Slide Show

Maret 28, 2013

Abraham Lincoln-Vampire Hunter




Judul Buku : Abraham Lincoln-Vampire Hunter
Penulis : Seth-Grahame Smith
Tebal : 258 halaman, e-book
Penerbit : Grand Central Publishing
ISBN : 0446571857 (ISBN13: 9780446571852)

Pasti banyak orang yang mengenal siapa itu Abraham Lincoln. Kisah kepemimpinannya sebagai presiden Amerika Serikat ke-16, kemampuannya berorasi serta tragedy kematiannya membuat Lincoln (menurut saya) layak mendapatkan kemegahan dan dikenang dalam bentuk Monumen di Lincoln Memorial. Sejarah telah mencatat Lincoln terutama dalam perang American Civil War, bgaimana Lincoln sedemikian perhatiannya terhadap perbudakan di Amerika saat itu.

Seth-Grahame Smith kali ini mencoba menambahkan ‘kemistisan’ dalam kisah hidup Lincoln, yaitu bagaimana Lincoln memiliki ’pekerjaan sampingan’ sebagai pemburu vampir.

Tak lama setelah kemerdekaan Amerika diumumkan, tingkat kematian bukannya semakin menurun malah makin banyak. Sebagian besar tentu karena pembunuhan terjadi dengan keji yang anehnya tanpa saksi mata, bahkan tak jarang tanpa motif pembunuhan. Asumsi bahwa ada ‘hantu’ mulai berkembang di masyarakat, bahkan kata ‘Vampir’ juga mulai disebut diam-diam oleh banyak orang.

Abe kecil tak menyadari itu semua sampai ibunya meninggal dunia. Kelak kemudian ia tahu bahwa Sang Ibu dibunuh oleh vampire, alih-alih karena penyakit seperti kata Ayahnya. Geram dan Dendam, Abe mencari Jack Barts, vampire yang bertanggung jawab atas kematian Ibunya dan juga merupakan vampire pertama yang berhasil dibunuh Abe. Semenjak itu Abe memutuskan bahwa ia akan berburu vampire, menghabisi vampir-vampir yang makin berkeliaran di Amerika.

Dalam perburuan berikutnya, Abe hampir mati saat bertarung namun ia berhasil diselamatkan oleh Henry Sturges, yang sayangnya adalah vampire. Awalnya Abe bertahan untuk cuek, nggak mau ngomong, nggak mau minum obat, gara-gara Henry adalah vampire. Tapi kelamaan mereka saling mengenal, terlebih setelah Henry mengatakan 

“Judge us not equally, Abraham.” – p.45

Henry kemudian menjadi sahabat Abe dalam perburuan vampire yang dilakukannya. Henry melatih Abe dalam bertarung, pagi lewat teori dan malam prakteknya. Bahkan sampai Abe meninggalkan kediaman Henry, mereka masih saling berkomunikasi melalui surat, mencari dan mengenali letak vampir-vampir di kota atau yang sekiranya berbahaya. Menandai mereka untuk kemudian dibasmi oleh Abraham.

Kehidupan Abraham berikutnya tak pernah jauh-jauh dari berburu vampire, seakan ia telah terikat dengan sumpah. Ia bahkan bertemu dengan seorang kawan dan mengajarinya berburu vampire. Sampai ia mulai masuk ke dunia hokum dan politik. Sampai ia jatuh cinta dengan seorang wanita.

Ann Rutledge, gadis cantik itu berumur sekitar 20 tahun. Dia juga mencintai Abe, tapi orangtuanya telah menjodohkan seorang laki-laki lain untuk dinikahinya. Seakan kenyataan tersebut belum begitu buruk, Ann kemudian meninggal dunia dengan cara yang sama seperti Ibu Abraham, gara-gara Vampir.

Semakin lama, Abe akhirnya memutuskan berhenti dari pekerjaan pemburu vampirnya. Ia lebih sering terjun di dunia politik, pembebasan budak, dunia hukum dan kemudian jatuh cinta lagi dengan seorang wanita. Akankah Abe benar-benar berhenti dari memburu vampire? Atau hidupnya malah diteror oleh keberadaan vampire yang makin banyak di sekitarnya?


