergabung dengan Latécoère sebagai salah satu penerbang pelopor yang membuka jalur pos menuju koloni-koloni Afrika yang terpencil dan Amerika Selatan menggunakan pesawat primitive dan berbahaya. Setelah pernah diasingkan ke Amerika, ia kembali lagi ke Prancis dan meneruskan kecintaannya lagi dengan dunia penerbangan. Pada 31 Juli 1944 ia terbang ke Borgo di Corsica dan tak pernah kembali. Hampir pasti bahwa ia ditembak jatuh oleh tentara Jerman.



Posting ini saya re-post untuk memeriahkan hari lahir  Antoine de Saint- Exupéryyang jatuh di tanggal ini. 112 tahun yang lalu ia dilahirkan, ia hidup, bercerita dan kisahnya masih abadi sampai sekarang :)

Believe


Judul Buku :  Believe
Penulis : Morra Quatro
Editor : Raylina
Penerbit : Gagasmedia
Cetakan Pertama 2011
Tebal : 212 halaman, paperback
ISBN : 979-780-526-3



Pernah merasa jatuh cinta? Pasti rasanya kaya iklan permen itu, apa namanya?Hmm yang punya tagline berjuta rasanya.
Lalu pernahkah saat jatuh cinta, kamu dipisahkan oleh jarak?
Gimana rasanya? Pasti berat ya kalau harus setia? Atau kamu tipe lainnya, yang selalu setia meski jarak memisahkan?

Tema itu yang diangkat penulis di buku ’Believe’ ini.Tentang Langit yang harus melanjutkan kuliah di Kairo dan harus meninggalkan Layla, kekasihnya di Indonesia. Biru, begitu biasa Langit emanggil gadis itu adalah seorang gadis yang energik, luar biasa setia dan luar biasa pencinta, kalau boleh saya simpulkan. Jarak membuat keduanya harus berusaha benar-benar percaya bahwa kelak hubungan mereka akan lenggang sampe ke jenjang pernikahan, mungkin sampai menjadi aki-aki nini-nini, bahagia. Tapi mampukah bermodalkan ’believe’ cinta mereka dapat awet?

Sebenarnya ada yang saya harapkan lebih ketika menyimak rating buku ini di goodreads. Okelah nggak besar-besar amat, tapi pasti ada ’something’ yang bisa membuat mereka mau memberikan empat atau tiga bintang. Tetapi ternyata saya kecewa. (cieeh..)

Datar.

Itu kesan saya terhadap percintaan Langit dan Biru (dan entah kenapa penulis memilih nama ini, mungkin biar romantis ya?). Okelah mereka berpisah, terus gimana? Bukannya menceritakan kisah mereka, drama percintaan mereka, cinta segitiga atau kalau perlu segiempat kek, lha kok masing masing tokoh utama malah bercerita tentang kisah cinta orang lain?

Saya masih berbaik sangka, bahwa dalam cerita cerita yang diceritakan oleh Langit dan Biru, masing-masing memiliki kekuatan ’believe’ yang jadi judul buku ini. Seperti Egit dan Zie, Wolf dan Rara, Attar dan Rein atau Jendra dan Jasmine, tapi sesungguhnya bagi saya porsi ’believe’ itu pun sedikit. Kebanyakan bercerita tentang pilihan, tentang bagaimana memilih waktu yang tepat, memilih orang yang tepat, dan doa yang tepat untuk kemudian diaminkan dalam bentuk sebuah kepercayaan.

Ada lagi yang lebih parah, tadinya diceritain lewat dua sosok yang bergantian, Langit dan Biru, tapi ternyata di bagian akhir ada kisah cinta Rara yang juga dimasukkan di buku ini. Kesannya dipaksakan, kenapa satu kasus ini tidak diceritakan dari sudut pandang sama dengan cerita cinta lainnya?

Dan endingnya membuat saya menepuk dahi saya sendiri waktu membaca. What? Buku 200an halaman endingnya gini doank? Okelah saya memang tidak bisa menulis novel atau cerpen yang baik, tapi saya sebagai pembaca membutuhkan cerita yang lebih klimaks, yang bikin gregetan waktu dibaca atau yang bikin air mata mengalir tersedu sedu karena kisah cintanya nggak sesuai tebakan saya.

Yang saya suka dari buku ini adalah beberapa kalimat indah yang muncul di beberapa bagian buku, salah satunya :

”Berarti Tuhan kaya. Tidak Pelit. Kita Cuma perlu berusaha.”, Hal. 44

Ya, semoga penulisnya kelak akan menghadirkan satu novel lagi dengan kisah cinta yang lebih baik dan lebih ’dapet’ feelnya daripada ini. :)

Let The Right One In


Judul Buku : Let The Right One In
Penulis : John Ajvide Lindqvist
Alih Bahasa : Tanti Lesmana
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan Pertama : Januari 2011
Tebal : 684 halaman, paperback
ISBN : 978-979-22-6572-9



Blackeberg adalah sebuah daerah pinggiran biasa yang ketika kejadian di buku ini terjadi, daerah itu telah berusia tiga puluh tahun. Di sebuah apartemen di pinggiran kota, Oskar, anak lelaki berusia 12 tahun tinggal bersama Ibunya. Suatu hari Oskar bertemu dengan anak perempuan yang duduk di tempat bermain di dekat apartemennya. Anak perempuan itu terlihat rapuh tapi juga janggal. Di hawa yang dingin ini, anak perempuan itu hanya mengenakan selembar kaos sweater tipis berwarna merah muda.

