Juli 12, 2013

Marriageable





Judul Buku :  Marriageable
Penulis : Riri Sardjono
Editor : Windy Ariestanty
Penerbit : Gagas Media
Cetakan ketujuh, 2013
Tebal : 368 halaman, paperback
ISBN : 979-780-651-0
 Novel Dewasa





Buku hadiah dari Gagas Media buat event #PadaSuatuHari ini nyampe ke rumah kemaren sore. Begitu liat covernya, langsung ngerasa kalau ini buku pasti lucu, lha gambar di covernya adalah kotak susu, terus baca sinopsisnya juga makin bikin penasaran.


“Kenapa, sih, gue jadi nggak normal Cuma gara-gara gue belom kawin?!”
“Karena elo punya kantong rahim, Darling,” jawab Dina kalem.
”Kantong rahim sama kayak susu Ultra. Mereka punya expired date.”
”Yeah,” sahutku sinis. “Sementara sperma kayak wine. Masih berlaku untuk jangka waktu yang lama.”


See?!

Nah, saking penasarannya, langsung saya baca dan ga bisa berhenti donk XD Sampe sampe melek tengah malem nemenin si baby juga sambil sesekali baca ini buku. 

Pemeran utama di kisah ini namanya Flory, umurnya mendekati tiga puluh dua dan statusnya masih single. So far sih dia senang-senang aja sampai mamanya njodohin dia sama Vadin. Cowok ini umurnya ngga jauh beda sama Flory, statusnya juga single, dan meski Flory bete dijodohin, tapi sebenernya Vadin ngga jelek-jelek banget, kok. Pertemuan pertama mereka (yang tentunya atas konspirasi si Mama) berjalan cukup lancar, Vadin malah langsung menyukai sikap Flo yang blak-blakan dan cuek.

Tapi Flo nggak mau dijodohin, meski dalam hati ia mengakui Vadin menarik, ia bersikeras untuk tidak mau jatuh cinta pada pria yang dipilihkan ibunya.

Siti Nurbaya ngga mungkin jatuh cinta sama Datuk Maringgi, kan?



Atau mungkin?


Singkat cerita sik, mereka berdua akhirnya menikah, tapi pisah kamar. Flo ngga mau berhubungan sex dengan orang yang ‘tidak ia cintai’, dan Vadin untungnya bisa nerima syarat itu. Alih-alih terus bertengkar, mereka malah terlihat seperti sepasang sahabat di dalam rumah, meksi di luar berpura-pura bahwa pernikahan mereka baik-baik saja.

Sampai Nadya masuk ke kehidupan mereka. Cewek cantik dengan tipe ‘barbie’ ini diperkenalkan hanya sebagai klien, yaa profesi Vadin memang sebagai pengacara.. Tapi sejak itu kegelisahan Flo makin menjadi-jadi, ia mulai merasa tidak nyaman bila Vadin bertemu Nadya, apalagi Vadin tidak pernah memberitahu Flo kalau ia sering ada janji pertemuan dengan Nadya…. Di kafe.

Cemburu donk, si Flo? Yah, diliat-liat dari gelagatnya sik gitu. Tapi dia terlalu enggan untuk mengungkapkan kata itu. Karena itu artinya ia jatuh cinta sama Vadin, padahal Vadin kan cowok. Dan cowok adalah makhluk yang ngga punya otak.

Cerita Flo dan Vadin makin seru karena dibumbui persahabatan Flo dengan kawan-kawannya yang super heboh. Ada Kika yang ditakdirkan untuk memaki lelaki, Dina (status menikah tapi ngga happy) yang ahli banget ‘menjatuhkan Barbie’, Ara yang romantis dan paling percaya sama cinta, juga Gerry satu-satunya cowok di kelompok tersebut tapi juga ikut curi curi perhatian kalau ada cowok ganteng melintas.


 Lelaki memang menyenangkan. Tapi seperti orang bilang, lelaki datang dan pergi dalam hidup kita. Sementara sahabat seperti bekas cacar air. Menyebalkan, tapi akan selalu ada di sana. -hal.279


Sejujurnya setelah membaca kisah ini, saya iri dengan Flo. Dih, siapa yang nggak. Dia dicintai, dan punya segerombol sahabat yang blak-blakan tentang apapun. Punya Mama yang masih perhatian sama hidupnya meski itu berarti ngejodohin dia dengan Datuk Maringgi, dan punya karir sebagai arsitek yang mampu bersaing di kalangan yang mayoritas laki-laki.

Novel yang menghibur, percakapan yang ringan (meski ngga elegan), blak-blakan, cuek, tapi inti ceritanya cukup menggugah. Bahwa pernikahan memang suatu pilihan, tdak menikah pun boleh, tapi kalau mau menikah ya sumonggo. Yang saya ikut amini dalam cerita ini adalah, bahwa pernikahan membutuhkan komitmen, komunikasi yang terbuka dan yah, apa iya sik, perlu cinta? :p

 
Saking asyiknya ini buku, maka pantaslah kalau dicetak sampai tujuh kali. Buku yang masuk ke kategori : ‘Musti punya’

Jadi, mana buku Kak Riri selanjutnya? mau baca juga :D


5 komentar on "Marriageable"
  1. ih, punyaku masih tertimbun. Kapan bacabya ya :)

    BalasHapus
  2. baru tau kalo novel ini ber-label 'dewasa'. penasaraaaaaaan. >.<

    BalasHapus

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9

Salam,

Salam,