Slide Show

Februari 25, 2016

Paperweight





Judul Buku : Paperweight
Penulis : Meg Haston
Penerbit : Harper Teen

Stevie menderita bulimia, sehingga orang tuanya mengirimnya ke tempat rehabilitasi khusus bagi remaja remaja yang memiliki eating disorder. Ada beberapa villa di tempat ini, Stevie ditempatkan di villa tiga dan sekamar bersama Ashley, seorang gadis periang yang juga mengalami eating disorder. Kasus stevie cukup parah, sehingga ia mengenakan gelang penanda warna merah, sedangkan Ashley sudah memasuki tahap recovery dan gelangnya berwarna kuning. Ini salah satunya yang membuat Stevie merasa tak ada yang bisa memahami perasaannya terkait kebiasaannya terhadap makanan tersebut.

Di asrama ini masing-masing remaja didukung oleh seorang pendamping, Stevie memiliki Anna. Sikap tertutup Stevie tak lantas menjadikan Anna menyerah, wanita itu terus mendukung Stevie agar mencoba untuk lebih terbuka tentang perasaannya. Konseling secara pribadi maupun pertemuan pertemuan secara grup, makanan-makanan berkalori tinggi yang disediakan, serta suplemen dan pengawasan ketat terhadap berat badan merupakan beberapa contoh penanganan yang dilakukan di tempat rehabilitasi tersebut.

Beberapa orang memang menunjukkan tanda-tanda positif menuju kesembuhan meski memang sulit untuk dilakukan. Tapi yang tidak diketahui teman-teman Stevie satu grup atau bahkan Anna adalah rencana Stevie untuk bunuh diri di hari peringatan kematian setahun kakak lekakinya, Josh. Tak ada yang tau kalau ialah yang mengakibatkan kematian Josh..

Jujur saja, saya agak bosan membaca buku ini, karena alurnya lambat banget. Mungkin saya juga yang terlalu berharap ketinggian, sehingga mendapatkan kisah di buku ini jadi biasa-biasa saja. Sosok Stevie benar-benar digambarkan sebagai seorang remaja yang egois (menurut saya), sekaligus rapuh dan emosional. Ha! Seperti ciri khas remaja pada umumnya kan?
Buku ini menceritakan apa sih yang ada di pikiran mereka yang terkena ED. Bagaimana cara pandang mereka terhadap makanan, serta pandangan mereka atas diri mereka sendiri itu kayak gimana. Apa sih tujuan dan alasan-alasan mereka sampai terkena ED? Apakah murni ego ingin menjadi yang terbaik, atau malah rasa rendah diri yang membuat mereka terpuruk dan merasa buruk?

Eating disorder adalah masalah umum yang sering disebut sebut di novel YA. Mungkin hal ini sudah menjadi masalah umum kalik ya di luar negeri sana, makanya banyak penulis yang menyisipkan perihal ED. Sebut saja Wintergirls nya Anderson atau Just Listennya Sarah Dessen. Tentu saja karena saya sudah lama penasaran dan semenjak selesai baca buku ini, saya mencoba mencari tahu tentang ED, dan inilah informasi yang saya dapatkan.

Eating Disorder memiliki angka kematian tertinggi dari penyakit kejiwaan lainnya. Berdasarkan penelitian, pada tahun 2011 sebanyak hampir 30 juta orang menderita ED di US. 95% penderita Eating Disorder berada di rentang usia 12-25 tahun. Lelaki yang menderita ED amat sedikit yang mencari pengobatan karena pada umumnya, eating disorder lebih dikenal sebagai “woman’s disease”. Duh dan banyak fakta lainnya bisa kamu lihat di sini.

Tapi saya jadi bertanya-tanya, adakah novel yang menceritakan ED dengan tokoh utama laki-laki ya?
Februari 24, 2016

Burial Rites – Ritus-Ritus Pemakaman




Judul Buku : Burial Rites – Ritus-Ritus Pemakaman
Penulis : Hannah Kent
Alih Bahasa : Tanti Lesmana
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan Pertama : November 2014
Tebal : 416 halaman, paperback
ISBN : 9786020309064


“Kau masih beruntung aku tidak melaporkan insiden ini.”
“Aku bukan pencuri,” kataku.
“Bukan, kau pembunuh.”


Agnes Magnusdottir divonis bersalah atas pembunuhan Natan Ketilsson dan Petur Jonsson.  Menjelang hukuman matinya, Agnes dipindahkan ke Kornsà, ke rumah keluarga Jón yang seorang petugas wilayah dan istrinya Margrét. Keluarga itu pada awalnya menolak penempatan Agnes dengan keras. Bagaimana bisa mereka tinggal dengan seorang pembunuh? Apalagi ada dua anak gadis dan para pembantu, siapa yang akan menjamin keselamatan mereka?

Di awal kedatangan Agnes, suasana rumah terasa tegang. Margret sebagai nyonya rumah menyuruh Agnes untuk membantu apapun yang bisa dilakukan Agnes sebagai imbalan telah menampungnya di sana. Ternyata Agnes adalah seorang yang patuh dan pendiam. Ia amat jarang berbicara dan jika diajak berbicara, biasanya tak banyak yang terucap dari bibirnya. Satu satunya orang yang bisa membuat Agnes bercerita banyak adalah Toti, pendeta yang ditugaskan mendampingi Agnes dalam mempersiapkan hari kematiannya.