Anak perempuan itu bernama Eli dan ia tinggal tepat bersebelahan dengan apartemen Oskar. Karena Oskar adalah anak laki-laki yang sering dijahili oleh teman-temannya, kehadiran Eli terasa pas sebagai seorang teman meski Oskar masih merasa aneh dengan sosok Eli. Seakan-akan Eli terlalu cantik, sikapnya dan sorot matanya tidak pas untuk menjadi seorang anak perempuan biasa. Tapi toh daripada berteman dengan Jimmy, anak lelaki yang selalu menghina dan menganiaya dia, Oskar memilih untuk mulai mengenal Eli.

Sementara itu di Blackeberg sedang terjadi pembunuhan brutal yang terjadi berurutan. Dimulai dari seorang anak kecil yang tergantung di hutan dalam keadaan terbalik, darahnya habis padahal di lokasi kejadian tidak ada genangan darah yang seharusnya ada. Kemudian ada seorang pemabuk yang menghilang selama berhari-hari, teman-temannya mulai mengkhawatirkan Jocke, nama pemabuk itu, tetapi tidak tahu harus mencari ke mana.

Tapi ternyata setinggi-tingginya tupai melompat, suatu waktu ia akan jatuh juga. Si Pembunuh yang telah dicari-cari polisi, akhirnya bisa ditangkap ketika ia gagal melakukan aksinya di sebuah kolam renang umum. Tapi sialnya polisi tidak datang tepat waktu, Si Pembunuh sudah terlebih dahulu menuangkan cairan asam ke wajahnya sehingga proses identifikasi makin sulit. Niatnya mungkin bunuh diri, tetapi bukan itu yang terjadi, lelaki masih hidup bahkan dirawat di rumah sakit karena polisi membutuhkan keterangan tentang pembunuhan-pembunuhan yang telah terjadi.

Hubungan Eli dan Oskar ternyata makin dekat, bahkan Eli makin sering mengunjungi Oskar di apartemennya saat malam.

“Oskar…Boleh aku masuk?”
“Ya-a..”
“Bilang bahwa aku boleh masuk.”
“Kau boleh masuk”. (Hal. 246)

Sampai suatu hari Oskar tahu siapa Eli sebenarnya. Alasan mengapa Eli terlihat begitu rapuh. Alasan mengapa Eli hanya bisa bermain dengannya saat malam tiba dan pergi saat pagi. Seperti Romeo dan Juliet, Eli sering meninggalkan pesan kepada Oskar setelah pagi tiba.

”Aku mesti Pergi dan hidup, atau tetap di sini dan mati. Milikmu, Eli”, - Hal. 277

Vampirekah dia?
Atau hanya seorang manusia yang memiliki penyakit tak lazim?
Lalu apa hubungan antara Eli dan Si Pembunuh berantai yang ada di kota Blackeberg?

Nah, jika kamu penasaran, buku ini menyediakan banyak jalinan rumit sebagai jawabannya.

Terdiri dari empat bagian dengan bab-bab yang merupakan hari di mana peristiwa tersebut terjadi, buku yang telah difilmkan ini memiliki keunikannya sendiri. Selain ide cerita yang tidak biasa, jalan ceritanya juga cukup rumit dan mbulet. Kenapa? Karena ada banyak tokoh yang bermain dalam cerita ini yang sialnya saling berkaitan satu sama lainnya.

Pada awalnya saya sempat kesal karena capek membayangkan siapa si A, siapa Si B, yang mana Steffan yang mana Lacke, tapi kemudian seiring ceirtanya mengalir, tokoh tokoh tersebut tersimpan secara sederhana dalam skema yang bisa diingat. Tadinya sih mau saya buatkan rotasi atau perputaran kejadian dengan peran tokoh dan hubungan antarmereka, tapi nanti jadi spoiler donk ah XD


Meski secara jujur perlu saya ungkapkan juga bahwa buku ini suram dan seram saat dibaca, tapi tak bisa tidak justru hal itu yang membuat saya makin tertarik untuk menyelesaikannya. Eli dan Oskar diceritakan dengan penokohan yang kuat padahal karakteristik mereka berlawanan. Eli yang tampak rapuh sebenarnya memiliki kekuatan yang tak terbayangkan akan dimiliki seorang anak kecil, ia memiliki kendali dalam pengaturan nafsunya, kepolosan yang ia tampilkan menutupi sifat buas yang sebenarnya ada dalam dirinya. Sedangkan Oskar adalah sosok khas anak kecil yang sering menjadi korban bullying teman sekolahnya. Ia memiliki dendam yang jauh tersimpan dalam hatinya namun tak pernah benar-benar berani ia ungkapkan. Perasaan kesal itu hanya ia ceritakan kepada Eli, karena ia menganggap hanya Eli yang mengerti rasanya.

Novel ini pernah difilmkan dua kali, sekali dalam judul yang sama, Let The Right One In, Film Swedia yang diputar tahun 2008 dan mendapat penghargaan Founders Award for Best Narrative Feature dan Best European Fantastic Feature Film. Pada tahun 2010, buku ini difilmkan lagi dalam judul Let Me In, dalam seri Amerika.

