Januari 26, 2017

The Ice Twins


Judul Buku : The Ice Twins
Penulis : SK Tremayne
Tebal : 373 halaman
Penerbit :  Harper Collins

What must that be like, to not know who you are, to not know which one of ‘me’ is dead?

Awalnya kehidupan keluarga Angus dan Sarah begitu bahagia. Mereka memiliki pekerjaan yang mapan, rumah yang nyaman, anjing peliharaan, serta sepasang anak kembar yang mempesona. Lidya dan Kirstie, sebagaimana pasangan kembar lainnya, sangat dekat satu sama lain. Meski beberapa tabiat mereka dapat dibedakan, tetapi secara fisik amat sulit membedakan mereka berdua bahkan oleh kedua orang tua mereka sendiri.

Sayangnya kebahagiaan mereka tak berlangsung lama. Kematian Lydia yang terjatuh dari balkon membuat keadaan keluarga mereka berubah seketika. Keuangan yang sulit dan kenangan yang menyakitkan membuat mereka sekeluarga pindah dari London ke ujung Scotlandia, pulau Torren. Pulau yang juga dikenal sebagai Thunder island ini milik keluarga Angus yang sekarang diturunkan menjadi miliknya.

Semenjak kematian Lydia, perilaku Kirstie berubah menjadi sosok yang pendiam. Di sekolah, ia identik dengan tragedi kematian saudarinya. Sehingga kepindahan mereka ke Torren tentunya dengan harapan bahwa Kirstie dapat melanjutkan hidup tanpa bayang bayang Lydia. Sayangnya, ini bukan hal yang mudah karena gadis itu terus terusan beranggapan bahwa ia adalah Lydia. Sarah yang diam diam mengamati perubahan anaknya sejak enam bulan terakhir semakin menduga duga kemungkinan terburuk. Apakah mereka telah salah mengenali putri mereka sendiri? Apakah sebenarnya Lydia yang masih hidup, bukan Kirstie?


Sebenernya baca buku ini akibat bujuk rayu ABO yang berhasil membuat saya penasaran dengan sinopsisnya yang seru. Awalnya sih agak ngebosenin tapi setelah tau penyebab kematian Lidya, jadi penasaran. Apalagi tingkah laku Kirstie juga makin terlihat aneh di mata Sarah.

Sarah sendiri merupakan salah satu narator cerita, yang sebagian besar berkisah tentang perubahan sikap Kirstie dan hubungannya dengan kematian Lidya. Tapi cerita tak hanya diceritakan dari PoV Sarah, Angus sang suami juga mengambil porsi sama banyak dengan PoV Sarah. Sialnya, kedua tokoh utama ini bukannya sejalan dan saling mempercayai, mereka malah saling menuduh dan curiga satu sama lain. Akibatnya selama cerita berlangsung, saya tidak bisa mempercayai satu tokoh pun  termasuk Kirstie.

Alurnya cepat, kadang maju mundur tapi saya masih bisa ngikutin. Yaa meski kadang bingung mbayangin yang mana Kirstie yang mana Lidya. Yang lebih susah lagi adalah ngafalin nama tempatnya. Duh nginget ngingetnya itu yang bikin kelabakan, akhirnya saya memutuskan untuk langsung cari di google saat menemukan satu dua nama kota atau lokasi baru. Mungkin karena latarnya Scotland ya, jadi nama namanya ya Scottish abis. Belibet di lidah saya.

Yaa tapi segala susah payah itu terbayar sih. Dengan intensitas thriller sepanjang cerita berlangsung, dengan rasa penasaran, dengan tokoh tokoh yang memyebalkan, menyedihkan tapi juga ngga yakin apa yang mereka sembunyikan. Penulis juga top deh milih latar tempatnya yang cantik nan misterius.

Ada beberapa adegan yang berkesan banget buat saya, tapi kalau saya ceritain smua nanti spoiler XD Ada adegan yang menyentuh banget sampai saya kasihan sama Kirstie, ada juga adegan yang bikin saya shock sampe ngerasa perlu baca bagian penutup cerita berkali kali. XD

Recommended untuk kamu yang suka novel thriller misteri

Be First to Post Comment !
Poskan Komentar

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9

Salam,

Salam,