Slide Show

Juni 30, 2014

Alien itu Memilihku




Judul Buku :  Alien itu Memilihku
Penulis : Feby Indirani
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan Pertama : 2014
Tebal : 302 halaman, paperback
ISBN : 978-02-03-0541-7

Indah Melati Setiawan adalah seorang survivor kanker, setelah divonis menderita Ewing Sarcoma yang langka, karena biasanya kasus ditemui pada pasien anak-anak dan jarang sekali dialami oleh orang dewasa. Di Maret 2009, kaki kiri Indah mulai terasa bermasalah, terutama rasa nyeri di kala malam. Setelah dilakukan pemeriksaan, diobati bermacam macam dan nggak mempan, akhirnya vonis pahit dijatuhkan, Indah menderita Ewing sarcoma. Sejak itu hidup Indah berubah 180 derajat, di National University Hospital Singapura, Indah menghabiskan hari harinya dalam perawatan intensif bagi penderita kanker. Sel pemberontak itu pelan pelan menggerogoti kapabilitas Indah dalam melakukan kegiatan sehari-hari, bahkan Indah sampai mengalami patah tulang saat ia jatuh di kamar mandi. Di bawah pengawasan Dr. Suresh, Indah dioperasi, diradiasi dan dikemoterapi, agar sel sel kanker benar benar hilang dari tubuhnya.

Buku ini mengisahkan perjuangan Indah yang luar biasa, pengalaman sakit yang dialami dan pelajaran berharga yang juga didapat Indah selama proses penyembuhannya. Pahit, muram, tapi yah, kanker memang penyakit yang pengobatannya tidak hanya membunuh sel-sel mati, tapi juga meredupkan harapan selama perjuangannya.
Juni 27, 2014

The Tales of Mother Goose






Judul Buku : The Tales of Mother Goose (As First Collected by Charles Perrault in 1696)
Penulis : Charles Perrault
Tebal : 45 halaman, ebook (Gutenberg.org)  EBook #17208

Ini kumpulan dari delapan cerita pendek, sebagian besar bahkan sudah akrab di telinga kita. Di antaranya ada Cinderella, Sleeping Beauty, dan Little Red Riding Hood. Nah, karena itu saya akan sedikit menceritakan cerita lain yang mungkin belum akrab bagi sebagian dari kita.

Cerita pertama berjudul Little Thumb. Alkisah ada sepasang suami istri yang sangat miskin yang memiliki tujuh anak. Suatu hari, mereka berniat meninggalkan anak anak mereka di dalam hutan karena merasa tidak sanggup lagi menghidupi tujuh anak tersebut. Saat membicarakan rencana tersebut, Little Thumb yang merupakan si bungsu dari tujuh bersaudara, mendengarkan dengan diam diam. Dengan ukuran tubuhnya yang kecil, ia mampu dengan lihai mendengarkan seluruh rencana ayah dan Ibunya. Maka ketika esok harinya mereka menjalankan aksi itu, Little Thumb bisa dengan mudah pulang lagi ke rumah dengan saudara saudaranya. Tapi besok-besoknya lagi, kembali sebuah aksi serupa dilakukan, mereka dibuang, dan sialnya mereka tak bisa pulang. 

Juni 26, 2014

Where the Mountain meets the Moon






Judul Buku : Where the Mountain meets the Moon
 Penulis : Grace Lin
Penerjemah : Berliani M. N
Penerbit : Atria
Cetakan pertama : November 2010
ISBN : 978-979-024-460-3

Namanya Minli, ia hidup di sebuah desa yang miskin bersama Ma dan Ba, orang tuanya. Setiap hari Minli membantu kedua orangtuanya berkerja di sawah, untuk mencukupi hidup mereka yang sederhana. Satu satunya kekayaan yang dimiliki Minli, hanya dua batang tembaga yang dihadiahkan kepada Minli sejak hari kelahirannya. Atas kemiskinan ini, Sang Ibu selalu berkeluh kesah, dan beliau amat tidak suka jika suaminya menceritakan dongeng dongeng yang bercerita kekayaan dan impian kepada Minli. Baginya, hidup sudah cukup menderita, apalagi kalau ditambah dengan iming iming harta yang tak akan pernah bisa mereka miliki.


Suatu ketika, dengan tekad yang besar dan impian membahagiakan keluarganya, Minli pergi dari rumah untuk mencari Kakek Rembulan di Gunung tak Berujung. Konon Kakek ini tahu segalanya, dan siapa tahu, sepulangnya nanti, Minli bisa memenuhi rumahnya dengan emas dan kekayaan berlimpah berkat petuah si Kakek Rembulan.
Juni 14, 2014

Laporan Klub Buku Blossoms tentang buku White Fang





Title : White Fang
Author : Jack London (1906)
Translator : Harisa Permatasari
Editor : Jia Effendie
Publisher : Gagas Media
Edition : Cetakan pertama, 2014
Format : Paperback, vi + 330 halaman