Membaca buku ini sejujurnya terasa membosankan. Sebenarnya sudah banyak teman dan review yang kecewa dengan buku ini. Alur yang lambat, penokohan yang dangkal dan ketidakfokusan penulis dalam tema utamanya membuat buku ini menjadi sebuah buku sejarah plus Vampir di dalamnya.Yang pintar diselipkan oleh penulis adalah ketika Abe bertemu dengan Poe, yaak, Edgar Allan Poe, yang ceritanya selaluuu suram dan kadang seram. Si Abe menduga kalau si Poe ini juga Vampire. Benarkah begitu? X)

Tokoh utama, Abraham Lincoln, dari awal merupakan anak laki-laki yang berkemauan keras dan selalu ingin tahu. Meski keras kepala, tetapi ia juga mencintai keluarga dan orang-orang terdekatnya. Semakin dewasa, Lincoln makin matang terutama dalam hal berkemanusiaan. Dari cerita juga bisa diketahui dia memiliki keinginan yang kuat dalam menghapus perbudakan terutama di Amerika.

Henry, tokoh sampingan yang lebih berperan lewat surat-suratnya dalam perburuan vampir yang dilakukan Lincoln memiliki karakter yang tidak terlalu terekspose. Meski demikian, ada satu kalimatnya yang membuat saya berpikir bahwa Henry mungkin telah menyesal karena ia menjadi vampir.

“Without death, life is meaningless. It is a story that can never be told. A song that can never be sung. For how would one finish it?”-p.48


Alasan saya membaca buku ini sebenarnya lebih tertarik karena tokoh utamanya Lincoln. Apalagi juga sudah difilmkan, dan meski banyak yang kecewa dengan jalan cerita, beberapa cukup puas dengan visual efek yang digunakan dalam film. Nah, karena penasaran maka beberapa hari yang lalu saya memutuskan untuk mencari dan nonton versi filmnya.

Ternyata jalan ceritanya memang masih sama membosankannya. yah, dan seperti halnya banyak novel yang kemudian di filmkan, yang ini pun antara film dan novelnya banyak yang berbeda. Yang paling utama adalah proses perkenalan Henry dengan Abe, di novel sudah sejak awal Abe tahu bahwa Henry adalah vampire, baru mereka memulai latihan bersama. Tapi di film, setelah Abe menjadi pemburu vampire, barulah dia mnegetahui kalau sahabatnya itu se'orang' vampire.

Di novel, diceritakan bahwa pembantaian vampire yang pertama dilakukan oleh Abe dilakukan saat masih ada Ayahnya. Tapi di film, Abe harus menunggu 9 tahun dulu baru ia menjadi pemburu vampire yang menghabisi nyawa Ibunya.
2,5/5 bintang untuk Abraham Lincoln – The Vampire Hunter.


Posting ini dibuat dalam rangka posting bareng BBI tema 'Fiksi Fantasi'




Maret 27, 2013

Wishful Wednesday #39

 Sudah hari Rabuuu.. saatnya nambah satu wishlist lagi. (aheem) X)

Kali ini saya lagi pingin bukunya Michael Crichton..
Yah, penggemar fiksi ilmiah pasti pernah denger Jurassic Park kan? Atau macam The Lost World, Sphere. Nah, Crichton ini yang nulis buku-buku keren tersebut.

Tapi yang ada di daftar saya hari ini adalah :




Jamaika, 1665

Sebagai koloni terluar Kerajaan Inggris, Jamaika berupaya bertahan dari supremasi Spanyol. Port Royal, ibukota Jamaika, adalah kota kumuh yang dipenuhi kedai minum dan rumah pelacuran. Kehidupan di Port Royal bisa berakhir dengan mudah, melalui tusukan belati, atau serangan disentri. Namun bagi Kapten Charles Hunter, kehidupan tanpa aturan itu bisa membawanya pada kekayaan.

