Slide Show

Oktober 31, 2014

Matilda






Judul Buku : Matilda
Penulis : Roald Dahl
Ilustrasi : Quentin Blake
Alih bahasa : Agus Setiadi
Cetakan pertama : September 1991
Tebal : 264 halaman, paperback
ISBN : 979-511-167-1


“Pengarang yang bermutu selalu membuat kita merasa begitu. Dan jangan kaupikirkan tentang bagian-bagian yang tidak kaumengerti. Kau duduk saja dan biarkan kata-kata itu mengalun di sekelilingmu seperti musik.”


Matilda belum genap lima tahun tapi dia sudah lancar sekali membaca. Bahkan dia mulai meminjam novel sastra 'kelas berat' yang ada di perpustakaan dekat rumahnya. Karya karya Charles Dickens, Rudyard Kipling, Charlotte Bronte, George Orwell, yah masih banyak lagi yang sejujurnya saya aja belum pernah baca. (:malu:) Matilda juga cakap dalam matematika, ia pintar mengeja dan yah dia rendah hati. Dia tidak menganggap kemampuannya itu keren lalu melebih lebihkannya, sikapnya masih biasa saja, masih seperti anak kecil lainnya.

Sayangnya kemampuan itu tidak dihargai sama sekali oleh ayah maupun ibunya, mereka cuek banget sama Matilda. Bagi mereka, anak kesayangan hanya satu yaitu kakaknya Matilda. Demikian pula dengan kepala sekolahnya Matilda yang super galak dan menyeramkan. Satu satunya orang yang menghargai dan memuji kemampuan Matilda hanyalah Ms. Honey, guru kelas Matilda yang amat penyayang dan sabar.

Lalu bagaimana Matilda bertahan di rumah maupun di sekolah barunya?
Oktober 30, 2014

Between Shades of Grey






Judul Buku :  Between Shades of Grey
Penulis : Ruta Sepetys



“Andrius, I'm...scared."
He stopped and turned to me. "No. Don't be scared. Don't give them anything Lina, not even your fear.”


Hidup Lina dan keluarganya berubah hanya dalam hitungan menit. Ketika tentara Rusia menyerbu kotanya dan menangkap para warga termasuk ia, ibunya dan Jonas, adiknya, ketika itu pula kehidupan mereka terampas. Mereka diperbudak oleh tentara Rusia bersama puluhan, bahkan ratusan warga Lithuania berkendara di kereta kereta, berdesak desakan selama berhari hari tanpa diberi makan atau minum, bahkan Lina dan keluarganya menempati kereta ternak.

Dengan sedikit ransum roti perhari, mereka harus berkerja keras setiap hari bahkan saat musim dingin tiba. Menanam bit, kentang, menebang pohon, membuat sepatu dan berbagai pekerjaan kasar lainnya mereka lakukan untuk memenuhi kebutuhan tentara Rusia. Semangat hidup para tahanan ini menipis, mereka tidak merasa berbuat salah, mereka menjadi korban kekejaman Stalin yang kejam bersama aturan aturannya dalam Perang Dunia II. Satu persatu meninggal, entah karena sakit atau hilang kewarasannya lalu ditembak mati oleh tentara biadab itu. Di saat seperti ini, yang Lina harapkan adalah kebebasan. Apakah ayahnya akan datang membebaskannya? Apakah ia sendiri yang mampu membebaskan diri?
Oktober 28, 2014

Fangirl





Judul Buku : Fangirl
Penulis : Rainbow Rowell
Penerjemah : Wisnu Wardhana
Penerbit : Spring
Tebal : 456 halaman, paperback
Cetakan Pertama : November 2014
ISBN : 978-602-71505-0-8


Untuk benar benar menjadi seorang kutu buku, kau harus lebih menyukai dunia fiksi daripada dunia nyata.


Akhir akhir ini lagi banyak fangirl berkeliaran di sekitar kita, apalagi di dunia maya. Yang mereka suka juga beraneka karakter, mulai dari manusia nyata, artis artis korea misalnya atau cowok cowok ganteng dari film, atau yang sederhana saja..seperti tokoh dalam sebuah novel. 

