Desember 21, 2016

The Hollow Boy - Pemuda Berongga




Judul buku : The Hollow Boy – Pemuda Berongga
Penulis : Jonathan Stroud
Penerjemah : Poppy D Chusfani
Editor : Primadonna Angela
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan pertama : 2016
Tebal : 440 halaman, baca di Scoop
ISBN : 978-603-03-2803-4

Tidak ada yang bisa memisahkanku darimu. Tidak ada, dalam kehidupan maupun kematian

Sebuah wabah hantu mendera Chelsea. Kota besar itu seketika lumpuh dari kegiatan, semua orang diungsikan, petugas DEPRAC mengerahkan hampir seluruh pasukan pengusir hantu ke sana. Tentu saja kecuali Lockwood & co., yang masih sibuk mengatasi hantu-hantu yang berkeliaran di rumah rumah warga.
Saking sibuknya, Lockwood dan kawan kawannya kehilangan banyak waktu untuk membasmi hantu bersama sama. Seringnya, mereka berpencar dan menyelesaikan pengusiran hantu sendiri sendiri. Akibatnya selain rasa letih yang ngga habis habis, pekerjaan rumah menumpuk, mereka sering terlibat pertengkaran karena masalah sepele.

Sampai Lockwood memutuskan untuk mempekerjakan seorang asisten untuk mengurusi rumah mereka. Holly, adalah seorang gadis yang rapi, telaten dan bertanggung jawab. Sebelumnya, Ia pernah bekerja dengan agensi pemburu hantu, bahkan ia sendiri juga pernah menjalani pelatihan agen. Tentu saja seperti yang diperkirakan, semua pekerjaan Lockwood & co menjadi lebih teratur dan beres berkat kehadirannya. Lockwood dan George puas, tapi tidak demikian dengan Lucy. Ia merasa sebal, kesal dengan tingkah laku Holly. Apalagi Holly berhasil "membukakan pintu" untuk Lockwood & co ke kasus utama DEPRAC di Chelsea.

Lalu apakah Lockwood dan kawan kawannya berhasil membantu DEPRAC dalam menemukan sumber dari wabah hantu yang besar di Chelsea? Apa hubungan Holly membaik bersama Lucy?


Ugh. Seharusnya saya tahu bahwa menunda nunda membaca buku ini hanya bikin sakit hati saja. Kenapa ngga dari dulu saya bacaaa. Tapi ya lumayan, seenggaknya sebelum ganti tahun, saya udah kelar baca buku ini.

Oke, pertama kesan saya setelah baca buku ini adalah, saya makin kangen Barty. Hahah, abisnya si tengkorak makin lama kelakuan dan sinisnya sama kayak Barty. Huhuhu. Buat yang bingung Barty itu siapa, dia tokoh utama di novel seri lain yang dibuat Stroud, Bartimaeus nama lengkapnya.
Kesan kedua, sejujurnya saya ngga terlalu suka sama endingnya. Terlalu girly. Saya kecewa sama tokoh Lucy yang bertransformasi sedemikian rupa jadi ngga sangar lagi kayak di buku buku sebelumnya #plaaak
Kesan ketiga, konflik utamanya kurang nggreget. Atau mungkin karena memang bidikannya udah beda ya, selera saya udah ngga muda lagi sepertinya T_T
Kesan tentang demitnya, huasyem. Serem pol. Apalagi saya emang takut sama setan yang begituan. Merangkak rangkak. Hih. Oh iya, ngomongin demit, di sini juga ada lanjutan cerita tentang kamar misteri di rumah Lockwood yang pernah diceritakan di buku sebelumnya.
Untuk tokoh istimewa, tetep lah ya si tengkorak super bawel juaranya. Pluus George, sidekick yang makin menunjukkan kemampuannya menelaah kasus di buku ini.

Sebenernya di awal cerita saya sempat agak ngerasa bosen gitu sih. Alurnya lambat, ngga terlalu bikin penasaran. Setelah pertengahan buku, baru deh kerasa serunya. Misterinya. Nebak nebak kulit manggis gitu, jangan jangan begini jangan jangan begitu. Jangan jangan musuhnya si ini, jangan jangan ada hubungannya sama si dia. Nah kalau yang bagian ini sih nggak terjawab karena seperti buku buku Stroud sebelumnya, selalu ada misteri di akhir cerita.

Kamu belum baca? Gih baca, keburu terbit buku lanjutannya loh. Makin banyak yang ketimbun nanti. :p


Be First to Post Comment !
Poskan Komentar

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9

Salam,

Salam,