Maret 23, 2017

In A Dark Dark Wood


Judul Buku : In a Dark Dark Wood
Penulis : Ruth Ware
Penerjemah : Indradya Susanto Putra
Penerbit : Bentang Pustaka
Tebal : 422 halaman, paperback
ISBN : 978-602-291-242-2
Cetakan pertama : November 2016


Siapa yang bisa kupercaya kalau aku bahkan tidak bisa memercayai diriku sendiri?


Sebuah undangan pesta bujang membuat Leonora kalang kabut. Pasalnya, teman yang mengundangnya sudah bertahun tahun tak bertemu ataupun bertukar kabar. Clare memang dulu pernah menjadi sahabat masa kecilnya, tetapi setelah sebuah kejadian yang membuat Nora putus dengan pacarnya, ia juga meninggalkan kawan kawan lamanya tanpa berita apapun. Dan sekarang Clare mengundangnya untuk datang ke pesta bujang, haruskah ia datang?

Ps. Ya pasti dateng lah ya, kalau ngga dateng ya gimana donk nanti ceritanya.




Jadi begitulah, Nora datang bersama Nina, yang juga diundang karena Clare memang sama sama teman masa lalu mereka. Dari dua belas undangan, hanya ada enam orang yang datang. Flo si penyelenggara pesta, Clare si calon pengantin wanita, Tom teman sesama pemain drama, Melanie, Nina dan Nora. Bersama mereka berkumpul di sebuah rumah di tengah tengah hutan. Rumah yang  sebagian besar didesain dari kaca tersebut merupakan milik nenek Flo. Tampilan rumahnya amat  modern tetapi juga membuatnya terekspose dan terasa mencekam, seakan akan rumah itu adalah panggung tempat di mana penghuninya merupakan para aktor dramanya.

Novel yang diceritakan lewat alur bolak balik ini membuat pembaca kemudian tahu ada yang tidak beres dalam pesta bujang tersebut. Seseorang disebut sebut telah meninggal dunia dan Nora sebagai tokoh utama cerita, mengalami hilang ingatan sementara ia dirawat di rumah sakit.

Dari sinilah pelan pelan kita sebagai pembaca menyimak alur mundur yang dikisahkan Nora. Mulai dari kedatangan mereka ke rumah mereka, lalu misteri misteri yang muncul di rumah tersebut, sampai jatuhnya korban jiwa di pesta bujang mereka.

In a Dark Dark Wood digadang gadang akan memuaskan pembaca Girl on a Train dan juga Gone Girl karena premis ceritanya yang mirip. Bagi saya pribadi, novel ini memang mirip dengan Girl on A Train meski berbeda jauh dengan Gone Girl. Tokoh Nora diceritakan mengalami hilang ingatan, yang kemudian menjadi sumber masalah yang melibatkan polisi. kehilangan ingatan memang sering dijadikan pokok masalah yang dialami oleh tokoh utama dalam cerita. Sebut saja Girl on a Train, Before i go to sleep, See Jane Run dan beberapa novel lain yang mengambil tokoh utama seorang wanita.

Pada novel in a dark dark wood ini awalnya memang bikin pembaca pensaran. Seperti siapa yang mati, Bagaimana kejadiannya serta siapa pencipta teror dalam pesta bujang tersebut. Sayangnya, makin ke belakang, penyelesaian konfliknya terlampau singkat dan bisa ditebak. Ala ala sinetron biasa dengan psikopat yang terlihat amat sempurna gitu deh. 

Tapi lumayan kok, meski Nora bukan tokoh utama yang loveable, tokoh lainnya punya peran yang cukup besar dalam membentuk prasangka pembaca terhadap keseluruhan cerita. Saya pribadi suka dengan karakter Nina yang cuek dan sarkasmenya sering banget keluar kepada entah siapa saja dan kapan saja. Dan meski Nina berteman baik dengan Nora, ada rahasia yang disimpan rapat rapat oleh Nora yang tidak terlalu diambil pusing oleh Nina. Mungkin bagi Nina ya, rahasiamu milikmu, rahasiaku ya milikku, gitu kalik ya.

Untuk kali ini, saya sebenarnya sempat penasaran sama Woman in cabin 10, tp belum kelar baca udh terdistraksi sama novel lain. Mungkin kali lain akan saya lanjutin deh sekaligus ngebandingin sama In A Dark Dark Wood. Apakah penulis mengambil premis dan konflik yang serupa, apakah si tokoh utama juga hilang ingatan?

Kita lihat saja nanti ;)


Be First to Post Comment !
Poskan Komentar

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9

Salam,

Salam,