Tetapi meskipun Agnes pendiam, ia merupakan wanita yang terampil. Ia bisa melakukan banyak hal, mulai dari menyabit rumput hingga membuat sosis. Karena itu Margret benar benar terbantu oleh kehadiran Agnes apalagi kesehatan Margret memang sedang tidak bagus, batuknya parah dan berdarah, terlebih kedua anak Margret, Lauga dan Steina, belum sepatuh dan secekatan Agnes. 
Februari 10, 2016

Amy and Roger’s Epic Detour – Perjalanan Panjang





Judul Buku : Amy and Roger’s Epic Detour – Perjalanan Panjang
Penulis : Morgan Matson
Alih Bahasa : Nina Andriana
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan pertama : Juni 2014
Tebal : 480 halaman, paperback
ISBN : 9786020304


Kalian tak perlu pergi jauh untuk tahu di mana rumah kalian


Sejak ayahnya meninggal, Amy tak pernah mau menyetir mobil lagi, padahal ia harus menyusul ibunya pindah ke Connecticut dan membawa mobil satu-satunya yang ada di rumah mereka yang lama, di California. Tak kehabisan akal, ibunya merancang sebuah perjalanan selama 4 hari untuk Amy sepanjang ribuan kilometer bersama Roger, teman lama Amy. Kebetulan Roger akan menghabiskan liburannya di Philadelphia, tak jauh dari Connecticut. 

Tiba tiba ide yang cukup menantang terlintas di pikiran Amy. Bagaimana kalau mereka mengubah rute perjalanan? Nah, ternyata si Roger ini setuju aja melakukan pengubahan rute tersebut. Iya sih, ibunya Amy sudah memesankan hotel di daerah-daerah tertentu sebagai tempat istirahat Amy dan Roger. Tapi kapan lagi ia bisa menjadi Amy yang “nakal”? Apalagi Amy juga tidak mau segera tiba di Connecticut. Tak masalah rute mana yang mereka ambil, asalkan lama perjalanannya tak berubah, tentu ibunya tak perlu cemas, ya kan?

[Master Post] Read Big RC 2016



Ikutan Read Big lagi yuk, kali ini hostnya adalah Sasti dari Legitur. :D

  1. Jumlah halaman di atas 500. Supaya kesan seksi dan sensasi tebalnya terasa (>_<), tidak boleh berupa ebook atau audio book, harus berupa buku cetak ya ^^
  2. Manga, graphic novel, buku dengan banyak ilustrasi (contoh: Hugo Cabret), tidak diperbolehkan. 
Syarat ikutan:
  1. Mendaftar di link di bawah posting ini. Tidak ada batas waktu untuk mendaftar, boleh mendaftar kapan saja selama masih dalam periode challenge.
  2. Memasang button Read Big pada blog dan untuk Master Post nya tidak wajib posting kok. 
  3. Boleh menentukan kelas/level di awal.
  4. Membuat review untuk buku yang dibaca. Review bisa dimuat di blog, Goodreads atau Notes Facebook. dan masukkan link-nya ke linky yang ada di bawah.
  5. Untuk yang memiliki blog, langsung saja dirangkap di wrap-up. Sedang, yang memakai Goodreads dan Facebook, gunakan link review yang disediakan. 
  6. Jika membuat review sebuah buku di lebih dari satu media, masukkan salah satu saja. Buku dibaca di bulan Januari dan direview pada periode 15 Januari 2016 - 14 Januari 2017.
  7. Buku boleh re-read, tapi review harus baru (bukan repost), dan diposting pada periode challenge.
  8. Boleh overlapping dengan reading challenge lain.
  9. Membuat wrap up post di akhir periode, yang berisi: a) Kelas apa yang berhasil dicapai, dan b) Daftar buku apa saja yang dibaca beserta link review-nya.
  10. Wrap post ditunggu hingga 1 Februari 2017, linky akan tersedia pada 31 Desember 2016. 
Kelas yang dipertandingkan:
  1. Featherweight / Kelas Bulu: membaca 1 - 4 buku
  2. Middleweight / Kelas Menengah: membaca 5 - 8 buku
  3. Heavyweight / Kelas Berat: membaca > 8 buku 
Selain kelas-kelas utama tersebut, ada pula
Kelas Khusus: Incredible Bulk: membaca minimal 1 (satu) buku dengan jumlah halaman >1000 
Giveaway!

[Pengumuman] Read Big RC 2015




Akhirnya sampailah kita di penghujung event Read Big 2015. Terima kasih banyak yang sudah ikutan, yang sudah daftar meski nggak sempat setor link, yang penting udah dapat niat baiknya lah ya XD

Saya akan mengumumkan pemenang RC ini, yaitu Mbak Hobby Buku dengan berhasil menyelesaikan 65 buku bantal. *sungkem super*

Mba Hobby Buku memenangkan hadiah paket buku senilai Rp.150.000,-


Selalnjutnya saya akan memilih pemenang lagi lewat random yaa.. Ini saya pilih dari nama peserta yang mendaftar dan ikut menyetorkan link. Jadi kalau kamu Cuma daftar aja tapi nggak nyetor link, nggak saya masukin ke random.

Dan Random memilih..

Amira Putri Dewi

Berhak memenangkan paket buku senilai Rp.100.000,- sebelum diskon dan tak termasuk ongkos kirim.

Selamat ya!

Saya akan konfirmasi ke kalian dan dalam 2x24 jam, saya tunggu konfirmasi baliknya. kalau nggak, saya terpaksa pilih pemenang baru lho..

Oh iya, Read Big 2016 datang lagi, kali ini Sasti yang akan menjadi hostnya. Masih mau ikutan? Yuk daftar!