Tertarik menonton filmnya? Atau membaca bukunya dulu? Apapun yang membuat Anda tergoda menikmati kisah ini, pesan utamanya adalah..

“Hati-hati mengijinkan seseorang masuk ke dalam rumahmu...”





Juni 28, 2012

Character Thursday 15

Hai-hai.. Sudah hari Kamis dan sudah saatnya Character Thursday lagi.
Kali ini saya mau bercerita sedikit tentang Eli, tokoh dalam cerita 'Let The Right One In', yang saya baca dalam rangka baca bareng Gothic Bersama teman-teman BBI.






Eli adalah seorang anak perempuan yang menjadi salah satu tokoh utama dalam buku ini. Umurnya sekitar dua belas tahun, masih muda tetapi bagi Oskar, sang tokoh utama kedua, ada yang berbeda dari tampilan Eli. Sesuatu yang membuat Eli terlihat lebih dewasa, tetapi juga tampak rapuh.

Tapi sebenarnya Eli memiliki kekuatan yang tak terbayangkan akan dimiliki seorang anak kecil, ia memiliki kendali dalam pengaturan nafsunya, kepolosan yang ia tampilkan menutupi sifat buas yang sebenarnya ada dalam dirinya.

Buat saya tokoh Eli membuat point penting dalam buku ini benar-benar tersorot dan terkubas habis dengan jelas. Segala alasan yang tampaknya tidak nyata menjadi cukup logis untuk dipahami. Bahkan kesuraman yang muncul bisa menjadi rasa kasihan karena tokoh Eli ini.


Intinya, Eli adalah bintang di buku ini.


Karena buku ini sudah pernah difilmkan, saya akan menyebutkan siapa saja yang pernah memerankan tokoh ini.

Lina Leandersson dalam Let The Right One In, Swedia 2008

Chloë Grace Moretz dalam Let Me In, Amerika 2010


Menurut saya yang paling pantas adalah yang atas, paling sesuai dengan deskripsi Eli di dalam novel. Berambut hitam dengan kesan kuno dan misterius. :)




Character Thursday

Adalah book blog hop di mana setiap blog memposting tokoh pilihan dalam buku yang sedang atau telah dibaca selama seminggu terakhir (judul atau genre buku bebas).
- Kalian bisa menjelaskan mengapa kalian suka/benci tokoh itu, sekilas kepribadian si tokoh, atau peranannya dalam keseluruhan kisah.
- Jangan lupa mencantumkan juga cover buku yang tokohnya kalian ambil.
- Kalau buku itu sudah difilmkan, kalian juga bisa mencantumkan foto si tokoh dalam film, atau foto aktor/aktris yang kalian anggap cocok dengan kepribadian si tokoh.
 


Syarat Mengikuti :

1. Follow blog Fanda Classiclit sebagai host, bisa lewat Google Friend Connect (GFC) atau sign up via e-mail (ada di sidebar paling kanan). Dengan follow blog ini, kalian akan selalu tahu setiap kali blog ini mengadakan Character Thursday Blog Hop.
2. Letakkan button Character Thursday Blog Hop di posting kalian atau di sidebar blog, supaya follower kalian juga bisa menemukan blog hop ini. Kodenya bisa diambil di box di bawah button (cukup copas saja kode itu di posting atau di sidebar kalian).
3. Buat posting dengan menyertakan copy-paste “Character Thursday” dan “Syarat Mengikuti” ke dalam postingmu.
4. Isikan link (URL) posting kalian ke Linky di bawah ini. Cantumkan nama dengan format: "Nama blogger @ nama blog", misalnya: Fanda @ Fanda Classiclit.
5. Jangan lupa kunjungi blog-blog peserta lain, dan temukan tokoh-tokoh pilihan mereka. Dengan begini, wawasan kita akan bertambah juga dengan buku-buku baru yang menarik…

Juni 27, 2012

Wishful Wednesday #16

Salah satu yang saya suka dari hari rabu adalah karena ada Wishful Wednesday yang bisa membuat saya berbagi buku 'kepengenan' saya minggu ini. XD

Kali ini saya mau cerita sebuah novel berjudul The Look, yang versi terjemahannya sudah diterbitkan di Indonesia.






Kalo versi aslinya



Ini sinopsisnya :

Semua gadis pasti iri setengah mati dengan apa yang akan didapatkan Ted. Jimmy Choo, Vera Wang, Prada, Zac Posen, mobil mewah, apartemen berkelas, dan kepopuleran akan mengelilinginya begitu ia jadi model papan atas.

Mimpi ini berawal di Jalan Carnaby, London, saat ia mengamen bersama Ava, kakaknya. Seorang agen pencari bakat, Simon, mendatangi Ted yang jangkung, kurus, dan jauh dari kata fashionable. Tentu saja ini membingungkan. Kenapa bukan Ava si gadis cantik pemilik senyum ala bintang film, yang dilirik Simon melainkan Ted si cupu?

Ted diam-diam penasaran dengan Simon dan agensi modelnya. Di saat yang sama, Ava divonis kanker limfoma oleh dokter. Semua perhatian keluarga dicurahkan kepada Ava dan penyakitnya. Ini membuat Ted harus memilih, akan meraih kesempatan untuk menjadi supermodel atau tetap bersama Ava, menjadi supersister.

