Mari Ngomongin Buku

Slide Show

Desember 10, 2017

Pertemuan tak Terduga dengan Penulis Impian Demian





Dua buah lagu telah selesai dinyanyikan Is di panggung. Para pengunjung mulai dibuai dengan lagu ketiga, Untuk Perempuan yang Sedang dalam Pelukan. Meski lagunya bagus, aku terpaksa mundur dari dekat panggung untuk mencari tempat duduk yang cukup nyaman. Kaki mulai kecapekan berdiri sejak tadi.  Konser terakhir Payung Teduh senja hari di taman Balekambang ini benar benar padat dengan para peneduh. Mungkin mereka tak rela grup kesayangan mereka bubar begitu saja di masa kejayaannya. 

Meski remang-remang, aku masih bisa melihat sosok yang kukenal sedang duduk berselonjor di pinggir jalan setapak.
Desember 09, 2017

[Blogtour] Impian Demian



Judul Buku : Impian Demian
Penulis : Nimas Aksan
Editor : Dion Rahman
Penerbit : Elex Media Komputindo
Cetakan pertama : 2017
Tebal : 350 halaman, paperback
ISBN : 978-602-04-4956-2


Kamu sendiri akan pergi, kan? Lalu apa bedanya kalau kamu atau aku yang meninggalkan?


Demian seharusnya menjadi salah satu anak yang beruntung. Setelah wisuda, ia diberi kewenangan untuk memimpin sebuah perusahaan kosmetik milik orang tuanya. Ibunya telah meninggal sejak Demian remaja, sedangkan ayahnya baru meninggal dunia beberapa bulan lalu. Karena itulah Alexandra, sang PR perusahaan, mengejar-ngejar Demian agar memegang kepemimpinan perusahaan yang ternyata dalam masa krisis keuangan. 

Bukan hal mudah karena Impian Demian sebenarnya bukan berurusan dengan pabrik kosmetik melainkan menjadi arsitek sesuai dengan kuliahnya selama ini.  Sementara Alexandra sibuk meyakinkan Demian agar mau mengurus perusahaan kosmetik, lelaki ini malah melamar pekerjaan di sebuah perusahaan kontraktor di Surabaya. 

Lalu bagaimana nasib perusahaan kosmetik tersebut jika Demian memutuskan untuk pindah ke Surabaya? Atau Demian rela menukar impiannya dengan peninggalan orang tuanya?

Desember 04, 2017

Pengumuman Pemenang Giveaway Misteri Bilik Korek Api

Selamat malam!

Terima kasih untuk teman teman yang sudah ikutan giveaway Misteri Bilik Korek Api kemarin. Jawabannya bermacam macam ya, saya pribadi lebih suka menyimpan rahasia saya sendiri meski terkadang saya gatel juga sih buat cerita ke seseorang.


November 27, 2017

[Blogtour dan Giveaway] Misteri Bilik Korek Api




Judul Buku : Misteri Bilik Korek Api
Penulis : Ruwi Meita
Penerbit : Grasindo
Cetakan pertama : Oktober 2017
Tebal : 238 halaman, paperback
ISBN : 978-602-452-350-3



"Mereka tidak tahu, tetapi beta tahu. Selalu ada ganjaran untuk orang-orang yang tidak tahu"

Sunday bersemangat untuk pindah ke lokasi panti asuhan yang baru. Itu berarti ia akan tinggal lebih dekat dengan sekolahnya sehingga ia mungkin juga bisa bekerja paruh waktu untuk mencari penghasilan tambahan. Tak hanya Sunday, semua anak panti sangat bersemangat, terlebih karena rumah baru mereka besar dan berhalaman luas. Tapi ada seorang anak yang tak suka dengan kepindahan mereka, Emola.

Emola merupakan anak baru dalam lingkungan panti. Ia dibawa dari Ambon karena sebuah tragedi yang menghilangkan nyawa kedua orang tuanya. Tingkah laku Emola aneh dan ia tak pernah berbicara meskipun sudah didekati oleh penghuni panti lainnya. Terkadang ia terlihat menggenggam bandul kalungnya yang dibungkus kain putih erat-erat ketika ketakutan.

Perpindahan mereka ternyata berujung bencana. Semenjak ditemukan dan dibukanya pintu dari sebuah bilik rahasia di dekat kamar mereka, ada nuansa misterius yang mencekam di rumah tersebut. Sebenarnya bilik itu tidak terlihat mistis, hanya ada banyak kotak korek api tersusun rapi di dindingnya. Tapi entah mengapa setelah bilik itu terbuka, banyak keanehan yang terjadi. Mulai dari ceceran batang korek api sampai kecelakaan yang menimpa warga panti.

Apa yang sebenarnya terjadi, dan rahasia apa yang sebenarnya disembunyikan di bilik tersebut?


November 10, 2017

Pengalaman Belanja Buku di Bukupedia

Punya anak kecil ternyata membuat waktu yang saya miliki untuk berbelanja jadi terbatas. Apalagi untuk membeli buku buku yang hampir setiap minggu ada aja judul baru yang dipenginin. Susahnya, saya butuh waktu lebih banyak saat memilih buku daripada membeli barang lain, baju atau makanan misalnya. 

Untungnya udah ada banyak toko buku online. Hanya saja memang kadang perlu cermat untuk memilih toko buku online dalam bertransaksi. 


Salam,

Salam,