Galleon pembawa harta karun Spanyol, El Trinidad, terdampar di Matanceros. Pos terluar Spanyol tersebut sangat kuat dan dijaga oleh Cazalla, komandan bengis kesayangan Raja Philip IV. Dengan dukungan dari sang gubernur, Hunter mengumpulkan anak buahnya untuk menyerang Matanceros dan merebut galleon beserta emasnya. Serangan tersebut merupakan serangan tersulit yang pernah dilakukan Hunter. Ia sudah kehilangan anak buah sebelum mencapai pulau tersebut, tempat hutan lebat dan pasukan Spanyol berdiri di antara mereka dan harta tersebut.

Dengan bantuan anak buahnya, Hunter berhasil merebut El Trinidad. Namun malapetaka bagi Hunter baru saja dimulai..
 


Seperti biasa, kalau kamu ingin ikutan eventnya Perpus Kecil, begini caranya :


1. Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =) 
2. Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku itu masuk dalam wishlist kalian ya! 
3. Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian. 
4. Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu =)


Kesalahan-Kesalahan yang Tidak Diketahui Dalam Hidup Kita – The Unknown Errors of Our Lives




Judul Buku : Kesalahan-Kesalahan yang Tidak Diketahui Dalam Hidup Kita – The Unknown Errors of Our Lives
Penulis : Chitra Banerjee Divakaruni
Alih Bahasa : Gita Yuliani K.
Penerbit : Gramedia Pusataka Utama
Cetakan Pertama : Februari 2010
Tebal : 264 halaman, paperback
ISBN : 978-979-22-5368-9

“The Unknown Errors of Our Lives berisi kumpulan cerita pendek yang terutama berfokus pada kehidupan perempuan-perempuan India yang menjadi imigran di Amerika.”

Ada 9 cerita pendek di buku ini yang semuanya diceritakan dengan apik dari sudut pandang wanita.
Cerita pertama yang berjudul ‘Nyonya Dutta menulis surat’ merupakan cerita pembuka yang manis namun pahit. Bercerita tentang seorang Ibu yang pindah dari India ke Amerika ikut dengan anak laki-laki dan menantunya. Nyonya Dutta, demikian nama Si Ibu, berencana membalas surat dari sahabat dekatnya, Nyonya Basu, yang menanyakan apakah Nyonya Dutta bahagia tinggal di Amerika. Awalnya Nyonya Dutta bersikukuh bahwa ia sudah pasti akan betah tinggal di manapun asal bersama dengan anaknya, tetapi kehidupan Amerika yang lebih ‘individual’ membuat Si Ibu berpikir ulang. Ia ingin sekali mengatakan bahwa akhirnya ia betah, tapi perubahan sikap menantunya, tetangga yang sama sekali tidak ramah, serta rasa rindu Nyonya Dutta dengan kampung halamannya membuat Nyonya Dutta kembali menimbang-nimbang apa yang dimaksud dengan kebahagiaan itu.


“Kalau aku beruntung, kebahagiaan itu letaknya dalam memikirkannya.”, Hal. 45


‘Kehidupan Orang-orang Asing’ adalah cerita ketiga dalam buku ini. Tentang seorang wanita muda keturunan India yang tinggal di Amerika memutuskan untuk pergi ke India. Leela, nama wanita itu, ikut bersama Bibinya dalam serombongan tour ziarah ke kuil suci di Amarnath. Di perjalanan, seperti kebanyakan Ibu-ibu umumnya, Si Bibi bergosip ria dengan teman-temannya perihal Nyonya Das dan nasibnya yang selalu sial. Nyonya Das adalah seorang janda yang ikut serta dalam perjalanan tersebut, Bibi selalu meminta Leela agar menjauhi Nyonya Das agar tidak ikut tertimpa sial. Tetapi suatu malam undian menentukan Leela harus bermalam bersama Nyonya Das dalam satu tenda. Di sinilah awal pertemuan Leela dengan Nyonya Das terjadi hingga bagaimana Leela kemudian melihat Nyonya Das sebagai seorang ‘manusia’ biasa, bukan seorang wanita yang dinaungi bintang sial. Atau benarkah demikian? Apakah pertemuan itu makin menegaskan ‘kesialan’ Nyonya Das?

Cerita kedelapan adalah cerita yang berjudul ’Kesalahan-Kesalahan yang Tidak Diketahui Dalam Hidup Kita’. Tentang seorang wanita yang jatuh cinta dan akan menikahi seorang pria. Lalu seorang mantan pacar yang hamil masuk ke dalam kisah percintaan mereka, diam-diam. Membuat Si Wanita ragu apakah lebih baik baginya untuk terus melanjutkan rencana pernikahan mereka, atau meninggalkan Si Pria dengan mantan pacarnya?