Sophia Bennett mulai memberanikan dirinya untuk mewujudkan cita-citanya menjadi seorang penulis setelah membaca buku serial Harry Potter karya J.K. Rowling. Tak disangka, novel Threads menang pada sebuah kompetisi menulis. Ia pun terus menulis novel selanjutnya, Beads Boys & Bangles dan Sequin Stars & Spotlights. The Look adalah buku terbarunya



Kenapa saya tertarik sama buku ini? Yeaah, sejujurnya meski saya cinta buku, tapi saya juga suka fashion. Bener. meski dandanannya saya gak pernah modis, tapi rasanya suka aja dengan hal-hal berbau fashion. XD

Mungkin ini karena dulu waktu kecil pernah punya cita-cita jadi pragawati kali ya?
Hahaha..
Begitulah, yang pasti saya berharap banget dapet buku ini secepatnya. *ga sadar timbunan

Ini Wishlist saya minggu ini, mana punyamu? :))





Seperti biasa, kalau kamu ingin ikutan eventnya Perpus Kecil, begini caranya :


1. Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =) 
2. Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku itu masuk dalam wishlist kalian ya! 
3. Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian. 
4. Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu =)

Suddenly Supernatural #4 : Hantu dalam Bus


Judul Buku : Suddenly Supernatural #4 : Hantu dalam Bus
Penulis : Elizabeth Cody Kimmel
Penerjemah : Barokah Ruziati
Penyunting : Jia Effendie
Penerbit : Atria
Cetakan Pertama : April 2012
ISBN : 978-979-024-496-2



Pernahkah kalian membaca atau menonton cerita tentang seorang yang bisa berkomunikasi dengan Hantu? Yah, Kat Roberts adalah salah seorang yang memiliki anugerah (atau musibah ya?) tersebut.

Kali ini petualangan Kat terjadi dalam perjalanan study tour bersama teman-temannya ke Montreal, Canada. Dengan menumpangi sebuah bus pariwisata antar Negara, anak-anak di kelas Bahasa Prancis ikut dalam perjalanan tersebut. Tentu saja seharusnya semua menyenangkan, jalan-jalan ke luar negeri, apalagi dengan cowok impian, Ben.

Nah, sayangnya hidup Kat kali ini nggak mulus-mulus banget, soalnya dalam perjalanan itu ikut pula Ibu Kat dan Ibu Jac sebagai pengawas. Meski Jac adalah sahabat Kat, tapi hubungan Kat maupun Ibu Kat dengan Ibu Jac tidak begitu baik. Kalau boleh diibaratkan, mereka seperti hutan dengan kebun. Yang satu tertata rapi, yang lainnya tampil apa adanya.

Kali ini Kat merasa mengalami peningkatan dalam kemampuan supernaturalnya. Dia mulai dapat mendengar suara-suara hantu!! Padahal hanya seorang clairaudient saja yang bisa mendengar suara-suara hantu, dan Kat setengah yakin bahwa ia bukanlah Clairaudient. Apa kemampuannya bertambah?

Belum lagi kemunculan hantu-hantu yang turut serta mengiringi karyawisata Kat dan teman-teman. Ada hantu anak perempuan, penjaga perbatasan, bahkan sampai pemandu wisata.. Tapi mereka bukannya mendekati Kat malah mendekati Ben, sehingga Kat kesulitan untuk berkomunikasi dengan mereka tanpa salah tingkah di hadapan Ben.

Lalu bagaimana kisah Supernatural Kat kali ini akan berakhir?
Berhasilkah Kat menyeberangkan hantu-hantu itu, atau ia malah dianggap tidak waras oleh Ben, cowok yang ia suka?

Ini adalah seri pertama Kat yang saya baca, dan saya langsung jatuh hati dengan ceritanya meski saya belum membaca seri pertama sampai ketiganya. (Yang kemudian menjadikan saya penasaran kaya apa kisah Kat pada awal dia tahu bahwa dia memiliki kemampuan supernatural?)

Tokoh Kat mengingatkan saya pada Melinda di seri Ghost Whisperer. Mereka sama-sama memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dan menyeberangkan arwah ke ’dunia lain’, tetapi Kat memiliki karakter yang cuek dan berani, Melinda (sewaktu kecil) amat tidak nyaman dengan kemampuannya sebagai medium. Mungkin hal ini karena Kat memiliki Ibu yang juga memiliki kemapuan sama dan mengasah kemampuan itu, sedang Melinda tidak.

Cerita yang mengalir dengan sederhana dan ringan membawa saya kembali ke sebuah buku fiksi fantasi baru yang tidak membutuhkan waktu lama untuk menghabiskan ceirtanya. Ukuran huruf yang besar, buku yang ringan, serta cerita yang simpel membuat saya berani merekomendasikan buku fantasi ini untuk anak-anak remaja.

