Juli 10, 2012

Memory and Destiny


Judul Buku : Memory and Destiny
Penulis : Yunisa KD
Editor : Hetih Rusli
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan Pertama : April 2010
ISBN : 978-979-22-5658-1

Yaaaa.. akhirnya saya berhasil membaca buku bertuah ini! (ketawa dulu sebentar)
Lanjutin cerita dulu ya baru berbagi kesan pesan :p.

Cerita di buku ini berawal di tahun 1999, di Westminster Abbey, London. Ketika sebuah mobil pengantin mengalami kecelakaan, sebelum mereka sempat mengikrarkan janji sehidup-semati. Pengantin wanita meninggal, sedangkan mempelai pria mengalami koma (CMIIW). Arwah pengantin pria ini berkelana di luar tubuhnya, sampai ia bertemu dengan seorang gadis kecil yang dapat melihat dia.

Semenjak itu, arwah si pengantin pria, yang bernama Donald, terus mendekati gadis kecil yang bernama Maroon itu. Donald membantu Maroon mengerjakan tugas sekolah, menguatkan Maroon yang masih dalam tahap beradaptasi dengan lingkungan sekolahnya yang baru, menceriakan hari Maroon, menjadi teman Maroon, sampai-sampai membantu Maroon memberikan CPR kepada Ayah Maroon yang kena serangan jantung.

Catet ya, Maroon berumur 10tahun-an, saat itu.

Lalu cerita berkembang lagi, maju ke masa depan, sepuluh tahun lebih setelah pertemuan Maroon dan Donald.
Di bagian ini diceritakan bagaimana kehidupan Maroon dewasa. Ia sebagai dokter, ia sebagai anak, ia sebagai wanita yang suatu hari bertemu lelaki yang mirip sekali dengan Donald. Ia jatuh cinta pada pandangan pertama (CMIIW) dengan lelaki yang membuatnya penasaran itu.

Akankah mereka bersatu?

Ini sinopsis singkat yang bisa saya berikan atas cerita di buku ini. Meski cerita aslinya nggak sesederhana itu.

Jadi begini kesan saya setelah membaca ceritanya Maroon dan si Donald.
  1. Capek. Berasa kayak Yoyo yang dilempar maju mundur-maju mundur buat memahami isi cerita. Tahun 1999-2009-2000-2013 dst
  2. Bingung. Kadang diceritain dari sudt pandang Maroon, kadang dari PoV orang ketiga, kadang juga dari Donald bahkan dari Sharon, sahabat Maroon ß ini Nggak konsisten.
  3. Boros. Banyak kata-kata yang diperpanjang sampai berpanjang-panjang ria membahas cerita yang sebenarnya bisa disingkat dalam dua atau tiga kalimat terpisah saja seperti contoh kalimat panjang saya yang satu ini. ß mengutip dosen saya ”Penggunaan kalimat yang terlalu panjang itu Nggak efektif . menandakan kamu iu nggak ngerti apa yang sebenarnya akan kamu bicarakan atau kamu memang tidak mengerti pola penggunaan SPOK untuk kalimat.”
  4. Lebay. Contohnya seperti saat menggunakan tenaga Flash dan Superman waktu Maroon ngasih CPR. Atau pada bagian yang menjelaskan Maroon pulang sekolah bareng bersama sahabatnya dengan tujuan hemat dan mengurangi polusi udara. (sekalian kampanye Go Green, Mbak?)
  5. Typo. Ah sudah banyak review senior-senior yang membahas hal ini. Jadi nggak perlu saya ulangi deh, daripada dibilang otak ngga prima.
  6. terkurung. Alias kebanyakan tanda kurung, contoh : (mode kedip-kedip, harap-harap tidak cemas) dll.

Kalau ada yang bertanya, berapa bintang yang akan saya berikan untuk buku ini.. Hmm.. bintang tujuh aja kali ya. Soalnya saya perlu menenggak puyer bintang toedjoeh setelah membaca buku ini. Kepala saya mules, perut saya pusing.

Dan ya. Keprimaan yang membuat saya berhasil menyelesaikan membaca buku ini dalam wkatu < 4 jam bukan berarti saya suka membaca buku ini. Tetapi lebih dikarenakan semangat memotivasi diri agar selesai baca sekali duduk, biar kagak kebawa mimpi kalo kudu baca lama-lama.

7 komentar on "Memory and Destiny"
  1. Wakakakak. Segitu ancurnya ya? Denger-denger novel ini pernah bikin geger satu GRI gara-gara attitude penulisnya. :D

    Beberapa waktu lalu pernah liat novel ini dipangkas hingga 10rb, tp males beli. :P

    BalasHapus
  2. hihihi.. iyaaa.. ini aku baca gara gara ngebaca komentar penulisnya yang pede di GR dan di blognya dia :D

    BalasHapus
  3. sejak awal,nggak penasaran ma buku ini. Apalagi dengan kehebohan yang satu itu XDD

    BalasHapus
  4. hahaha, sayang otak saya ndak prima nih, cuma baca review2 aja udah tahu isi bukunya

    BalasHapus
  5. hihihi. jadi bintang berapa ni kak? wkwk.

    buku yg bikin "penasaran". sampe ada "perang"nya. hahaha

    BalasHapus
  6. @ ally : hihi.. pilihanmu bener banget deh :))

    @tezar : *ambil pecut

    @jessica : bintang berapa ya.. hihi.. dari aku satu aja deh

    BalasHapus
  7. wow,, kyaknya aku slah beli novel nih.. gara" ada obral dan bingung mau beli apa takut malu pulang gak bawa apa", dan berujung nyomot novel ini. bru aja slesai baca sih, mau review di blog juga. tp kyaknya gak jdi reiew deh. udh bnyak yg review soalnya :3

    BalasHapus

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9

Salam,

Salam,