Secara keseluruhan, saya menyukai cerita-cerita dalam buku ini. Tentang wanita, juga tentang kultur budaya yang mau tidak mau akan selalu melekat dalam pribadi kita, ke manapun kita pergi. Membaca kisah pertama membuat saya ingat akan Orang tua serta Nenek yang kalau diajak menginap di rumah saya barang tiga-empat malam, mereka sudah minta pulang. ”Bukannya nggak betah, Na. Cuma pingin pulang aja, rasanya nggak enak lama-lama ninggalin rumah.”, hampir selalu itu ’klaim’ yang diajukan mereka.


Setinggi-tingginya bangau terbang, akhirnya ke pelimbahan (kubang) juga


Membaca kisah-kisah ini mengingatkan saya akan buku Jhumpa Lahiri yang berjudul Interpreter of Maladies, yang juga mengisahkan tentang efek perpindahan penduduk ke luar India, terutama yang menuju ke Amerika yang saat itu disebut “Dunia Baru”. Ini adalah buku kedua Divakaruni yang saya baca setelah The Conch Bearer yang lebih bergenre fantasi.

Kisah favorit saya? Adalah Nyonya Dutta menulis surat. Kental suasana dan makanan indianya. :D


Sedikit tentang Divakaruni :

 Chitra Banerjee Divakaruni adalah seorang penulis dan penyair yang sering memenangkan penghargaan. Karyanya dikenal secara luas, karena telah diterbitkan lebih dari 50 majalah, termasuk Atlantic Monthly dan The New Yorker, dan tulisannya telah dimasukkan ke dalam lebih dari 50 antologi. Karya-karyanya telah diterjemahkan ke dalam 20 bahasa, termasuk Belanda, Ibrani dan Jepang.
Dia lahir di India, tinggal di sana sampai tahun 1976 lalu pindah ke Amerika Serikat. Melanjutkan pendidikannya di bidang bahasa Inggris dengan menerima gelar Master dari Wright State University di Dayton, Ohio, dan Ph.D. dari University of California, Berkeley.

Chitra saat ini mengajar di Program Creative Writing di Universitas Houston. Dia juga bekerja di the Advisory board of Maitri di Area Teluk San Francisco dan Daya di Houston. Keduanya adalah organisasi yang membantu wanita Asia Selatan atau Amerika Asia Selatan yang mengalami situasi kekerasan atau KDRT. Dia juga terlibat dengan Pratham, sebuah organisasi yang membantu mendidik anak-anak (terutama mereka yang tinggal di daerah kumuh perkotaan) di India.


Postingan ini dibuat dalam rangka Posting Bareng BBI Bulan Maret dengan tema 'Sastra Asia'

Maret 20, 2013

George’s Secret Key to the Universe – Kunci Rahasia George ke Alam Semesta




Judul Buku :  George’s Secret Key to the Universe – Kunci Rahasia George ke Alam Semesta
Penulis : Lucy dan Stephen Hawking
Alih Bahasa : Andang H. Sutopo
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan Pertama : Mei 2009
Tebal : 336 halaman, paperback.
ISBN : 978-979-22-4582-0

Satu lagi novel yang mengasyikkan tentang ilmu pengetahuan. Di buku ini, kita akan diajak berkenalan dengan George, seorang anak laki-laki yang memiliki orangtua super protektif dan tidak pernah mau berurusan dengan teknologi. Keduanya adalah aktivis lingkungan, sehingga mereka berusaha agar tidak terlalu menyebabkan polusi bagi bumi, rumah tercinta kita (yang Cuma satu-satunya). Mereka tidak menggunakan listrik, tidak punya televisi, memasak makanan dari sayuran di kebun dan George sebagai anak tentu harus nurut sama orang tuanya. Tapi anak lelaki ini memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi. Salah satu impiannya adalah memiliki komputer, yang tidak pernah disetujui baik oleh Ayah atau Ibunya. (poor George)

Suatu hari, Freddy, babi peliharaan George, menerobos pagar halaman tetangga sebelah. Kabarnya rumah itu telah lama tidak berpenghuni, bahan pernah juga dijadikan sarang gelandangan sebelum akhirnya mereka diusir oleh polisi. Antara takut tapi juga khawatir dengan babinya yang menghilang, George memberanikan diri masuk ke halaman rumah tetangganya. Di sana, ia bertemu dengan seorang anak perempuan manis bernama Annie dan berkenalan juga dnegan ayahnya, Eric yang ternyata adalah seorang ilmuwan.

