Juli 06, 2018

Sad Girls - Dusta dan Kepedihan




Judul Buku : Sad Girls - Dusta dan Kepedihan
Penulis : Lang Leav
Penerjemah : Lulu Fitri Rahman
Editor : Barokah Ruziati
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 312 halaman, baca di Gramedia Digital
ISBN : 978-602-308-3958


Cinta pertama bukanlah yang membuatmu jatuh hati- tapi yang pertama membuatmu patah hati


Kematian Ana akibat bunuh diri membuat Audrey dan sahabatnya sangat terpukul. Meski dikenal sebagai gadis yang tidak bahagia, mereka tidak mengira Ana bakal mengambil nyawanya sendiri secara tiba tiba.

Tentu saja tidak mudah untuk berhenti dari hantu masa lalu, maka cerita di buku ini berkisah tentang tiga orang sahabat yang mengenal Ana ketika ia masih hidup. Audrey, Lucy dan Candela. Meski tokoh utama cerita adalah Audrey, gadis yang menyimpan rahasia atas dusta yang ia lakukan di masa lalu. 

Pertemuan Audrey dengan Rad, yang merupakan mantan kekasih Ana, ternyata membawa masalah lebih banyak dari yang mereka kira. Selain prasangka orang yang buruk dan terkesan ingin tahu, Audrey pun sebenarnya telah memiliki seorang kekasih. Sehingga rasa bersalah membuatnya dan Rad yang tadinya akrab memutuskan untuk melupakan satu sama lain dan saling menjauh.



Tapi toh semesta selalu memiliki cara untuk mempertemukan kembali mereka yang berpisah. Maka begitulah cerita ini bergulir, dilatari kelamnya rasa bersalah yang dirasakan Audrey, serta pahit manis dan puitisnya cinta yang ia alami.

Jujur saja saya suka tokoh Audrey di buku ini. Audrey dikisahkan sebagai remaja yang biasa biasa saja. Sedikit pemalu dan loyal terhadap sahabat sahabatnya. Kehidupannya juga tak sempurna, keluarganya tak harmonis, dan Audrey sering terkena serangan panik yang membuat ia memiliki jadwal kunjungan ke psikolog untuk mengatasinya. 
Perkembangan karakter Audrey juga menarik untuk diikuti meski pacenya pelan, lambat bahkan cenderung membosankan.

Uniknya, saya ternyata lebih menyukai buku ini daripada yang saya sangka saat awal membacanya. Mungkin karena twist twist yang ada di dalam cerita. Mungkin juga karena endingnya ngga sesuai dengan perkiraan saya. Tapi yang pasti sih saya suka buku ini karena terjemahannya apik dan nyaman untuk dibaca. Apalagi karena ini adalah novel pertama Lang Leav setelah buku buku puisi yang ia terbitkan, alhasil banyak kalimat yang quote-able.
Tinggal nunggu aja, kira kira bakal difilmin apa ngga. XD

Be First to Post Comment !
Posting Komentar

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9

Salam,

Salam,