Di tengah-tengah salju di bumi bagian utara, serigala abu-abu ini lahir. Pertemuan pertamanya dengan manusia membuatnya mendapatkan nama White Fang. Serigala kecil yang lahir dari ibu setengah serigala setengah anjing ini memiliki riwayat hidup yang rumit. Ibunya hidup di antara serigala, yang berkat kepandaian, kekuatan, dan kelicikannya, membebaskan kawanannya dari kelaparan. Hingga suatu kejadian membuat dia dan anaknya harus masuk kembali ke kawanan manusia.
Pada perjalanannya, White Fang harus terpisah dengan ibunya, dan dia tumbuh dewasa sendirian. Dia belajar dari rasa sakit dan penderitaan; taring ganas dari karnivora lain, pukulan demi pukulan dari pemiliknya, hingga pengucilan dari sesama kawanan anjing—yang notabene adalah kerabat sekaligus musuh serigala.

Dengan hidung yang terus berkedut, bulu yang berdiri hingga terus bergelombang, lidah terjulur keluar bagaikan seekor  ular merah, telinga menempel ke bawah, mata berkilat penuh kebencian, bibir tertarik ke belakang, dan taring yang terpampang dan meneteskan air liur. (p.147)

Insting dan pengalaman merupakan dua hal yang penting untuknya dalam bertahan hidup. White Fang menggunakan keduanya dengan bijak hingga dia bisa menjadi unggul dalam kawanannya. Dia belajar tentang siapa manusia yang harus diturutinya. Pukulan dari pemiliknya memberitahunya bahwa yang dilakukannya itu salah, atau tidak diizinkan. Geraman anjing lain membuatnya tahu kapan dirinya harus menggeram kepada mereka. Serangan mereka membuatnya tahu kapan harus bertahan. Karena itulah dia menganggap manusia sebagai ‘dewa’nya, karena mereka memerintah dan mengontrolnya dengan pukulan, serta di sisi lain, manusia juga lah yang memberinya makan dan tempat tinggal yang nyaman.

Gerakan White Fang lebih cepat dari anjing lain. Kakinya lebih gesit, lebih lihai, lebih mematikan, lebih luwes, lebih ramping dengan otot dan urat bagai besi, lebih kuat bertahan, lebih kejam, lebih ganas, dan lebih pintar. White Fang harus seperti itu. Kalau tidak, ia tidak akan bisa membela diri ataupun selamat dari lingkungan kejam tempatnya berada. (p.149)

Juni 02, 2014

Memoir of A So-Callled Mom




Judul Buku : Memoir of A So-Callled Mom
Penulis : Poppy D Chusfani
Tebal : 152 halaman, e-book (getscoop.com)
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan Pertama : Maret 2014



Siapa bilang menjadi ibu itu mudah? Ada banyak kursus bahasa inggris, les mata pelajaran, kursus melukis, tapi tidak ada kursus menjadi seorang Ibu.Amelia adalah Si Bungsu dari enam bersaudara yang akhirnya memutuskan menikah setelah berpacaran selama delapan tahun. Tak lepas dari sindiran saudara saudara jauh, Amelia dan Baron, akhirnya memiliki anak setelah cukup lama bersabar hati, ini karena ada masalah dengan rahim Amelia. Selama hamil pun, kerap sindiran sindiran dan kata kata pedas diucapkan oleh saudara saudara jauh Amelia, mulai dari pantangan ini itu selama hamil, cecaran pertanyaan tentang kehamilannya dan lain sebagainya yang seakan tak ada habisnya.

Setelah anak Amelia lahir pun, kehidupan Amelia tak semudah impiannya. Tapi ia selalu bersyukur, dan berusaha, oh dan sedikit emosi pula yang turut berperan dalam perjalanannya menjadi seorang Ibu. Orang lain boleh berkata ini itu, tapi bagi Amel, keluarga kecilnya adalah sumber kebahagiaannya. Dan ia tidak boleh melupakan itu.
Juni 01, 2014

Pre Wedding Rush






Judul Buku : Pre Wedding Rush
Penulis : Okke ‘Sepatumerah’
Editor : Herlina P. Dewi
Penerbit : Stiletto Book
Tebal : 204 halaman, paperback
ISBN : 978-602-7572-21-8

Ketika kamu dilamar pacar yg baru berhubungan sepuluh bulan, kira kira akan kamu jawab apa? Tidak? Ya? atau..  mikir mikir dulu?

Beruntung bukan, seorang wanita yg dilamar oleh pacarnya? Mungkin sebagian besar akan menjawab "iya!", sama seperti Nina yg dilamar oleh Dewo, kekasihnya.

Sayangnya setelah menjawab iya, Nina malah ragu dengan keputusan itu. Sampai kemudian ia membagi perasaannya kepada Lanang, mantan pacar yang pergi meninggalkannya. Ternyata bertemu Lanang malah membawa Nina ke tingkat kegalauan maksimal. Tidak bisa dipungkiri bahwa ia masih mencintai Lanang. Nina yang berencana pergi ke Surabaya untuk bertemu keluarga Dewo, malah singgah di Yogyakarta, mengekor Lanang.