Kunjungan pertama George amat sangat berkesan, ia juga dikenalkan kepada Cosmos. Sebuah komputer paling canggih di dunia. Komputer ini tidak hanya bisa berbicara, bernyanyi atau mengolah data, ia juga dapat membuka portal ke ruang angkasa.

Tapi selama ada kebaikan, tentu ada kejahatan. Ternyata ada orang yang menginginkan Cosmos untuk sesuatu yang buruk bagi umat manusia, yang lebih parah, orang tersebut adalah guru George di sekolah. Tak hanya itu, petualangan George juga terjadi di luar angkasa, sialnya, yang kemudian berakhir dengan penampakan Lubang Hitam. Yah, lubang hitam itu tidak hanya menyedot caahaya atau bebatuan di luar angkasa, ia juga menyedot... Pak Eric.

Dapatkah George menyelamatkan Pak Eric dan menjauhkan gurunya dari Cosmos?

Novel yang ringan, yang membuat pembacanya sumringah disuguhi foto-foto luar angkasa dan banyak ilustrasi cerita. Tidak terlalu banyak ilmu Fisika diceritakan dalam buku ini, tapi lebih ke pelajaran astronominya.

Buku yang keren, cover yang eye-catching, ah.. 4 bintang layak buat buku ini, mah :D

Wishful Wednesday #38

Buat penggemar Sherlock Holmes kayak saya, buku ini mah wajib masuk daftar to read, yah setidaknya masuk wishlist kalo saya XD

Pertama kali dalam sejarah, setelah 125 tahun, ahli waris Sir Arthur Conan Doyle akhirnya mengakui satu-satunya novel seri baru Sherlock Holmes.
Maka, sekali lagi, petualangan dimulai …

London, 1890. Baker Street 221B.
Seorang penjual benda-benda seni, Edmund Carstairs mengunjungi Sherlock Holmes dan Dr. John Watson untuk meminta bantuan. Dia telah diancam oleh seorang buronan yang sepertinya sudah mulai mengikutinya sejak dia pulang dari Amerika. Beberapa hari berikutnya, rumahnya dirampok dan keluarganya menerima surat ancaman. Setelah perampokan itu, sebuah pembunuhan terjadi.
Holmes dan Watson pun akhirnya tanpa sengaja masuk ke dalam dunia bawah tanah Boston. Dan semakin jauh mereka kasusnya, mereka menemukan misteri Rumah Sutra yang menghubungkan pemerintah dengan criminal tingkat tinggi. Sebuah kasus yang mungkin berakibat pecahnya sosial London.
 
Harganya ngga mahal banget sih, cuman.. mari berharap ada peri buku yg baik hati yang mau ngadoin saya buku ini :D

Seperti biasa, kalau kamu ingin ikutan eventnya Perpus Kecil, begini caranya :


1. Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =) 
2. Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku itu masuk dalam wishlist kalian ya! 
3. Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian. 
4. Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu =)


Maret 18, 2013

The Stinky Cheese Man: And Other Fairly Stupid Tales



Judul Buku : The Stinky Cheese Man: And Other Fairly Stupid Tales

Penulis : Jon Sciezka , Lane Smith

ISBN : 0670035696 (ISBN13: 9780670035694)

Yak, ini adalah kumpulan cerita anak-anak singkat yang telah berubah jalan ceritanya daripada yang biasa kita dengar. Ada 9 cerita pendek dalam buku ini, cerita yang benar-benar pendek sampai membaca buku ini saja tidak butuh waktu lebih dari satu jam. 

