Desember 31, 2013

How to Ruin a Summer Vacation


Judul Buku : How to Ruin a Summer Vacation
Penulis : Simone Elkeles
E-book, 175 halaman


Liburan jelas adalah suatu hal yang ditunggu-tunggu oleh banyak orang, mulai dari para pekerja sampai anak-anak sekolah. Apalagi libur panjang selama tiga bulan. Yup, Libur Musim panas di Amerika memang selama itu, keren ya?!! Duh, kalau aku pasti malah bingung mau ngapain libur tiga bulan? XD

Nah, liburan kali ini, Amy harus ikut ayah kandungnya pulang ke kampung halaman, Israel. Awalnya Amy menolak setengah mati, dia ngga mau pergi bersama ayah yang bahkan ngga tinggal bersamanya dan ngga pernah ada untuknya. Apalagi si ayah itu sekarang mengajaknya ke Israel, negara yang kabarnya penuh dengan belantara bom dan nyawa melayang. Ouch! Amy masih ingin hidup, donk. Mending juga dia menghabiskan liburan di Amerika, ikut kemah atau nonton konser. Tidak pernah sekalipun terlintas dalam impiannya bahwa ia akan ke Israel.

Tapi sekuat apapun, Amy tetap harus menyerah, ikut dengan Ron, ke negara konflik di Timur Tengah itu.

Liburan Amy di kota suci yang serasa neraka pun dimulai....

Mulai dari bahasa Hebrew yang asing di telinganya, lalu sepupu perempuan yang jelas memusuhinya, anak lelaki bernama Avi yang terus menerus mengganggunya. Amy benar-benar ingin pulang ke Amerika, kecuali ada satu hal yang menahannya tetap di Israel.


Alasan itu adalah karena ibu Ron, terkena kanker. Safta, panggilan Amy kepada Sang Nenek, adalah seorang wanita lembut yang pandai sekali bercerita. Amy merasa nyaman dan bahagia berada di sisi wanita sepuh itu, sehingga ketika Amy menghadapi masalah atau hanya ingin sekedar menghabiskan hari, Amy akan masuk ke kamar Safta dan mengobrol dengannya. 

Kisah Amy nggak hanya tentang hubungan ia dan ayahnya, tetapi juga hubungan Amy dengan cinta musim panasnya. Ah, membaca buku ini membuat perasaan saya naik turun, kadang sebel kadang kasihan juga sama Amy. Gadis ini tipe yang gampang meledak-ledak, susah dikendalikan, semaunya sendiri dan yang memperburuk adalah sifatnya yang keras kepala. Amy boleh jadi kecewa karena ia lahir dari hubungan semalam sepasang manusia yang alhasil membuatnya merasa tidak diinginkan di dunia. Itulah yang membuat Amy tidak suka dengan ayah kandungnya.

Secara keseluruhan, penulis membuat tokoh Amy dalam kisah ini berkembang. Dari seorang yang kekanak-kanakan, akhirnya Amy tumbuh menjadi lebih dewasa. Konflik yang digarap juga meski sudah biasa tetapi bisa dibilang tidak sederhana. Tentang keluarga dan cinta anak muda. Yang spesial dalam kisah ini adalah ada unsur relijius di dalamnya, yang jelas tidak bisa dihindari karena latar cerita mengambil wilayah Israel.  Kepercayaan, Tuhan dan Cinta diramu menjadi cerita yang apik dan membuat pembacanya betah menghabiskannya. Porsi masing masing juga sudah pas dan cerita tambahan di dalamnya juga melengkapi cerita intinya. 

Liburan Amy tidak hanya sekadar liburan lagi. Ia bertualang menjelajah Israel, dan menjelajahi hatinya sendiri. 

“You can run from some problems, but then you get caught up in others.” 

3/5 bintang untuk kisah ini.
؀


Be First to Post Comment !
Poskan Komentar

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9

Salam,

Salam,