Tentu saja 4 bintang layak untuk Suddenly Supernatural #4

Terima aksih untuk gadis peri @atrianic yang membuntelkan saya hadiah buku ini karena menang kuisnyaaa

 :)
Juni 21, 2012

Character Thursday 14

Masih ingat Character Thursday saya minggu lalu? Kali ini saya mengambil tokoh dari buku yang sama. *Ya, saya agak lelet membaca buku ini --"







Karakter yang akan saya bagi kali ini adalah Andi. Siapa Andi? Ia adalah sahabat dari Borno, sang tokoh utama di buku ini, yang usil tapi baik hati. Saat Borno jatuh cinta, Andi mendorong dan memotivasi Borno cara-cara mendekati sang Gadis impian. Saat Borno bersedih karena sulit mendapat kerja, Andi membantu memotivasi dan mendukung Borno. Andi juga sosok yang usil, pernah ia mengerjai Borno perihal cewek yang Borno suka, padahal ia ditipu mentah-mentah oleh Andi.

Tapi Andi hanya manusia biasa, itu yang saya suka. Sewaktu Ayahnya terkena penipuan bengkel, ia sempat drop dan down. Tetapi Borno, sebagai sahabat, gantian memotivasi Andi dan Ayahnya.  

Seharusnya seperti itu bukan sahabat? Saling Berbagi, saling menyemangati, saling menasihati, ah.. ya, bila semua orang memiliki persahabatan yang erat dengan banyak orang. Alangkah indah pasti dunia ini. :)


Seperti biasaaaa.... Character Thursday

Adalah book blog hop di mana setiap blog memposting tokoh pilihan dalam buku yang sedang atau telah dibaca selama seminggu terakhir (judul atau genre buku bebas).
- Kalian bisa menjelaskan mengapa kalian suka/benci tokoh itu, sekilas kepribadian si tokoh, atau peranannya dalam keseluruhan kisah.
- Jangan lupa mencantumkan juga cover buku yang tokohnya kalian ambil.
- Kalau buku itu sudah difilmkan, kalian juga bisa mencantumkan foto si tokoh dalam film, atau foto aktor/aktris yang kalian anggap cocok dengan kepribadian si tokoh.
 


Syarat Mengikuti :

1. Follow blog Fanda Classiclit sebagai host, bisa lewat Google Friend Connect (GFC) atau sign up via e-mail (ada di sidebar paling kanan). Dengan follow blog ini, kalian akan selalu tahu setiap kali blog ini mengadakan Character Thursday Blog Hop.
2. Letakkan button Character Thursday Blog Hop di posting kalian atau di sidebar blog, supaya follower kalian juga bisa menemukan blog hop ini. Kodenya bisa diambil di box di bawah button (cukup copas saja kode itu di posting atau di sidebar kalian).
3. Buat posting dengan menyertakan copy-paste “Character Thursday” dan “Syarat Mengikuti” ke dalam postingmu.
4. Isikan link (URL) posting kalian ke Linky di bawah ini. Cantumkan nama dengan format: "Nama blogger @ nama blog", misalnya: Fanda @ Fanda Classiclit.
5. Jangan lupa kunjungi blog-blog peserta lain, dan temukan tokoh-tokoh pilihan mereka. Dengan begini, wawasan kita akan bertambah juga dengan buku-buku baru yang menarik…

Juni 20, 2012

Wishful Wednesday #15

Selamat hari Rabu!  Kali ini saya mau berbagi satu buku lagi yang masuk di Wishlist saya. Judulnya The Fault in Our Stars, ditulis oleh John Green.



Sinopsisnya saya ambil di Goodreads

Diagnosed with Stage IV thyroid cancer at 13, Hazel was prepared to die until, at 14, a medical miracle shrunk the tumours in her lungs... for now.

Two years post-miracle, sixteen-year-old Hazel is post-everything else, too; post-high school, post-friends and post-normalcy. And even though she could live for a long time (whatever that means), Hazel lives tethered to an oxygen tank, the tumours tenuously kept at bay with a constant chemical assault.

Enter Augustus Waters. A match made at cancer kid support group, Augustus is gorgeous, in remission, and shockingly to her, interested in Hazel. Being with Augustus is both an unexpected destination and a long-needed journey, pushing Hazel to re-examine how sickness and health, life and death, will define her and the legacy that everyone leaves behind.

Buku ini cukup booming akhir-akhir ini, dan karena belum diterjemahkan alhasil agak susah didapatkan. (kecuali pesen online atau ke Periplus di Jogja yg jauhnya berjam-jam perjalanan).


Rating buku ini cukup tinggi dan kapan hari saya pernah tanpa sengaja menemukan buku ini di salah satu grup penerbit di FB. Berharap dengan sangat untuk segera diterjemahkan dan hasilnya memuaskan.


Tapi kan biasanya lama ya? Huaa.. apa aku beli aja buku aslinya ya? atau nunggu buntelan nyasar ke rumah? Mungkin ada orang baik hati yang mau memberikan saya buku ini *eh XD




Seperti biasa, kalau kamu ingin ikutan eventnya Perpus Kecil, begini caranya :


1. Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =) 
2. Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku itu masuk dalam wishlist kalian ya! 
3. Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian. 
4. Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu =)



Reckless ~ Ketika Setiap detik mengubah adikmu menjadi batu.

Reckless dalam bahasa Indonesia berarti Sembrono. Mungkin nama belakang yang disanding Jacob itu benar-benar mewakili dirinya. Jacob Reckless. Kesembronoan Jacob membuat nyawa adiknya dalam bahaya.