  1. Chicken Licken
  2.  The Princess and The Bowling Ball
  3.  The Really Ugly Duckling
  4.  The Other Frog Prince
  5.  Little Red Running Shorts
  6.  Jack’s Bean Problem
  7.  Cinderumpelstilskin
  8.  The Tortoise and The Hair
  9. The Stinky Cheese Man.

Ada Chicken Licken yang ‘kayaknya’ ngelihat langit runtuh lalu heboh ke seisi kota. The Princess and the Bowling Ball yang mana si Pangeran selain menaruh kacang di bawah kasur, juga meletakkan bola bowling tanpa sepengetahuan Raja dan Ratu (soalnya dia jatuh cinta sama Si Puteri, dan kalau Cuma pakai kacang, nggak pernah ada puteri yang sukses ngerasain itu benda di bawah timbunan berlapis-lapis kasur)

The Really ugly duckling, yang ngga pernah jadi Angsa tetapi tetep jadi Bebek buruk rupa selama-lamanya. Terus Little Red yang kabur bahkan sebelum ceritanya dimulai, dan cerita-cerita lainnya yang pendek, simple, tapi bisa bikin kamu ngakak sendirian kalau baca.

Ilustrasi yang lucu, unik dan tulisan yang memanjakan mata serta versi lain cerita membuat buku ini layak diganjar penghargaan-penghargaan seperti Caldecott Honor (1993), Texas Bluebonnet Award (1995), Buckeye Children's Book Award for K-2 (1995), Flicker Tale Children's Book Award (1994)

Nah sayangnya kalau menurut saya, buku ini baru bisa dinikmati kalau si Pembaca udah baca ‘versi aslinya’. Jadi dia bisa dapet ‘humor’ versi lain cerita di buku ini. Mungkin untuk anak-anak, ya.. umur 10 tahun ke atas deh (kalau di Indonesia), soalnya kan anak-anak sekarang jarang baca cerita-cerita beginian. Tapi kalau di Amerika, mungkin umur 7-8 tahun udah bisa menikmati buku ini.

 Posting ini diikutsertakan dalam Bacaan BZee : Fun Year With Children’s Literature 

Fun Months 2 - Tema – Short Stories / Fairy Tales


Maret 06, 2013

Wishful Wednesday #37


Hari Rabu lagiiiiii... saatnya bersenang senang dengan menambahkan satu wishlist lagi :p

Kali ini saya lagi pingin buku yg judulnya Amba.





Dalam epik ini, kisah Amba dan Bhisma dalam Mahabharata bertaut (dan bertabrakan) dengan kisah hidup dua orang Indonesia dengan latar kekerasan tahun 1965.

Amba anak sulung seorang guru di Kadipura, Jawa Tengah. Ia meninggalkan kota kecilnya, belajar sastra Inggris di UGM dan bertunangan dengan Salwa Munir, seorang dosen ilmu pendidikan yang mencintainya. Pada suatu hari di Kediri, ia bertemu dengan Bhisma Rashad, seorang dokter muda lulusan Universitas Leipzig yang bekerja di sebuah rumah sakit.

Percintaan mereka yang intens terputus mendadak di tahun 1965, di tengah ketegangan dan kekerasan politik setelah Peristiwa G30S di Kediri dan Yogya.

Bhisma tiba-tiba hilang---ketika Amba hamil.

Beberapa tahun kemudian, setelah Amba menikah dengan seorang peneliti keturunan Jerman, datang kabar bahwa Bhisma meninggal. Ia meninggal di Pulau Buru.

Rupanya selama itu, sejak sebuah bentrokan di Yogya, Bhisma, dijebloskan dalam tahanan di Jawa, dan sejak akhir 1971 dibuang ke pulau itu, bersama 7000 orang yang dituduh 'komunis' oleh pemerintahan Suharto.

Amba, yang tak pernah berhenti mencintainya, datang ke pulau itu dengan ditemani seorang bekas tapol, seorang lelaki Ambon. Ia berhasil menemukan surat-surat Bhisma yang selama bertahun-tahun ditulisnya untuk dia—tetapi tak pernah dikirimkan, hanya disimpan di bawah sebatang pohon.

