Mari Ngomongin Buku

Slide Show

Oktober 05, 2021

Selamat sepuluh tahun!



Waktu iseng iseng scroll dan screen capture daftar postingan saya berdasar tahun, saya baru sadar kalau tahun ini umur blog buku saya genap sepuluh tahun. *terharu cyin

Apples Never Fall





Judul Buku : Apples Never Fall

Penulis : Liane Moriarty

Penerbit : MacMillan

Tebal : 516 halaman 

ISBN : 978-176-098-5707


There were many people who would have stopped it, if only they’d known, if only they’d looked a little harder or bothered to ask a question or listen.


Keluarga Delaney merupakan keluarga yang cukup terpandang di lingkungan mereka. Mereka memiliki bisnis pelatihan tenis yang bisa dibilang sukses, tropi penghargaan kejuaraan serta empat anak yang telah dewasa dan hidup terpisah dari orang tuanya. Beberapa hari setelah hari valentine, para anak menyadari bahwa ibu mereka mungkin hilang. Meski sebelumnya ia telah menyampaikan pesan singkat lewat telepon, tetapi pesannya amat janggal hingga tak ada yang bisa memahami. Yang lebih aneh lagi, handphonenya ditemukan di kolong kasur oleh tetangga merangkap asisten rumah tangga mereka. 


Lha kalau ngga bawa handphone, lalu ke mana si ibu pergi? Maka laporlah si anak ke polisi dan mulai dilakukan penyelidikan. Ke mana sebenarnya Joy (si ibu) ini pergi?


Apakah dia benar benar pergi atau dihilangkan seseorang? Jika mungkin ia pergi, mengapa sang suami juga tak tahu menahu bahkan terkesan menutupi sesuatu?

Apa yang sebenarnya terjadi di keluarga ini?

Agustus 29, 2021

The Scent Keeper





 Judul buku : The Scent Keeper

Penulis : Erica Bauermeister

Penerbit : St. Martin's Griffin

Tebal : 311 halaman, e-book baca di Scribd

ISBN : 978-125-020-0143

Cetakan pertama : Februari 2020


“Once upon a time, Emmeline…” he began, and his voice rolled around the rhyme of it as if the words were made of chocolate.


Seumur hidupnya Emmeline hanya mengenal Papanya. Mereka hidup berdua di pulau terpencil, mengandalkan alam sebagai sumber makanan dan penghidupan. Seiring dewasanya Emmeline, ia mulai penasaran dengan kehidupan di luar pulau, terlebih ketika ia akhirnya melihat lautan luas yang selama ini tidak pernah ia lihat karena Papa melarangnya. 


Sayangnya, sebuah tragedi terjadi di pulau dan membuat Emmeline meninggalkan rumahnya. Ia tinggal bersama Colette dan Henry, pasangan yang kemudian mengasuhnya dengan penuh kasih sayang. 

Hidup terus berjalan dan Emmeline makin penasaran dengan masa lalu kedua orang tuanya.


Ia selama ini begitu akrab dengan aroma yang ada di sekitar. Sedemikian akrabnya sehingga bahkan ketika ia menemui seseorang, ia bisa tahu apakah orang itu sedang marah atau jatuh cinta atau bersedih hanya dengan mencium aromanya. Papa juga memiliki kemampuan yang sama, sehingga selain bakat, Papa membimbingnya untuk mengekspkorasi aroma aroma di sekitarnya sedari kecil. 

Papa bahkan memiliki mesin antik yang dapat menangkap aroma tertentu pada saat tertentu, sehingga seperti polaroid, kita bisa menyimpannya dalam bentuk kertas yang ditempatkan dalam vial vial yang disusun di laci laci bertingkat di rumah mereka di pulau.


Siapa sebenarnya Papa? Dan mengapa Papa tak pernah memberitahu Emmeline tentang masa lalunya? 

Agustus 06, 2021

Lebih Senyap dari Bisikan

 


Judul buku : Lebih Senyap dari Bisikan
Penulis : Andina Dwifatma
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 155 halaman
Cetakan pertama : Juni 2021


Hari itu aku baru tahu bahwa lebar mulut rahim ternyata dihitung secara manual.


Usia pernikahan Amara dan Baron telah memasuki umur delapan tahun ketika akhirnya Amara hamil. Tentu saja kehamilan itu disambut dengan kebahagiaan oleh keduanya. Mereka mempersiapkan kamar cantik, calon nama, serta segala tetek bengek yang berhubungan dengan bayi dan kehamilan.

Karena cerita ini diceritakan dari sudut pandang Amara, maka bisa kita lihat betapa bahagia sekaligus khawatirnya ia akan anak yang masih ia kandung. Ia khawatir perkembangan tubuh janinnya, khawatir kecukupan gizinya, sampai khawatir tentang betapa mengerikannya dunia luar yang kelak akan anaknya tempati setelah lahir.

Nah begitu si anak yang diberi nama Yuki lahir, segalanya berubah jungkir balik. Semua persiapan dan panduan menjadi orang tua tiba tiba menjadi tak berguna. Yuki menangis, menjerit, tidak mau menyusu, tidur sebentar sebentar, dan segala kekhasan bayi baru lahir lainnya yang akibatnya tentu saja membuat kedua orang tua (atau seorang ibu) menjadi super panik, sensitif, mudah lelah, tapi juga bahagia.

Tak cukup berhenti di situ, permasalahan lain juga datang seakan ngga ada habis habisnya.

Membuat Amara kembali mempertanyakan makna pernikahannya sendiri. Menjadikan Amara menata kembali skala prioritasnya, dan berusaha menjadi tiang yang mengokohkan keluarganya.

Tapi mampukah Amara?

Juni 02, 2021

Jalan Panjang untuk Pulang

 



Judul Buku : Jalan Panjang untuk Pulang

Penulis : Agustinus Wibowo

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Cetakan pertama : 2020

Tebal : 464 halaman, paperback + e-book

ISBN : 978-602-06-4757-9


"Bukan, bukan begitu," dia berkata penuh kepastian. "Itu namanya bukan 'pulang ke tanah air'. Itu namanya cuma 'pergi ke Cina'. Tanah air kita di sini, Indonesia."



Rasanya menyenangkan bisa kembali bertualang bersama Agustinus ke negeri negeri jauh. Negeri yang mustahil saya kunjungi namun sering sekali saya dengar namanya di berita ataupun di cerita. 


Kali pertama, kita diajak menelusuri Cina lalu singgah ke Mongol bertemu dengan para pemburu elang. Selepas melihat elang yang dengan gagahnya memburu mangsa, kita diajak menyeberang jauh ke Papua Nugini. Tempat di mana perbatasan Indonesia dan Papua Nugini berupa hutan belantara dengan orang orang yang hidup di dalamnya.


Tak hanya bercerita tentang perjalanan, kali ini Agustinus juga mengajak kita menapak sejarah beberapa agama dan kepercayaan di dunia. Seperti mengetahui kehidupan menjadi Shaman di Mongolia, Yahudi di Bukhara, juga penganut Agama Tua di pedalaman Toraja.


Ada empat bab dalam buku ini, masing masing berisi sub bab berupa cerita cerita perjalanannya. Sebenarnya jika mau, pembaca bisa membaca sub babnya secara acak, tetapi untuk babnya saya sarankan sih baca berurutan. Karena perjalanan ini ujungnya berakhir di pulang. Tidak hanya bercerita tentang perjalanan ke berbagai negara, buku ini juga menceritakan bagaimana Agustinus berdamai dengan dirinya sendiri terutama setelah kepergian kedua orang tuanya. 

Salam,

Salam,