Desember 22, 2015

Siever – Guardian of Victory



Judul Buku : Siever – Guardian of Victory
Penulis : Winda Reksa
Tebal : 294 halaman, paperback
Cetakan pertama : 2015

 Saat kehilangan seseorang, tidak akan ada yang bisa menggantikannya

Vance Peregrine baru saja kehilangan kedua orang tuanya yang meninggal akibat kecelakaan pesawat. Menjadi anak tunggal membuat Vance benar-benar terpukul karea kejadian tersebut. Meskipun ia akan menghabiskan waktunya di sekolah baru yang selama ini diimpikannya, Vance tetap merasa kebisingan hari-hari sebagai siswa baru tak cukup menghilangkan deritanya. Di malam hari Vance sering bermimpi buruk dan terkadang muncul pemikiran bahwa orang tuanya meninggal karena ia memiliki kemampuan “berbeda” yang disebut pneuma. 

Pneuama adalah sebuah kekuata special yang dimiliki oleh orang-orang special. Tidak jelas bagaimana kekuatan ini didapatkan karena sepertinya bukan karena keturunan. Untuk memoles dan melatih penuma, anak-anak yang memiliki kekuatan ini disekolahkan di sebuah sekolah khusus yang bernama Mircea. Di Mircea, Vance dibimbing oleh seorang kakak tingkat yang bernama Avera, mereka memiliki penuam yang sama yaitu peuma petarung. Ada banyak jenis pneuma, tetapi biasanya seorang hanya memiliki satu pneuma. Hanya sedikit orang yang memiliki lebih dari satu pneuma, Avera salah satunya.

Mircea memiliki anak-anak yang berbakat dan memiliki kemampuan spesial, tetapi Siever adalah anak-anak yang paling special di antara mereka. Menjadi Siever berarti memiliki kewenangan sekaligus dedikasi yang tinggi dalam memburu monster yang berkeliaran di masyarakat. Tetapi menjadi Siever ternyata tak mudah, apakah Vance kelak bisa menjadi salah satu anggota Siever? Sedangkan ia baru saja membuat monster dari rasa takutnya sendiri…


Saya cukup menyukai cerita dalam buku ini. Ringan tetapi penuh makna, juga banyak tersirat pesan-pesan moral yang membuat pembacanya menyadari hal-hal sederhana yang sebenarnya berharga. Seperti persahabatan, persaudaraan, keluarga serta kejujuran. Meski alurnya lambat dan saya agak bingung dengan penggambaran tokoh di awal-awal cerita, tapi lama kelamaan saya enjoy juga bacanya. Tokoh-tokohnya juga nggak terlalu banyak dan lama-lama jadi punya ciri-ciri khas yang bisa dengan mudah dibayangkan. Sedikit saran, mungkin nanti ilustrasi tokohnya bisa disisipkan di awal cerita, karena jujur saja tadinya saya piker Vance itu cewek x__x

Konfliknya kurang dibangun dengan greget dan rasa penasaran, saya agak kurang bersemangat membaca cerita di pertengahan, kurang emosional. Terus twistnya juga enggak terlalu bikin kaget, saya lempeng aja bacanya. Mungkin kalau tokohnya perempuan terus bisa dibiki lebih emosonal kalik ya. Secara kalau laki kan emang sering gak peka gitu deh, perasaannya.

Semoga karya Winda nggak berhenti sampai di sini, semoga masih aka nada karya-karya lainnya yang akan terbit dan mengambil ruang di hati pecinta fantasi tanah air ^^ 

Kalau kamu mau beli bukunya, bisa hubungi beliau di winda.reksa(at)gmail(dot)com atau blognya di Winda Reksa
Be First to Post Comment !
Poskan Komentar

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9

Salam,

Salam,