Dari surat-surat yang selama bertahun-tahun disembunyikan ini terungkap bukan saja kenangan kuat Bhisma tentang Amba, tetapi juga tentang pelbagai peristiwa—yang kejam dan yang mengharukan—dalam kehidupan para tahanan di kamp Pulau Buru.


Melalui penelitian bertahun-tahun, melalui puluhan interview dan kunjungan ke Pulau Buru, Laksmi menampilkan sejarah Indonesia yang bengis, tetapi justru dengan manusia-manusia yang mencintai. Dalam sepucuk suratnya kepada ayahnya Amba menulis:

Adalah Bapak yang menunjukkan bagaimana Centhini sirna pada malam pengantin... Adalah Bapak yang mengajariku untuk tidak mewarnai duniaku hanya Hitam dan Putih, juga untuk tidak serta-merta menilai dan menghakimi. Hitam adalah warna cahaya. Sirna adalah pertanda kelahiran kembali


Premis yang menarik dan rating tinggi di GR, serta review banyak orang yang memuji buku ini membuat saya... ikutan tergoda pingin punya. X)

Seperti biasa, kalau kamu ingin ikutan eventnya Perpus Kecil, begini caranya :


1. Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =) 
2. Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku itu masuk dalam wishlist kalian ya! 
3. Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian. 
4. Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu =)


Maret 05, 2013

National Geographic – Angry Birds : 50 Kisah Nyata Tentang Burung-Burung yang Sangat Marah




Judul Buku : National Geographic – Angry Birds : 50 Kisah Nyata Tentang Burung-Burung yang Sangat Marah
Penulis : Mel White
Alih Bahasa  : Rosi L. Simamora
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 160 halaman, paperback
Cetakan Pertama : Februari 2013
ISBN: 978-979-22-8477-5

Angry Bird merupakan game yang sangat populer belakangan ini. Pasukan burung warna-warni melawan segerombolan piggy, dengan berbagai latar tempat pertarungan mereka. Kali ini National Geographic, bersama dengan Rovio, perusahaan entertainmen yang menciptakan Angry Bird membuat buku khusus tentang burung yang mudah marah.


Terdiri dari 160 halaman, penuh warna, buku ini membawakan keajaiban bidikan kamera khas National Geographic bersamaan dengan karikatur Angry Bird yang dijelaskan satu persatu.

Ada 4 level burung dalam buku ini, yaitu Kesal, Jengkel, Marah dan Murka. Masing-masing berisi tentang perilaku burung saat mereka ’marah’. Contohnya pada Level Satu (Kesal), ada Guineafowl yang suka berkuak keras saat ada predator datang sampai-sampai mereka dipelihara manusia sebagai petugas keamanan. Pada level Tiga (Marah) ada Kalkun yang agresif sampai-sampai meneror penduduk.

Selain kisah perilaku burung, kita juga diberikan data tentang spesies mereka, serta fakta-fakta unik burung yang sebelumnya jarang atau bahkan belum kita ketahui.

Buku ini memang penuh dengan pengetahuan dan memanjakan mata Anda sebagai pembaca, hanya saja menurut saya pribadi buku ini bukan bacaan untuk anak-anak di bawah 10 tahun. Atau kalau memang mereka menginginkan buku ini karena gambar-gambarnya yang menarik, saat membacanya butuh dampingan orang tua. Kenapa? Karena bahasa yang digunakan di buku ini agak ’keras’, contohnya kita dapat menemukan kalimat ’Iblis-Iblis terbang Kepulauan Falkland’ untuk mendeskripsikan burung Caracara. Ada juga ’Burung Pembantai Menusukkan Korbannya’ untuk deskripsi Northern Shrike yang menggigiti leher sampai saraf tulang belakang mangsanya.

Tapi jelas untuk isi, pengetahuan dan gambar oh juga warnanya yang cantik, saya memberikan 4 bintang. Nggak nyesel deh punya koleksi National Geographic ini di rumah :)


Sedikit tentang Mel White

Mel White. (Sumber)
Mel White adalah seorang kontributor untuk Majalah "National Geographic Traveler" dan "Living Bird", menspesialisasikan diri dengan kepenulisan tentang alam ataupun perjalanan. Ia juga pernah memenangkan Lowell Thomas Award untuk best environmental journalism article pada tahun 2002.