Cath dan Wren adalah kembar identik, keduanya saling melengkapi, saling ada satu sama lain terutama setelah ibu mereka pergi meninggalkan keluarganya saat mereka berumur delapan tahun. Keduanya tumbuh menjadi remaja yang memiliki kesukaan fanatik yang sama terhadap tokoh Simon dan Baz, dari sebuah seri novel fantasi. Cath dan Wren bahkan menulis fanfiksi tentang dua karakter tersebut, diposting di sebuah forum khusus untuk fanfiksi dan memiliki ribuan penggemar di dunia maya yang terus menanti tulisan mereka.
Oktober 24, 2014

We Were Liars





Judul Buku :  We Were Liars
Penulis : E. Lockhart
Tebal : 227 halaman, ebook
Penerbit : Delacorte Press  


My Full Name is Cadence Sinclair Eastman. I live in Burlington, Vermont, with Mummy and three dogs.


Oke. Ini kali keempat saya menulis lalu menghapus lalu menulis lagi mau seperti apa review buku ini diceritakan. Mungkin karena masih kaget sama ending ceritanya atau mungkin karena masih membahas tentang ingatan, membuat saya jadi hangover sama kayak buku sebelumnya yang saya baca, Before I Go To Sleep.
Oktober 18, 2014

Before I Go To Sleep





Judul Buku :  Before I Go To Sleep
Penulis : SJ. Watson
Tebal : 190 halaman, ebook

Penerbit :  Random House Group Ltd UK


 

I know I’ll go to sleep tonight and then tomorrow I'll wake up and not know anything again, and the next day, and the day after that, for ever


Pernah nggak sih sekali aja dalam hidup,kamu berharap lupa ingatan? Saat bangun tidur kamu berharap lupa akan semuanya, lupa tugas tugas kuliah, deadline kerjaan yang mepet, tanggal tua yang mencekik atau lupa timbunan bukumu di sudut kamar. Kamu berharap semuanya akan seperti kertas putih lagi saat kamu hilang ingatan.

Yah, membaca kisah Christine ini akan membuatmu berpikir ulang, terutama di bagian amnesia setiap hari. Christine mengalami amnesia yang bisa dibilang unik karena setiap ia bangun tidur ia selalu lupa tentang orang di sekelilingnya. Dia lupa tentang suaminya, lupa orangtuanya, lupa masa lalunya sama sekali. Benar benar seperti lembaran kertas kosong yang siap dijejali cerita cerita baru. Seringnya, ia terbangun dengan jiwa duapuluhan yang merasa terperangkap di tubuh lima puluhan.
Oktober 16, 2014

Moon in the Spring






Judul Buku : Moon in the Spring
Penulis : Hyun Go Wun
Penerjemah : Sitta Hapsari
Penyunting :  Selsa Chintya
Proofreader: Dini Novita Sari
Cetakan pertama : September 2014
Tebal : 405 halaman, paperback
ISBN : 978-602-7742-39-0

Dal-Hee sebenarnya calon dewi yang sebentar lagi harus reinkarnasi untuk memenuhi syarat menjadi dewi. Sialnya suatu kejadian membuat ia masuk ke dalam tubuh seorang wanita yang meninggal, Ji-Wan namanya. Setelah Ji-Wan (dengan ruh Dal-Hee di dalamnya) sadar, Dal-Hee mengetahui hidup Ji-Wan amatlah rumit dan kelam. Terlebih jika berhubungan dengan tunangannya yang bernama Min-Hyuk. Lelaki itu bahkan beraura gelap sekali, emosional dan membuat Ji-Wan lelah saat di dekatnya.

Tapi Dal-Hee tetaplah seorang calon dewi, ia tergoda untuk membersihkan jiwa Min-Hyuk yang gelap dan juga menunaikan janji yang telah Dal-Hee buat dengan Ji-Wan. Sementara ruh Ji-Wan pergi, Dal-Hee memulai misinya menjadi Ji-Wan, yah kemudian semacam mati suri gitu deh. Ji-Wan yang tadinya sudah mati terus hidup lagi dengan ruh Dal -Hee. Di dunia manusia, Dal-Hee ditemani oleh seorang malaikat pencabut nyawa yang sempat bertugas mengambil nyawa Ji-Wan. Ia menyamar jadi manusia dan membantu Dal-Hee melaksanakan misinya.

