Februari 08, 2022

Pachinko

 



Judul Buku : Pachinko
Penulis : Min Jin Lee
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 576 halaman, baca di Gramedia Digital
ISBN digital : 978-602-061-6469
Cetakan : Pertama, 2019

tapi dia ingin satu kesempatan lagi untuk bicara kepada anak itu, memberitahunya bahwa laki-laki harus belajar untuk memaafkan -mengetahui apa yang penting, bahwa hidup tanpa memaafkan adalah semacam kematian meski masih bernapas dan bergerak

Sunja tidak pernah menyangka kalau ia akan memiliki suami sebaik Baek Isak. Saat mengetahui ia hamil dari lelaki lain, Sunja sudah membayangkan akan membawa aib bagi Ibunya yang seorang janda dan mencoreng nama baik pondokan yang mereka kelola. Tapi Isak menikahinya dengan kelapangan hati dan penerimaan yang luar biasa. Tak lama setelah menikah, mereka pergi ke Osaka untuk tinggal bersama Kakaknya Isak, Yoseb.

Ternyata tinggal sebagai orang Korea di Jepang pada masa Perang Dunia 2 tidaklah mudah. Mereka tinggal di pemukiman liar yang kotor dan semrawut, dan gaji yang para lelaki dapatkan tidaklah cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari. Seakan masalah belum cukup banyak, Baek Isak ditangkap dan dijebloskan ke dalam penjara karena dianggap mengkhianati negara. Sejak itu Sunja mulai belajar berjualan untuk membantu perekonomian keluarganya. Ia mengasuh anak bergantian bersama kakak iparnya, juga berjualan Kimchi dan permen.

Sebenarnya ini bahkan belum sampai separuh cerita di buku, tapi kalau untuk lebih lanjutnya, ada baiknya baca langsung daripada saya kebanyakan spoiler XD


Buku ini menceritakan kisah tentang empat generasi dalam satu keluarga. Meski isinya sebagian besar penderitaan doank sih, terutama bagi para wanitanya. Hal ini ditegaskan dengan ungkapan yang sering diutarakan baik oleh Sunja ataupun ibunya,

kaum perempuan ditakdirkan menderita

Secara garis besar, konflik yang diambil penulis adalah tentang kehidupan imigran Korea yang hidup di Jepang pada masa itu. Tidak hanya kaum pekerja yang didiskriminasi secara hukum maupun sosial, tetapi anak anak juga mengalami beban psikologis yang sama. Mereka dihina, dirundung serta dijauhi oleh anak seusia mereka sendiri. Beberapa bertahan sedangkan yang tak kuat bahkan bisa sampai bunuh diri. Hal ini dipertegas dengan bab penutup yang menceritakan sekelumit darimana ide penulis berasal serta penelitian sosial yang ia lakukan langsung di lapangan.

Sebuah buku dengan cerita yang kompleks dan padat. Meski sempat menduga duga dan bingung kenapa covernya seorang wanita alih alih pachinko seperti judulnya, tapi setelah membaca keseluruhan ceritanya barulah saya paham. Karakter Sunja menurut saya adalah karakter terkuat dalam cerita ini. Dikisahkan dari seorang bocah kecil hingga tumbuh menjadi wanita dan terus menua hingga punya cucu, Sunja kenyang akan asam garam kehidupan. Setiap tahapan wanita ia lalui, Ia menjadi anak, gadis yang jatuh cinta, istri yang setia, lalu menjadi nenek yang menjadi tempat sandaran anak dan cucunya. Mungkin seharusnya saya bangga melihat karakter wanita diceritakan begitu kuat dan tegar, tetapi saya kadang kesal juga kenapa kaga ada senengnya sih ini hidupnya dia.

Untuk bagian favorit, hmm sejujurnya malah awal awal pertama Sunja bertemu dengan Hansu merupakan bagian favorit saya. Meski ya begitulah Hansu terus membayangi kehidupan Sunja, tapi bagian awal itu yang saya suka. Sayang tidak ada kisah cinta yang berakhir bahagia macam khayalan anak muda, jadi setelah lanjut ceritanya malah yang ada saya kesel juga ama Hansu dan Sunja.

Bacalah yaa bukunya. Atau mungkin nanti setelah dramanya disiarkan, bisalah nonton filmnya. Sungguh ceritanya bisa bikin emosi sekaligus terkejut dengan sentuhan plot twist di sana sini.

Be First to Post Comment !
Posting Komentar

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9

Salam,

Salam,