Jasper. (dari incazone.com)
Selama bertahun-tahun, Jacob memiliki dunianya sendiri di balik cermin ajaib di kamar kerja Ayahnya. Semenjak Ayahnya menghilang dan Ibunya yang selalu bermuram durja, Jacob selalu melarikan diri dari kenyataan dan ketakutan hidupnya untuk menikmati petualangan di dunia cermin tersebut. Sampai suatu hari adiknya, Will, ikut masuk ke dalam dunia di balik cermin tersebut. Malangnya, Will mengalami suatu kecelakaan sehingga ia perlahan-lahan berubah menjadi goyl.

Goyl di kisah ini adalah kaum seperti manusia hanya saja mereka memiliki kulit yang terbuat dari batu. Ada banyak jenis Goyl dan kesemuanya memiliki warna kulit yang berbeda-beda, mungkin sebanyak jenis batu yang biasa dijumpai manusia. Ada kulit dari batu carnelian, batu Oniks, batu jasper dan beberapa jenis lainnya. Ajaibnya, Will berubah menjadi Goyl yang spesial, kulitnya pelan-pelan berubah menjadi berwarna seperti Giok. Ya, Will kelak akan segera menjadi Goyl Giok jika Jacob tidak segera menyelamatkan nyawa adiknya tersebut.

“Batu Giok menjalari kulit manusianya bagaikan janji.” – Hal. 79

Giok. (dari olx.co.id)
Dunia di balik cermin ini punya banyak sekali misteri dan terkait dengan dongeng-dongeng yang sering kita dengar atau baca saat masih anak-anak. Ditambah lagi bahwa saat itu juga sedang terjadi peperangan antara manusia dan Goyl yang selama ini selalu dimenangkan kekuasaan Goyl. Inilah yang membuat perjalanan Jacob untuk menyelamatkan Will tidaklah semudah yang diinginkannya. Bersama Rubah, gadis yang bisa beralihrupa menjadi seekor rubah merah, dan Clara, pacar Will yang ikut masuk ke dunia cermin, mereka bertekad untuk menyelamatkan dan mengembalikan Will menjadi manusia seutuhnya.

Namun mampukah Jacob mengembalikan rupa adiknya menjadi manusia? Apalagi ternyata Will yang akan berubah menjadi Goyl Giok itu diburu oleh Goyl lainnya atas perintah Sang Raja. Berkejaran dengan waktu, Jacob terus mengusahakan cara agar Will tidak berubah menjadi Goyl. Sebab seiring berubahnya Will, ternyata ia juga kehilangan kenangan manusianya, ia melupakan Jacob.. dan mulai kehilangan rasa cinta terhadap Clara..

Bagi para penggemar cerita Grimm bersaudara saya rasa tidak akan sulit menerjemahkan latar cerita di buku ini. Sebab ada beberapa cerita dan mitos yang hadir di buku ini muncul di kisah-kisah Grimm yang terkenal tersebut. Contohnya ada rumah kue milik penyihir di cerita Hansel Gretel, kisah Sleeping Beauty, Rapunzel, Manusia Kerdil, Serigala, dan beberapa cerita lainnya yang dicuplik di buku ini. Sebenarnya saat awal membaca, saya khawatir merasa kecewa, Sebab twist yang ditampilkan agak kasar dan kurang menggigit. Dan kurang pahamnya saya terhadap jenis atau warna batu-batuan merupakan penghambat besar saya dalam berimajinasi.

Tapi bagi penggemar fiksi fantasi, tentu saja tidak boleh melewatkan karya Funke yang satu ini. Keunggulannya terletak dari ras Goyl, yang saya pikir merupakan pengembangan atau modifikasi cerdik Funke yang mungkin terinspirasi dari ‘Golem’. Juga ilustrasi yang ada di tiap awal bab, membawa saya lebih mudah dalam membayangkan latar atau bagian-bagian tertentu dalam cerita. Konflik cinta yang muncul ‘tiba-tiba’ di tengah cerita juga membawa angin segar bagi pembaca, Tentu dengan porsi yang pas karena seperti yang kita tahu, Genre buku ini adalah Fantasi, bukan Romance :D


Tokoh yang paling saya suka di cerita ini tentu saja tokoh utama, Jacob, yang sepertinya memiliki prinsip hidup ‘ Bertindak dahulu, berpikir kemudian’ karena ia sering sekali melakukan hal-hal yang spontan dan kadang membuatnya menjadi semakin terlihat ceroboh tapi tak jarang mampu membuat nyawanya terselamatkan. Ditampilkan di awal cerita sebagai seorang kakak yang kurang perhatian terhadap adiknya, tapi seiring perjalanan dan pengorbanan yang dilakukan untuk menyelamatkan Will membuat saya memandang Jacob dari sisi lain. Sisi yang sebenarnya, mungkin dia ceroboh, mungkin dia cuek, tapi saya tahu, Jacob sangat menyayangi adiknya.

4 bintang untuk Reckless!
Seperti kata Kirkus Review : “Gaya bercerita yang luar biasa.”


Judul Buku :  Reckless
Penulis : Cornelia Funke
Alih Bahasa : Monica Dwi C
Editor : Barokah Ruziati
Cetakan pertama : Februari 2012
Tebal : 376 halaman, paperback
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
ISBN : 978-979-22-8008-1


Postingan ini dalam rangka Posting bersama @bbi_2011 untuk genre Fantasi :)
Juni 14, 2012

Character Thursday 13

 Setelah minggu kemarin lupa posting Character Thursday, maka kali ini sudah saya siapkan satu tokoh dari Novel yang masih dalam perjalanan membaca kisahnya.