Oktober 13, 2014

Son (The Giver Quartet #4)







Judul Buku : Son (The Giver Quartet #4)
Penulis : Lois Lowry
Tebal : 243 halaman

Claire adalah seorang birthmother yang baru melahirkan seorang anak laki laki. Sayangnya saat proses melahirkan, terjadi hal hal yang tidak sesuai prosedur,salah satunya dengan dibedahnya perut Claire untuk mengambil si bayi. Ini jarang terjadi, dan tidak pula diharapkan terjadi, karena komunitas Claire sama seperti komunitas Jonas di buku pertama merupakan komunitas yang teratur. Sehingga ketika Claire selesai melahirkan, ia tidak lagi diberi tugas sebagai Birthmother melainkan dipindahtugaskan ke tempat pembudidayaan ikan.

Setelah melahirkan, Claire sempat mengetahui bahwa anaknya diberi kode nomor tiga puluh enam. Diam diam ia mulai penasaran dan mencari cara untuk melihat anaknya di pusat perawatan anak. Yang terjadi kemudian sangat mengejutkan Claire, ia tidak pernah merasakan hal yang sedemikian kuat atas perasaannya ketika melihat seorang anak laki-laki, perasaan cinta. Hari hari berikutnya, Claire selalu terdesak rasa rindu terhadap anaknya sehingga ketika ada waktu luang, ia selalu menyempatkan diri berkunjung ke Nurturing Center.

Autumn Once More




Judul Buku : Autumn Once More
Penulis : Aliazalea, Anastasia Aemilia dkk
Tebal : 232 halaman, ebook (getscoop.com)
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan Pertama : April 2013
ISBN : 978-979-22-9471-2

Terdiri dari 13 cerita pendek khas metropop, ringan, kadang diselingi humor, kadang bahasanya tinggi macam pujangga jaman dulu kala. Kalau disuruh memilih yang mana yang merupakan favorit saya, mungkin agak susah karena hampir sebagian besar ceritanya memiliki garis besar isu percintaan yang umum. Tak ada yang spesial.

Tapi nanti resensi saya kayak gimana donk kalau ngga ada yang diceritain? Nah untuk itu saya memilih sebuah karya Christina Juzwar yang berjudul Stuck with You. Berawal dari sebuah kejadian lift yang macet, membuat Lita berjumpa dengan Ares pertama kali. Kesannya? Cowok sinis, selalu jutek dan ngga ramah itu ternyata partner kerja Lita. Yah mau ngga mau Lita harus profesional donk, tapi begitulah, awalnya benci lalu jatuh cinta. Klise. Tapi cara penulis membawakan kisahnya amat ringan dan menarik.

Oktober 02, 2014

Messenger (The Giver Quartet #3)






Judul Buku : Messenger (The Giver Quartet #3)
Penulis : Lois Lowry

Matt, anak kecil yang dulu kita temui di buku kedua sekarang tumbuh dewasa. Ia tinggal di Desa di mana semua penghuninya ramah dan baik hati. Bersama Seer, Lelaki buta dari buku kedua, mereka tinggal di sebuah rumah sederhana dan nyaman dengan kehidupannya. Sampai suatu ketika, terjadi perubahan di desa mereka. Perubahan itu tak terlihat mata, tetapi Seer adalah seorang yang sangat sensitif, ia dapat merasakan perubahan itu dan memastikannya lewat Matty. Pada awalnya Matty merasa tidak ada yang aneh dengan Desa mereka dan orang orangnya, tapi setelah mengobrol dengan Seer, Matty mulai merasakan dan mengetahuinya. 

Penduduk desa tak lagi sabar ataupun ramah, beberapa orang mulai menarik diri beberapa lainnya mulai menampakkan kesombongan. Hal ini terlihat jelas pada Mentor, sang guru yang bertugas membimbing anak anak di sekolah. Kelakuan lelaki yang biasanya sabar itu berubah drastis, bahkan setelah diamati tak hanya kelakuan tetapi fisik Mentor juga berubah. Ia tambah tinggi, warna kulitnya makin cerah, serta tanda kemerahan di sekitar leher dan wajahnya mulai memudar.

Hal ini mungkin ada hubungannya dengan Pasar Gelap yang dilakukan pada malam tertentu di desa mereka. Diiringi rasa penasaran yang besar, Matty mengunjungi pasar itu di suatu malam. Ternyata apa yang terjadi di sana menyimpan kunci jawaban dari perubahan yang terjadi di desa mereka.