November 13, 2013

Mendekap Rasa


 
Judul Buku : Mendekap Rasa

Penulis : Aditia Yudis dan Ifnur Hikmah

Penyunting : Yuliya Febria

Penerbit : Bukune

Tebal : 394 halaman, paperback

Cetakan pertama : Januari 2013

ISBN : 978-602-220-091-8

Carissa Purnadiredja adalah seorang desainer muda yang namanya tengah gemilang, baik dalam hal bisnis maupun gosip terbaru yang mengungkit rencana pernikahannya yang batal bersama Si Calon. Suatu ketika, ia berkenalan dengan Michael, lelaki yang rencana pernikahannya juga gagal karena ditinggal oleh Si Wanita. Destiny? Maybe.

~Balik lagi ke cerita~

Singkatnya, Carissa jatuh cinta terhadap Mike, panggilan untuk Michael, dan ingin menikah bersama lelaki 'sempurna' itu. Padahal Carissa tahu bahwa Mike belum bisa melupakan Amelia, wanita yang meninggalkan pernikahan mereka. Tapi Carissa terbiasa menjadi yang terbaik, ia biasa menjadi idola. Nah, ketika ia tahu bahwa Mike susah ditaklukkan, Carissa menempuh jalan terburuk untuk menjadikan Mike suaminya.
Berhasil sih. 

Tapi apa iya mereka terus bahagia?
Apa iya Mike akhirnya bisa membuang ingatannya jauh-jauh dengan Amelia dan menggantinya dengan Carissa?

Uhuk, baca bukunya aja ya X)

Pertama membaca judul buku ini dan melihat ketebalannya, saya sudah jiper duluan. Tapi mau tak mau, karena ini hadiah dari Arisan GagasMedia dan Bukune (terima kasih ~~~\o/) maka harus saya baca. Donk. Dan eh ternyata saya selesai dalam dua hari saja. *rekor juga nih XD

Carissa adalah seorang wanita yang manja, meski sebenarnya ia terlihat cukup mandiri. Ia terbiasa menjadi juara, menjadi yang paling diinginkan, menjadi yang paling didambakan. Dan ia tidak terima ketika ada orang lain yang menolak kehadirannya atau menggesernya dari peringkat "paling..."

Dengan kebiasaannya itu, menjadikan Carissa memiliki sifat yang menyebalkan. Ia tidak peka, bicaranya sinis, sering berburuk sangka, dan kadang sampai menghina. Emosinya labil, bahkan sering meledak-ledak.
Sedangkan Mike, adalah lelaki yang sabar, setia dan penuh pengharapan. Sayangnya ia ceroboh, gegabah dan selalu memendam masalah. Mike orang yang efisien, meski ia susah sekali move-on dari masa lalu. 

Dua orang tokoh utama yang 'unik' ini merupakan kekuatan yang membangun ide cerita. Karena perbedaan dan kesamaan sifat negatif keduanya membuat cerita dalam buku ini tidak biasa, meski kadang saya juga ikut sebal saat Carissa atau Mike 'berbuat ulah'. Tapi kan itu kekuatan sebuah cerita, mampu membuat pembaca merasakan emosi yang terlibat di dalamnya.

Nah, tapi selain hal-hal positif di atas, ngga adil donk kalau saya ngga kasih masukan untuk buku ini? :p
Saat membaca halaman-halaman pertama, saya masih bingung kenapa pertemuan Carissa dengan Narendra, (mantan pacar yang mengenalkannya dengan Mike) dilakukan di Jogja? kenapa nggak langsung di Jakarta saja, jadi alur ceritanya nggak banyak makan tempat.  

Lalu di halaman 29, perpindahan lokasi ceritanya kasar sekali. Kenapa Mike dan Carissa nggak liburan aja di Bali, jadi ngga perlu memaksakan Gili Trawangan masuk ke dalam sempilan ceritanya.

typo di halaman 296 baris ke-16 : Nareswati harusnya Nareswari

dan kalau saya boleh kasih masukan, penggunaan hurufnya cantik sih di tiap bab, tapi jadi agak susah dibaca. Gimana kalau milih yang cantik tapi gampang dibaca aja ._.

Overall saya suka dengan cerita di buku ini, alur cepat dan tokoh unik. meski tetep pakai Drama, tapi menyenangkan kok dinikmati. Bukankah hidup kita pun sebenarnya hanya drama? 

Kutipan yang saya sukaaa banget di buku ini,
”Mungkin, yang paling gue takutkan adalah ketika gue buka mata pagi hari dan dia nggak cinta lagi sama gue”-Hal.218
Be First to Post Comment !
Poskan Komentar

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9

Salam,

Salam,