Judul Buku : Tell Me Something True
Penulis : Michael Robotham
Penerbit : Grove Atlantic
Tahun terbit : 2026
Uncorrected Proof from NetGalley and Goove Atlantic
I am living with ghosts. Some are people, some are places and some are memories.
Tell Me Something True bercerita tentang seorang residivis bernama Arlo yang kembali ke kota kecilnya, Yulara setelah 12 tahun dipenjara. Arlo menjadi tersangka kaki tangan saudara lelakinya-Luke atas pembunuhan dan rudapaksa seorang gadis muda bernama Saxon. Kembalinya Arlo ke Yulara membuat banyak orang tak suka, selain karena bayang-bayang masa lalu yang mencoreng kota tersebut, mereka juga khawatir Arlo melakukan kembali kejahatan serupa masa lalunya.
Arlo merasa berat untuk kembali ke Yulara karena ia tidak pernah melakukan kejahatan tersebut, ia juga yakin bahwa Luke tidak melakukan perbuatan bejat terhadap Saxon karena Luke begitu menyayangi dan memuja gadis itu. Tapi karena ibunya mengalami stroke dan ia memerlukan biaya untuk perawatan, maka Arlo kembali ke rumah lamanya dengan tujuan melakukan perbaikan dan menjualnya.
Di hari-hari itulah Arlo mulai mengetahui banyak hal dan ia mulai mempertanyakan siapa yang sebenarnya melakukan kejahatan terhadap Saxon?
Sebagai penggemar cerita thriller, ketika mendengar Robotham menerbitkan buku baru, saya langsung memasukkan judulnya ke wishlist. Setiap kali saya membaca buku, saya merasa wajib mencari quote berupa kalimat kalimat indah untuk menghiasi postingan saya tentang buku yang sedang saya baca. Tapi ketika membaca karya karya dari Robotham, saya selalu kesulitan mencari kalimat kalimat indah tersebut. Saya sendiri bingung karena novel novelnya selalu seru untuk dinikmati dan nilai plusnya adalah ia tidak butuh kata kata manis atau quoteable untuk menarik perhatian pembacanya. Novelnya mengalir begitu saja dengan memantik rasa penasaran pembaca di bagian ini dan itu sampai tahu tahu, selesai sampai halaman terakhir.
Demikian pula dnegan Tell Me something True, karakter karakternya hidup dan berwarna. Ketika ia menggambarkan Saxon, tokohnya terasa penuh energi gadis muda yang ceria, nekad dan kerasa kepala. Ketika ia menggambarkan Helen, gadis lain dalam cerita, tokohnya terasa lebih dewasa dengan emosi yang bisa ditakar dan tidak meluap luap seperti Saxon. Demikian pula ketika ia menggambarkan Arlo sebagai residivis yang memiliki pengalaman pahit di penjara, tokohnya terkesan hati-hati dan pendiam. Kalimat kalimatnya penuh perhitungan dan demikian juga tindak tanduknya.
Diceritakan dengan dua timeline berbeda secara bergantian membuat pembaca perlahan memahami apa yang sebenarnya terjadi kala itu. Rasa penasaran juga membuat saya bertahan untuk tidak curi curi cari tahu ending ceritanya. Novel yang memikat, alurnya runut dan tidak melompat lompat. Cocok banget buat yang suka thriller terutama yang berhubungan dengan misteri masa lalu. Oh satu lagi, ada Indonesia disebut di cerita ini X)) Bolehlah bangga dikit karena negara kita dinotice sama penulis thriller famous.
Terima kasih NetGalley dan Grove Atlantic atas kesempatan membaca lebih awal buku ini.

Be First to Post Comment !
Posting Komentar