Desember 16, 2016

Rumah Kertas





Judul Buku : Rumah Kertas
Penulis : Carlos Maria Dominguez
Penerjemah : Ronny Agustinus
Penerbit : Marjin Kiri
Cetakan kedua : Oktober 2016
Tebal : 76 halaman, paperback
ISBN : 078-979-1260-62-6

Namun demikian,  ada suatu momen tertentu saat kita sudah mengumpulkan begitu banyak buku sampai mereka menembus garis batas tak kasat mata.

 Kematian Profesor Bluma membuat seorang koleganya harus menggantikan posisi mengajar wanita tersebut. Suatu hari, sang kolega ini menerima paket berisi buku yang cukup aneh. Buku yang merupakan karya dari Joseph Conrad itu berlapis kerak semen dan berisikan sebuah pesan kepada seseorang bernama Carlos. 

Berbekal rasa penasaran yang besar, ia kemudian melakukan penyelidikan tentang Carlos dan buku tersebut. Ternyata rasa penasaran itu membawanya bertemu dengan para pencinta buku yang unik dan gila. Dan ketika pembaca menelusuri kisahnya, mungkin kita juga akan bertanya-tanya, apakah kita termasuk para pencinta buku seperti di dalam cerita.



Sebenarnya menurut saya, buku ini tidak mudah untuk direview. Selain karena bukunya tipis dan khawatir mengandung spoiler, sebenarnya sih saya bingung mau berkomentar apa tentang buku ini.

Kesan saya setelah membaca buku ini sebenarnya hanya satu, yaitu takut. Hahah. Iya sih memang ini bukan cerita horor atau setan setanan, tapi rasa takut itu muncul begitu saja tanpa saya ketahui apa sebenarnya alasannya. Mungkin saya takut menjadi sang pencinta buku yang gila, yang tiap jengkal rumahnya terdapat tumpukan buku. Karena meski awalnya terlihat cukup keren, saya sadar bahwa segala yang berlebih-lebihan adalah tidak baik.

Sang kolega di buku ini menjadi protagonis yang menyadarkan pembaca bahwa ada hal-Hal tak lazim yang berkenaan dengan pencinta buku. Tapi karena ia sendiri juga merupakan pencinta buku, dan kemungkinan besar para pembaca Rumah Kertas ini juga adalah pencinta buku, maka ada perasaan kita yang berhubungan tiap kali ia berkisah tentang rasa cinta terhadap buku. Tentang rasa bahagia tiap menemukan buku baru untuk dikoleksi, rasa bangga dengan berbagai buku-buku langka yang kita miliki, juga rasa kehilangan yang besar jika harus menyingkirkan barang satu atau dua buku-buku yang “bersejarah” dalam hidup kita.

Jauh lebih sulit membuang buku ketimbang memperolehnya.

Penyelidikan yang dilakukan si kolega juga mengantarkan pembaca pada hal yang hampir mustahil dilakukan oleh pencinta buku. Namun siapa sangka, suatu peristiwa dapat berpengaruh terhadap cara pandang kita atas hal yang kita cintai sepenuh hati. Perasaan memiliki, terobsesi, serta rasa takut kehilangan adalah hal-hal yang dapat membawa  manusia bertindak melampaui apa yang bisa diperkirakan. 

Yah, baca sendiri ajaa deh yaa bukunyaa. Sebuah cerita yang menurut saya wajib dibaca para pencinta buku dan mereka yang bukan pencinta buku...

2 komentar on "Rumah Kertas"

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9

Salam,

Salam,