Maret 30, 2015

The Lost Hero





Judul : The Lost Hero
Penulis : Rick Riordan
Tebal :  422 halaman
Penerbit : Disney Book Group
ISBN : 9781423145400


Seven half-bloods shall answer the call,
To storm or fire the world must fall.
An oath to keep with a final breath,
And foes bear arms to the Doors of Death.


Sebenarnya saya sudah capek membaca cerita yang temanya tentang hilang ingatan. Sejak membaca We Were Liars di akhir tahun lalu, saya berasa berjodoh terus dengan tema serupa. Jadi ketika ternyata The Lost Hero ini juga mengambil tema yang sama, duh, feeling saya udah ngga enak duluan. Dan ternyata...yah, sebagian besar memang membosankan. 

Eits tunggu, buat penggemar ceritanya Rick Riordan, mohon jangan emosi dulu. Wkwkwk. Saya pribadi memang kurang suka dengan The Lost hero ini, premis awalnya mirip dengan novel Percy jackson dan Pencuri Petir, hanya saja kali ini versi Romawi, bukan Yunani.
Jadi ceritanya begini...

Jason terbangun dari tidurnya dan ketika ia sadar, ia berada di dalam bis bersama sekelompok anak anak yang sama sekali tak ia kenal. Tapi anehnya, seorang anak perempuan bernama Piper dan Anak laki laki bernama Leo beranggapan seolah olah mereka telah lama mengenal Jason di kelas mereka. Tentu saja hal ini membuat Jason kebingungan, bagaimana bisa ia lupa akan siapa dirinya sendiri? Amnesia? Oh ya ampun.

Singkat cerita, lewat sebuah pertarungan melawan venti (semacam spirit angin), mereka bertiga baru tahu kalau ternyata mereka adalah demigod, Persilangan antara manusia dan Dewa. Sounds cool, hah? Ngga juga sih, karena mereka (seperti Demigod yang lain) memiliki takdir yang harus mereka penuhi, saat ini takdir tersebut menetapkan bahwa mereka harus menyelamatkan Hera, yang sialnya Dewi satu itu nggak pernah ramah ama Demigod. Terus ngapain juga harus diselamatkan? Usut punya usut, akan ada kebangkitan makhluk yang bisa membinasakan Olympus, manusia dan keturunannya. Sementara mereka memenuhi takdir sebagai satu tujuan bersama, masing masing juga memiliki masalahnya sendiri sendiri. Jason yang ingatannya kembali samar samar, lalu Piper harus menyelamatkan ayahnya yang diculik monster, dan Leo yang menyimpan rahasia tentang kekuatannya.

Jalan ceritanya agak lambat di awal, sehingga cukup membuat saya bosan. Tetapi mulai pertengahan buku sampai ke belakang, alurnya mulai cepat dan makin terasa konfliknya. Tokoh tokohnya, karena semua punya rahasia jadi ngga ada yang istimewa sih, tapi kalau disuruh milih, saya memilih jadi pendukung Leo. Selain karena dia lucu, sering ngebanyol, dia juga punya naga (halah).

Satu satunya alasan yang membuat saya bertahan untuk menyelesaikan novel ini adalah karena humor Rick Riordan yang khas di dalamnya. Saya mungkin akan melanjutkan membaca serinya, tetapi nanti dulu yak. Btw, gimana kalau judul serinya putra yang ditukar? X)
Be First to Post Comment !
Poskan Komentar

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9

Salam,

Salam,