 Karakter yang akan aku ceritakan bernama Bang Togar. Bang Togar ini adalah ketua PPSKT ( persatuan pengemudi sepit kapuas tercinta). Benar, cerita di buku ini memang berlatarkan Pontianak yang terkenal dengan Sungai Kapuasnya. Nah Bang Togar ini sifatnya keras dan galaknya minta ampun. Tapi meski demikian, dia selalu menghormati dan menghargai para anggota perkumpulannya. Bahkan ia juga menanamkan (meski kadang dengan ancaman) agar anak buahnya yang sednag bertengkar mau berdamai lagi.

Bang Togar juga tipe lelaki yang menghargai dan benar-benar menghormati sejarah. Masa lalu baginya suatu pelajaran yang harus diambil hikmahnya, bahkan terkadang ia mencoba membalasnya dengan kejam. Tapi itulah keunikan Bang Togar.

Sejauh ini baru 20% yang saya baca, jadi mari berharap saya menemukan tokoh lainnya dalam buku ini yang unik dan bisa saya ceritakan lagi di Character Thursday berikutnya. :)

Seperti biasaaaa.... Character Thursday

Adalah book blog hop di mana setiap blog memposting tokoh pilihan dalam buku yang sedang atau telah dibaca selama seminggu terakhir (judul atau genre buku bebas).
- Kalian bisa menjelaskan mengapa kalian suka/benci tokoh itu, sekilas kepribadian si tokoh, atau peranannya dalam keseluruhan kisah.
- Jangan lupa mencantumkan juga cover buku yang tokohnya kalian ambil.
- Kalau buku itu sudah difilmkan, kalian juga bisa mencantumkan foto si tokoh dalam film, atau foto aktor/aktris yang kalian anggap cocok dengan kepribadian si tokoh.
 



Syarat Mengikuti :

1. Follow blog Fanda Classiclit sebagai host, bisa lewat Google Friend Connect (GFC) atau sign up via e-mail (ada di sidebar paling kanan). Dengan follow blog ini, kalian akan selalu tahu setiap kali blog ini mengadakan Character Thursday Blog Hop.
2. Letakkan button Character Thursday Blog Hop di posting kalian atau di sidebar blog, supaya follower kalian juga bisa menemukan blog hop ini. Kodenya bisa diambil di box di bawah button (cukup copas saja kode itu di posting atau di sidebar kalian).
3. Buat posting dengan menyertakan copy-paste “Character Thursday” dan “Syarat Mengikuti” ke dalam postingmu.
4. Isikan link (URL) posting kalian ke Linky di bawah ini. Cantumkan nama dengan format: "Nama blogger @ nama blog", misalnya: Fanda @ Fanda Classiclit.
5. Jangan lupa kunjungi blog-blog peserta lain, dan temukan tokoh-tokoh pilihan mereka. Dengan begini, wawasan kita akan bertambah juga dengan buku-buku baru yang menarik…
Juni 13, 2012

Wishlist Wednesday #14

Jadi ya.. hari ini saya kebetulan memang ada rencana pergi ke Toko buku untuk mencari-cari inspirasi Wishlist baru saya. Sialnya berharap hanya akan menambahkan 1-2 buku wishlist, ternyata malah ada banyak buku yang saya pegang-pegang di toko buku tadi!! Dipegang-ditaruh-dipilih-dipegang-jalan lagi-ditaruh-ambil yang lain. T_T


Salah satunya Novel ini



Semenjak membaca Takdir Elir, saya mulai penasaran tentang kisah-kisah yang berlatar di Vandaria. sayangnya buku ini harganya agak mahal. Hiks. >_< Padahal bulan ini cuman ngebudget satu buku buat dibeli. *prihatin dengan UAS

Jadilah buku ini kudu sabar menunggu antrian untuk tetap stay di wishlistku smape dananya cukup. huwouwooo..

Untuk sinopsisnya :
Ambisi.... Kekuasaan.... Kekuatan....

Ketiganya berpusar bagai badai, terpusat pada satu keluarga: Hailstorm. Bahkan sosok digdaya, Raja Deimos Amurdad, menerjang ke dalam pusaran badai lewat tawarannya yang terlalu menggiurkan untuk ditolak: Kekuatan penakluk segala! Mereka yang menginginkan anugerah itu harus mengatasi tantangan maha dahsyat di tempat maha berbahaya: Reigner, alam kematian.

Semua berlomba mendapatkan kekuatan itu. Jika berhasil, mereka akan mempunyai senjata untuk menumbangkan Sang Raja Tunggal. Jika gagal, kematian menjadi hal yang tak terelakkan. Segala cara untuk mengumpulkan pasukan hebat ditempuh Hailstorm. Bahkan cara kotor. Menyandera keluarga kesatria veteran Lavinia, yang sesungguhnya ia tak ingin kembali mengangkat pedang.

