Desember 04, 2015

Love Fate





Judul Buku : Love Fate
Penulis : Sari Agustia
Penerbit : Elex Media Komputindo
Tebal : 240 halaman, dibaca dengan aplikasi IJak
Cetakan pertama : April 2015
ISBN : 978-602-02-6097-6



Setiap orang punya masalah sendiri-sendiri. Punya cara masing-masing juga untuk menyelesaikannya.


Barangkali orang orang menganggap pernikahan identik dengan anak. Sehingga jika ada sebuah pernikahan yang tak kunjung mendapatkan buah hati, maka pelaku pernikahan tersebut akan dilimpahi wejangan,teguran dan rasa iba dari orang orang di sekitar mereka.

Seperti itulah pernikahan Bhas dengan Tessa. 5 tahun pernikahan yang tak kunjung dianugerahi momongan membuat mereka mencoba menebalkan telinga dari cibiran atau belas kasihan orang orang terdekat. Sampai suatu saat, Tessa memutuskan untuk mencoba berkonsultasi dengan dokter kandungan yang cukup ternama di Bandung. Kota tempat tinggal Ambu (Ibu) tersayangnya sekaligus menjauh dari keramaian ibu kota. Sayangnya, selama proses konsultasi dan perjalanan jauh tersebut, Bhas tak mau menemani Tessa.

Seakan akan Bhas selalu mengelak jika mereka masuk ke percakapan bertema anak. Padahal justru ibu dari Bhas (mertuanya Tessa) yang terus menerusan "meneror" mereka dengan pertanyaan mengenai anak. Seringkali Tessa kesal karena Bhas menganggap enteng masalah belum dikaruniai anak, sehingga tidak membelanya saat sang ibu menyindir Tessa.

Tak cuma datang ke klinik kesuburan, Tessa bahkan berpikiran untuk mengambil anak lewat cara adopsi. Tapi apakah Bhas dan ibunya mau menerima anak tersebut?

Duh membaca buku ini membuat saya sebal sama mertuanya si Tessa. Dan saya paham kenapa Tessa sebegitu ingin menjauh dari si mertua. Udah gitu suaminya, Si Bhas, juga cuek amat bukannya mbelain istrinya kek. Hih. Suami macam apa kamu Bhas. Description: 😡

Konflik yang dibangun juga apik meski penyelesaiannya agak mengagetkan. Selesai membaca saya cuma bisa komen "udah gitu doank?", karena nggak puas sama ending cerita. Kalau kamu penyuka cerita yang menggantung, novel ini pas banget lah buat kamu.

Oh iya, saya suka karakter Ambu di buku ini. Beliau tampak sabar dan nrimo sekali. Saya jadi ngebayangin, kalau saja semua mertua sebaik dan sesabar dia, drama mertua menantu mungkin ngga akan ada lagi di dunia (lebay).

Adegan paling sedih tuh waktu Tessa sangat membutuhkan sang suami, eh malah si Bhas cuek dan sifatnya berubah jadi dingin. Justru Ambu  yang jadi penyemangat Tessa, duh kasih ibu memang sepanjang masa ya.

Teriring doa buat saya bagi mereka yang mungkin mengalami nasib sama kaya Tessa. Semoga kebaikan dan kesabaran selalu terlimpah bagi kalian. :(
Be First to Post Comment !
Poskan Komentar

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9

Salam,

Salam,