November 26, 2015

Cameo Revenge





Judul Buku : Cameo Revenge
Penulis : Yudhi Herwibowo dan Ary Yulistiana
Penerbit : Grasindo
Cetakan pertama : Oktober 2015
Tebal : 236 halaman, paperback
ISBN : 978-602-37520-7-2


Aku merasa semuanya terjadi terlalu cepat


Setelah event July Challenge berakhir, karir grup band Cameo semakin melejit. Mereka diundang dan diwawancara di berbagai media, lagu hitsnya yang berjudul July Lullaby juga dikenal dan disenandungkan oleh banyak orang. Angin malam, Aui, Q dan Jarra terkejut atas kemenangan dan euphoria yang mendadak tersebut. Karena sebenarnya tujuan awal pembentukan band Cameo hanya untuk memenangkan hadiah utama sebesar seratus juta rupiah, tidak lebih. Siapa sangka ketenaran mereka justru membuat semuanya makin kacau. Masa lalu yang kelam malah terungkap, kepopuleran justru harus dihargai dengan nyawa.


Sementara itu runner up July Challenge, grup band Revenge, memiliki masalah mereka sendiri. Saira, sang vokalis, amat tak puas dengan kemenangan mereka yang hanya berada di peringkat kedua. Ambisinya dari awal adalah memnangkan event tersebut dan menjadikan Revenge sebuah grup band yang jauh lebih terkenal daripada sebelumnya. Sayangnya para anggota band lainnya tidak terlalu peka dengan hal ini, sehingga Saira merasa makin kecewa. Pikirnya, jalan terbaik adalah membubarkan Revenge. Tapi benarkah demikian?

Pemilihan tema novel ini memang unik, tentang persaingan di dunia musik serta intrik yang mengelilinginya. Tapi secara keseluruhan saya kurang puas sih dengan kisah mereka. Mungkin karena terlalu singkat sehingga banyak kejadian yang tiba-tiba. Di Cameo saya cukup menikmati kisah personilnya, tetapi Cameo ini sebenarnya berpotensi menjadi sebuah kisah thriller sih kalau mau dikembangkan lagi sama penulisnya. Pemilihan nama tokohnya unik, cara berceritanya juga pelan dan kalem khas Mas Yudhi. Romansanya tetap ada meski sekilas, singkat mengalir dan padat. 

Revenge sendiri bagi saya pribadi, mau tak mau jadi terbayang film seri berjudul serupa. Tokoh Saira digambarkan sebagai wanita muda yang enerjik, cantik dan menawan, yang kemudian membuat saya terbayang baying lagi dengan sosok Amanda (tokoh di film). Jalan ceritanya berbeda dan sebenarnya lebih bikin gemes sih, karena diceritakan dari sudut pandang yang berbeda-beda yaitu para personilnya. Ketika saya membaca cerita dari sudut pandang tokoh yang berbeda, saya berharap ada ciri khas yang membedakan mereka. Ini yang belum nampak pada cerita Revenge, yaa mungkin karena halamannya terbatas. Tapi saya jadi cenderung monoton saat membacanya, seakan diceritakan dari satu sudut pandang. Padahal cerita antara tokoh satu dengan yang lain saling berkelanjutan.

Tapi tentu saja buku ini memberikan nuansa baru dalam cerita novel Indonesia, jarang-jarang kana da yang mengangkat music sebagai tema cerita :)

Be First to Post Comment !
Poskan Komentar

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9

Salam,

Salam,