Mungkinkah Lavinia berhasil menyelamatkan keluarganya? Atau... malah menjadi tumbal ambisi keluarga Hailstorm? Ini adalah kisah tentang Sang Badai dan Penunggangnya.
Yah. mari berharap ada buntelan buku ini nyasar ke rumah :)


Seperti biasa, kalau kamu ingin ikutan eventnya Perpus Kecil, begini caranya :


1. Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =) 
2. Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku itu masuk dalam wishlist kalian ya! 
3. Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian. 
4. Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu =)
Juni 09, 2012

Xar & Vichattan Buku Tiga : Empat tubuh Statera


Judul Buku : Xar & Vichattan Buku Tiga : Empat tubuh Statera
Penulis : Bonmedo Tambunan
Penyunting : Tendy Yulianes Susanto
Penerbit : Adhika Pustaka
Cetakan Pertama : Januari 2012
ISBN : 978-979-19991-6-8
Tebal : 434 halaman, paperback



Perhatian bagi yang belum membaca buku pertama dan kedua, mohon untuk berhati-hati membaca review buku ketiga ini. Karena saya nggak mau dianggap tebar spoiler. XD

.....

....

.....

Adakah yang lebih membahagiakan selain berhasil mengembalikan keamanan cahaya dari serbuan kegelapan? Selang setelah berhasilnya para pejuang cahaya menghilangkan Khalash dan pasukannya yang mungkin terpenjara di Void, kehidupan di Xar maupun Vichattan terlihat aman kembali. Tetapi ternyata ketenangan itu tidak berlangsung lama...

Bangkitnya pasukan Kegelapan membuat Xar, Vichatta dan Para Ahli waris Cahaya cukup terkejut. Pasalnya kali ini bukan Khalash yang memimpin melainkan Corbus, mantan pemimpin Ka-Xar yang memihak kepada kegelapan. Di buku sebelumnya kekejaman Corbus telah terbukti dengan teganya ia merenggut nyawa orang yang paling mencintai dia. Kali ini kebangkitan pasukan kegelapan di bawah tangan Corbus tak urung mengkhawatirkan para pewaris Cahaya. Niat untuk menghancurkan Kuil Kegelapan pun muncul, tetapi ternyata Kuil Kegelapan tidak boleh dihancurkan.

Aneh?

Begitulah, karena bagaimanapun keseimbangan perlu ada di antara Cahaya dan Gelap. Maka bila Kuil Kegelapan dihancurkan, bukan tidak mungkin kalau cahaya juga akan ada dalam bahaya kehancuran yang sama. Meski belum pernah ada yang berhasil menghancurkan Kuil Kegelapan, tetapi tak urung sistem keseimbangan yang diceritakan ini membuat Pewaris cahaya tak jadi mengambil langkah menghancurkan Kuil Kegelapan.

Langkah yang diambil selanjutnya adalah mempercepat proses pengimbuhan kristal utama dengan Cahaya yang akan dilakukan Antessa dan para pemimpin Peri. Sedangkan Kara akan mencari tahu tentang retakan gelap di Vesmir melalui buku-buku di Perpustakaan Tiara. Dalrin dan Gerome akan membantu memperkuat kubu pertahanan Vichattan yang sepertinya akan menjadi tempat awal penyerangan pasukan kegelapan.

 Tetapi satu persatu keanehan mulai terjadi, mulai dari munculnya rasa bersalah di hati Antessa yang telah mengimbuhi Kristal Utama, pertemuannya dengan Ratu Peri yang telah bebas dari Void, adanya cahaya aneh yang sering muncul di dalam penglihatan Para pewaris Cahaya, ditemukannya buku dongeng kuno tentang Chaos dan Statera ditambah salju yang mulai turun di sekitar Vichattan. Perlahan mulai muncul ketidakjelasan di antara pejuang Cahaya.



Yang hitam mulai menjadi putih, dan Yang putih mulai menajdi Hitam.


Ternyata musuh yang selama ini terlihat bukanlah musuh yang sebenarnya. Bagaimana para pewaris cahaya bertindak? Akankah mereka tepat waktu menyeimbangkan kekuatan sebelum seluruh dunia hancur?


Aaaah... ini buku ketiga yang seru!! Alurnya cepat, peralihannya smooth, karakter tokoh utamanya akhirnya benar-benar bisa terbedakan oleh saya sebagai pembaca. Kisah petualangan dan pertarungannya juga memuaskan. Meski ending cerita terlalu tiba-tiba dan seakan mudah sekali mengakhiri pertarungan tersebut, tetapi saya cukup suka dengan kejutan yang diberikan di akhir kisahnya.

Romantisme khas anak muda juga muncul dalam porsi yang wajar setelah di buku-buku sebelumnya agak membuat saya penasaran sekaligus bingung apakah kisah cinta mereka benar-benar menjadi bagian dari konflik atau hanya bumbu penyedap saja. Tapi toh di buku ketiga ini kisah percintaan itu diakhiri dengan ending yang nggak ketebak.

Saya mungkin salah satu dari sekian banyak orang yang beruntung karena berhasil membaca kisah Xar & Vichattan Seri Ahli Waris Cahaya sampai akhir. Buku ini membuat saya menantikan lagi seri berikutnya, bagaimana kisah Pewaris cahaya selanjutnya? Akankah mereka hidup bahagia selama-lamanya seperti sebuah cerita legenda? Ah, ya.. mari kita tunggu kelanjutan kisahnya :D